CANTIKA.COM, Jakarta - Perubahan tren kecantikan juga terlihat jelas setelah pandemi. Menurut beauty enthusiast Abel Cantika, semakin banyak konsumen yang kini memahami bahwa kulit sehat tidak bisa diperoleh secara instan.
Jika dahulu banyak orang berlomba mencari produk yang menjanjikan hasil cepat, kini kesadaran mulai bergeser ke arah perawatan kulit yang lebih berkelanjutan.
"Kalau dulu banyak yang ingin kulit putih atau glowing dalam waktu singkat. Sekarang orang sudah lebih teredukasi bahwa kesehatan kulit itu proses yang bertahap," ujar Abel di peluncuran Barrier Soothe Twist Cleansing Balm dan Barrier Calming Toner Pad Wardah, di Jakarta, Sabtu, 30 Mei 2026
Kesadaran tersebut membuat produk-produk dengan formula yang lebih lembut (gentle formulation) semakin diminati. Alih-alih menggunakan terlalu banyak bahan aktif sekaligus, konsumen kini lebih memperhatikan bagaimana menjaga kondisi skin barrier agar tetap sehat.
Menurut Abel, istilah menjaga skin barrier bahkan sudah menjadi bagian dari percakapan sehari-hari di kalangan pecinta skincare. "Menjaga skin barrier sekarang menjadi salah satu hal yang paling sering dibicarakan dalam dunia beauty," kata dia.
Pengalaman Kulit Sensitif saat Hamil
Menghadirkan Delfianti Pratiwi (Paragon Skincare Scientist), Byanda Ramadani Prijono (Brand Building Wardah), beauty content creator Abel Cantika, Content Director The Luxury Reports Arinda Kristie, Wardah meluncurkan Barrier Soothe Twist Cleansing Balm dan Barrier Calming Toner Pad, di Jakarta, Sabtu, 30 Mei 2026/Foto: Doc. Wardah
Sebagai seseorang yang memiliki tipe kulit normal cenderung kering, Abel mengaku semakin memahami pentingnya skin barrier ketika mengalami kehamilan. Perubahan hormon membuat kulitnya menjadi jauh lebih sensitif dibandingkan sebelumnya. Kemerahan, kulit yang terasa kering, hingga flare up menjadi kondisi yang cukup sering ia alami.
"Aku memang punya kulit normal to dry, tetapi saat hamil kulit jadi jauh lebih kering dan sensitif. Kemerahan juga lebih sering muncul," ungkapnya.
Pengalaman tersebut membuatnya mengubah pendekatan dalam memilih skincare. Jika sebelumnya masih mencoba berbagai produk, kini ia lebih selektif dan mengutamakan formula yang lembut serta sesuai untuk kulit sensitif.
Apalagi setelah menjadi ibu dan memiliki bayi yang baru lahir, rutinitas skincare yang panjang tidak lagi menjadi prioritas.
"Sekarang aku lebih memilih skincare yang gentle, aman, dan sesuai kebutuhan kulit. Apalagi sebagai ibu baru, semuanya harus praktis tapi tetap efektif," ujarnya.
Healthy Skin Barrier Dimulai dari Langkah Paling Awal
Sementara itu, menurut Delfianti Pratiwi, Paragon Skincare Scientist menjaga skin barrier tidak hanya berkaitan dengan penggunaan pelembap atau produk hidrasi semata. Perawatan tersebut seharusnya dimulai sejak langkah pertama dalam rutinitas skincare.
Mulai dari memilih pembersih wajah yang tidak membuat kulit terasa kering, menghindari eksfoliasi berlebihan, menjaga kelembapan kulit, hingga menggunakan produk dengan formula yang mendukung fungsi pelindung alami kulit.
Ketika skin barrier terjaga dengan baik, kulit akan lebih kuat menghadapi berbagai faktor eksternal sekaligus lebih siap menerima manfaat dari tahapan skincare berikutnya.
Di tengah meningkatnya kesadaran konsumen terhadap kesehatan kulit, konsep healthy skin barrier kini menjadi salah satu fokus utama dalam industri kecantikan. Sebab pada akhirnya, kulit yang sehat bukan hanya soal tampilan yang glowing, tetapi juga tentang bagaimana lapisan pelindung alaminya mampu bekerja secara optimal setiap hari.
Pilihan Editor: Abel Cantika bagi Tips Merawat Kulit Sensitif, Hindari Skincare Mengandung Wewangian
Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi Terkini Gaya Hidup Cewek Y dan Z di Instagram dan TikTok Cantika.















































