PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump memperkuat cengkeramannya terhadap Partai Republik pada Selasa 19 Mei 2026. Seperti dilansir France24, ini terjadi setelah para pemilih di negara bagian Kentucky melengserkan Anggota Kongres AS Thomas Massie, salah satu dari sedikit tokoh konservatif yang bersedia secara terbuka menantang kebijakan Trump selama ini.
Beberapa negara bagian mengadakan pemilihan pendahuluan (primary) pada Selasa untuk memilih kandidat dalam pemilihan paruh waktu November. Namun, kontes yang paling menonjol adalah di Kentucky. Massie, seorang anggota Kongres AS selama tujuh periode, telah menjadi salah satu kritikus internal presiden Trump yang paling gigih.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Massie, yang membuat Trump marah karena memimpin upaya untuk merilis berkas Departemen Kehakiman AS yang terkait dengan mendiang pelaku kejahatan seksual Jeffrey Epstein, dikalahkan oleh Ed Gallrein.
Massie juga mengkritik bantuan militer AS tanpa syarat kepada Israel dan pelanggaran yang dilakukan negara itu di Gaza dan Lebanon.
Gallrein adalah veteran Navy SEAL yang didukung Trump dan kelompok pro-Israel, AIPAC.
Kekalahan tersebut, yang diproyeksikan oleh NBC dan CNN, menyusul kekalahan bagi para penentang Trump dari internal Partai Republik lainnya, termasuk anggota parlemen Indiana dan Senator Louisiana Bill Cassidy.
Kekalahan anggota Kongres Thomas Massie, yang diumumkan sekitar dua jam setelah pemungutan suara ditutup, menandai kemenangan lain dalam kampanye Trump untuk menghukum perbedaan pendapat di internal Partai Republik.
Kekalahan Massie terjadi setelah berbulan-bulan ia diserang oleh Trump, pengeluaran iklan lebih dari $34 juta dari kelompok pro-Israel, dan penampilan kampanye yang tidak biasa oleh Menteri Pertahanan Pete Hegseth atas nama penantang yang didukung Trump, Ed Gallrein.
Langkah-langkah sistematis ini mengubah pemilihan pendahuluan Kentucky yang tadinya tenang menjadi ujian loyalitas nasional.
Lobi Pro-Israel
Seperti dilaporkan Al Jazeera, persaingan antara kandidat yang didukung oleh Trump melawan Massie— seorang kritikus Republikan yang kerap mengkritik Israel—telah menjadi kontes pemilihan pendahuluan Dewan Perwakilan Rakyat termahal dalam sejarah Amerika Serikat.
Gelombang pengeluaran, yang mencapai lebih dari $34 juta pada Senin menurut catatan resmi, menyoroti pentingnya pemilihan yang dapat menggulingkan salah satu dari sedikit penentang Republikan terhadap perang dengan Iran.
Di tahap akhir kampanye menjelang pemungutan suara Selasa, Massie berupaya menyoroti peran besar kelompok proIsrael – termasuk Komite Urusan Publik Amerika-Israel (AIPAC) – dalam pemilihan ini.
Ia mengatakan pemilihan ini akan menjadi "referendum tentang kebijakan luar negeri" dan apakah kelompok lobi pro-Israel akan mampu "mengintimidasi" anggota Kongres.
"Anda bisa melihat bahwa saya unggul dalam jajak pendapat, dan mereka putus asa," kata Massie kepada ABC News pada Ahad.
"Itulah mengapa mereka mengirim menteri perang ke distrik saya besok. Itulah mengapa presiden kehilangan tidurnya dan mencuit tentang ini. Itulah mengapa AIPAC telah menggelontorkan US$3 juta lagi ke dalam kampanye saya akhir pekan ini."
Trump secara aktif berkampanye melawan Massie. Dalam waktu kurang dari 24 jam antara Ahad hingga Senin, presiden AS itu meluncurkan setidaknya empat unggahan di media sosial yang mencaci maki anggota kongres tersebut. Ia menyebutnya "lemah", "menyedihkan", dan "tidak berguna".
"Anggota Kongres terburuk dalam sejarah panjang Partai Republik adalah Thomas Massie," tulis Trump di platform Truth Social miliknya pada Senin. "Dia adalah penghalang dan orang bodoh. Singkirkan dia dari jabatannya besok, Selasa. Itu akan menjadi hari yang hebat bagi Amerika!"
















































