CANTIKA.COM, Jakarta - Selama lebih dari tiga dekade, L’Oréal Brandstorm konsisten menjadi kompetisi inovasi global yang membuka peluang bagi generasi muda untuk mengembangkan ide kreatif sekaligus memahami dinamika industri kecantikan. Memasuki tahun ke-18 penyelenggaraannya di Indonesia, program ini tak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga wadah pembelajaran yang membentuk pola pikir inovatif dan kesiapan karier generasi Z atau Gen z.
President Director L’Oréal Indonesia, Benjamin Rachow, menegaskan bahwa sebagai perusahaan kecantikan global, L’Oréal memiliki komitmen kuat dalam membangun ekosistem industri sekaligus menyiapkan talenta masa depan. Inovasi, menurutnya, tidak hanya berkaitan dengan pengembangan produk, tetapi juga bagaimana perusahaan dapat menarik, membimbing, dan memberdayakan generasi muda yang kreatif dan adaptif terhadap perubahan.
Fokus pada Transformasi Luxury Fragrance
Setiap tahunnya, Brandstorm menghadirkan tema yang selaras dengan perkembangan industri kecantikan global, mulai dari beauty-tech, artificial intelligence, hingga men’s grooming. Tahun ini, fokus diarahkan pada tema Craft the Future of Luxury Fragrance, seiring pesatnya pertumbuhan kategori wewangian yang diprediksi mencapai nilai pasar sekitar Rp4 triliun di Indonesia pada 2025.
General Manager L’Oréal Luxe Division Indonesia, Maria Adina, menjelaskan bahwa fragrance kini berkembang melampaui fungsi dasar sebagai produk kecantikan. Wewangian telah menjadi bagian dari identitas diri sekaligus pengalaman emosional yang semakin personal, terintegrasi dengan teknologi, serta memperhatikan aspek keberlanjutan.
Brandstorm ke-18 mencatat peningkatan partisipasi yang signifikan dengan total 11.489 pendaftar dan 7.611 peserta aktif dari berbagai wilayah Indonesia. Jumlah ini hampir dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya, menunjukkan tingginya minat generasi muda terhadap inovasi di industri kecantikan.
Menurut Chief Human Resource Officer L’Oréal Indonesia, Victoria Aswien, kompetisi ini mendorong peserta untuk menggabungkan kreativitas, pemanfaatan teknologi, serta pemahaman terhadap kebutuhan konsumen dalam menciptakan pengalaman fragrance yang relevan di masa depan. Sepuluh finalis terbaik juga memperoleh kesempatan mentoring langsung dari para pemimpin L’Oréal Luxe Division yang memiliki pengalaman panjang di industri.
Setelah melalui proses seleksi yang ketat, tim Moneyfesteam dari Institut Teknologi Bandung berhasil meraih gelar pemenang nasional melalui inovasi bertajuk “Azzaro Quintessence”. Konsep ini menghadirkan ekosistem fragrance yang cerdas dan personal, menghadirkan pengalaman signature scent yang lebih praktis dan relevan dengan berbagai momen keseharian. Tim tersebut akan mewakili Indonesia pada final global di Paris pada Juni 2026 bersama peserta dari 63 negara lainnya.
Membuka Jalan Karier Talenta Muda
Selama hampir dua dekade, Indonesia telah menorehkan berbagai prestasi di tingkat global, termasuk Top 3 Global Winner pada 2011, Best Digital Prize pada 2014, hingga International Winner pada 2019 dan 2022. Partisipasi dalam Brandstorm juga memberikan bekal keterampilan penting, mulai dari riset pasar, pemecahan masalah, hingga pengembangan ide inovatif.
L’Oréal bahkan menjadikan Brandstorm sebagai salah satu jalur pengembangan talenta muda, dengan kontribusi sekitar 25 persen terhadap total karyawan muda dalam lima tahun terakhir. Para peserta terbaik berpeluang masuk dalam talent pool dan dipertimbangkan untuk mengikuti program internship maupun Management Trainee di L’Oréal Indonesia.
Perpaduan Seni, Teknologi, dan Sustainability dalam Luxury Fragrance
Sebagai salah satu pemimpin global di kategori luxury fragrance, L’Oréal Luxe Division menggabungkan pendekatan seni dan sains dalam menciptakan wewangian ikonik. Dengan pengalaman lebih dari 60 tahun serta dukungan lebih dari 100 ahli olfaktif dan kolaborasi perfumer dunia, setiap produk dikembangkan melalui proses panjang untuk memastikan kualitas dan keamanan.
Pemanfaatan teknologi juga menjadi bagian penting dalam pengembangan fragrance. Salah satunya melalui teknologi Osmobloom™, hasil kolaborasi dengan Cosmo International Fragrance, yang memungkinkan ekstraksi aroma bunga yang sebelumnya sulit diperoleh, seperti lily of the valley dan orange blossom. Selain itu, teknologi EEG pada YSL Beauty Scent-Sation memungkinkan analisis respons emosional konsumen untuk memberikan rekomendasi parfum yang lebih personal.
Komitmen terhadap keberlanjutan diwujudkan melalui penggunaan kemasan refillable pada berbagai produk best-seller, serta praktik sourcing bahan baku yang lebih bertanggung jawab, termasuk pemanfaatan bahan dari Indonesia dalam rantai pasok global.
Tren Fragrance Semakin Personal
Perubahan preferensi konsumen juga mendorong transformasi di industri wewangian. Konsumen kini tidak hanya mempertimbangkan fungsi parfum, tetapi juga karakter aroma yang mencerminkan kepribadian. Faktor seperti longevity, projection, dan sillage menjadi pertimbangan penting dalam memilih fragrance yang sesuai dengan berbagai momen, mulai dari acara formal, konser, hingga aktivitas sehari-hari.
Melalui Brandstorm, L’Oréal terus mendorong gen z untuk menghadirkan ide-ide inovatif yang mampu menjawab kebutuhan industri di masa depan, sekaligus memperkuat peran fragrance sebagai medium ekspresi diri yang semakin personal dan relevan.
VIRLY MARCELIN CHANDRA
Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi Terkini Gaya Hidup Cewek Y dan Z di Instagram dan TikTok Cantika.


















































