Indonesia Borong Dua Emas di World Climbing Chamonix 2026

13 hours ago 26

INDONESIA kembali menunjukkan dominasinya di nomor speed pada ajang World Climbing Series Chamonix 2026 di Prancis, Minggu, 12 Juli 2026, dengan memborong dua medali emas melalui Desak Made Rita Kusuma Dewi di sektor putri serta Veddriq Leonardo di nomor putra. Keberhasilan tersebut melengkapi penampilan gemilang tim Merah Putih yang membawa pulang tiga dari enam medali yang diperebutkan di nomor speed, yakni dua emas dan satu perak.

Desak memastikan gelar juara speed putri setelah mengalahkan wakil Italia, Giulia Randi, pada partai final. Atlet Indonesia itu mencatatkan waktu 6,22 detik, lebih cepat dibandingkan Randi yang membukukan 6,51 detik. "Saya sangat senang. Malam ini saya menampilkan performa terbaik dan benar-benar menikmati pertandingan. Saya bahagia bisa mempersembahkan medali emas ini untuk negara dan tim saya," kata Desak seperti dikutip dari laman resmi World Climbing.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Gelar di Chamonix menjadi kemenangan kedua secara beruntun bagi Desak setelah menjadi juara pada seri Krakow pekan lalu. Perjalanan Desak menuju podium tertinggi tidak mudah. Babak gugur diwarnai sejumlah kejutan setelah para pemanjat China tersingkir sejak putaran pertama. Sementara itu, pemegang rekor dunia asal Amerika Serikat, Emma Hunt, harus terhenti di perempat final setelah dikalahkan Giulia Randi.

Randi kemudian melaju hingga final setelah menyingkirkan sejumlah unggulan. Namun, Desak mampu menjaga konsistensi penampilannya sepanjang babak gugur sebelum memastikan medali emas lewat catatan waktu 6,22 detik. Medali perunggu nomor speed putri menjadi milik atlet tuan rumah Prancis, Capucine Viglione. Baik Randi maupun Viglione untuk pertama kalinya berhasil naik podium pada ajang World Climbing Series.

Di nomor speed putra, Indonesia bahkan menciptakan final sesama atlet Merah Putih. Seperti dikutip dari Antara, Veddriq Leonardo keluar sebagai juara setelah mengalahkan Antasyafi Robby Al Hilmi. Peraih medali emas Olimpiade Paris 2024 itu mencatatkan waktu 4,89 detik untuk memastikan medali emas, sedangkan Robby menyelesaikan lintasan dalam waktu 5,11 detik sehingga berhak atas medali perak.

Atlet panjat tebing putra Indonesia Veddriq Leonardo turun menggunakan tali usai bertanding melawan atlet Austria Lawrence Bogeschdorfer saat babak kualifikasi kategori speed putra seri ketiga IFSC Climbing World Cup 2025 di Pulau Peninsula, Nusa Dua, Bali, 3 Mei 2025. Antara/Bayu Pratama S

Meski gagal menjadi juara, Robby tampil impresif sejak babak kualifikasi hingga mengantarkan Indonesia mengunci dua posisi teratas. Medali perunggu diraih atlet Jepang, Ryo Omasa, yang memenangi perebutan tempat ketiga dengan catatan waktu 4,701 detik. "Saya merasa luar biasa. Saya sangat bersyukur. Ini adalah medali emas pertama saya setelah Olimpiade dan butuh waktu yang lama untuk meraihnya. Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada semua orang, pencapaian ini sangat berarti bagi saya," ujar Veddriq.

Veddriq mengungkapkan gelar di Chamonix terasa semakin spesial karena diraihnya di tengah proses pemulihan cedera yang membuat persiapannya tidak maksimal. "Saya belum bisa memanjat dengan baik karena belum bisa berlatih secara maksimal. Saya sudah memberikan yang terbaik dan menurut saya ini adalah pencapaian yang luar biasa. Saya hampir tidak menyentuh dinding saat latihan, lalu langsung bertanding di Madrid, Krakow, dan sekarang di Chamonix. Saya benar-benar bersyukur atas hasil ini," katanya.

Hasil Speed Putri World Climbing Series Chamonix 2026

Desak Made Rita Kusuma Dewi (Indonesia) – 6,22 detik
Giulia Randi (Italia) – 6,51 detik
Capucine Viglione (Prancis) – 6,41 detik

Hasil Speed Putra World Climbing Series Chamonix 2026

Veddriq Leonardo (Indonesia) – 4,89 detik
Antasyafi Robby Al Hilmi (Indonesia) – 5,11 detik
Ryo Omasa (Jepang) – 4,701 detik

Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |