Mendagri Tito Karnavian: Rp 1 Triliun untuk Daerah Berprestasi 2026

2 hours ago 14

INFO TEMPO - Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengatakan Kemendagri tahun ini memiliki tambahan anggaran dibanding tahun sebelumnya. Dari tambahan anggaran tersebut, kata Tito, telah dialokasikan dana sebesar Rp 1 triliun untuk intensif fiskal daerah.

Sesuai amanat Undang-Undang Pemerintahan Daerah, Kementerian Dalam Negeri bertugas sebagai pembina dan pengawas pemerintahan daerah. “Kami punya berbagai instrumen dalam melaksanakan pembinaan dan pengawasan, namun sebagian besar berupa stick,” kata Tito saat berpidato dalam acara Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Regional Nusa Tenggara dan Maluku di Senggigi, Lombok Barat, pada Selasa malam, 19 Mei 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Hanya saja, Tito melanjutkan, jika Kemendagri terus-menerus menerapkan stick, maka akan dimusuhi oleh pemerintah daerah. “Kemudian kami berpikir untuk memberikan reward atau carrot,” ujarnya. Pemberian reward berupa intensif fiskal dalam wujud apresiasi, menurut Tito, lebih dibutuhkan dan bermanfaat dibanding penghargaan yang selama ini berupa trofi dan sertifikat. 

Agar seleksi dalam Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 berlangsung adil, Kemendagri membagi penilaian menjadi enam wilayah, yakni Sumatera, Kalimantan, Maluku-Nusa Tenggara, Jawa-Bali, Sulawesi, dan Papua. “Kalau semua dipertandingkan secara nasional, itu tidak fair. Sebab para gubernur yang kuat anggarannya selalu menang,” ucap Tito. 

Hal yang sama juga bakal terjadi jika membandingkan kabupaten dan kota yang memiliki anggaran besar dengan kabupaten dan kota yang minim anggaran. “Supaya berimbang, kami kumpulkan daerah dengan karakter yang mirip-mirip,” katanya.

Mengenai insentif fiskal, Tito menyerahkan pemanfaatannya kepada kepala daerah masing-masing sesuai kebutuhan daerah. Adapun kategori dalam apresiasi ini disesuaikan dengan ketersediaan data yang ada, yakni Creative Financing, Penanggulangan Kemiskinan dan Penurunan Stunting, Pengendalian Inflasi, dan Penurunan Tingkat Pengangguran.

Daerah yang menempati posisi pemenang pertama akan menerima insentif fiskal sebesar Rp 3 miliar, peringkat kedua Rp 2 miliar, dan terbaik ketiga Rp 1 miliar. “Selamat kepada daerah-daerah yang sudah menang. Bagi yang belum, kami harapkan bisa terpancing,” kata Tito. “Yang belum dapat (penghargaan) pikirannya ada dua, merasa ingin dapat juga atau emang gue pikirin.”

Guna memicu kerja keras pemerintah daerah, Tito punya jurus baru berupa  pembuatan indeks berbagai kategori untuk 38 provinsi, 93 kota, dan 416 kabupaten. Contoh, indeks pengendalian inflasi, maka otomatis daerah tidak mau berada di posisi bawah. “Nah, silakan bekerja keras sekarang karena bulan Juli nanti kami akan mulai membuat indeks itu," kata Tito.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Politik dan Keamanan (Menkopolkam) Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago menyampaikan apresiasinya kepada daerah pemenang. Yang belum menang, kata da, jangan berkecil hati karena dia meyakini selisih yang kecil antara pemenang dan yang belum menang. “Hanya saja karena ini kompetisi, maka diputuskan harus ada pemenang,” katanya.

Kemenangan itu, Djamari melanjutkan, adalah buah dari keberanian. “Tidak ada prestasi yang bisa tercapai tanpa keberanian untuk melangkah. Diawali dengan keinginan, kemudian bersama-sama melaksanakan, berani melangkah. Jadi tidak ada kemenangan tanpa ada yang dipertaruhkan," katanya.

Djamari berharap penghargaan yang diperoleh para pemenang bisa digunakan untuk kebaikan daerah masing-masing, "Ujungnya waktu pengabdian kita adalah untuk kesejahteraan bangsa ini, masyarakat di daerah masing-masing,” tutur Djamari. “Sekali lagi selamat dan semoga yang lain bersaing lagi untuk periode berikutnya.”

Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Regional Maluku dan Nusa Tenggara

Kategori Penanggulangan Kemiskinan dan Penurunan Stunting

Provinsi:

  1. Maluku Utara

Kota:

  1. Ternate

Kabupaten:

  1. Pulau Morotai
  2. Halmahera Utara
  3. Halmahera Tengah

Kategori Creative Financing

Provinsi:
1. Nusa Tenggara Barat

Kota:

  1. Mataram

Kabupaten:

  1. Lombok Barat
  2. Lombok Timur
  3. Halmahera Selatan

Kategori Pengendalian Inflasi

Provinsi:

  1. Nusa Tenggara Timur

Kota:

  1. Tual

Kabupaten:

  1. Sumba Timur
  2. Bima
  3. Maluku Tenggara

Kategori Penurunan Tingkat Pengangguran

Provinsi:

  1. Maluku Utara

Kota:

  1. Tidore Kepulauan

Kabupaten:

  1. Lembata
  2. Alor
  3. Sikka

(*)

Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |