Pamit Pergi ke Rumah Anak, Lansia Asal Gunungkidul Hilang Tanpa Jejak

7 hours ago 11
Ilustrasi orang hilang | freepik

GUNUNGKIDUL, JOGLOSEMARNEWS.COM – Perjalanan seorang kakek menuju rumah anaknya berubah menjadi misteri yang hingga kini belum terpecahkan. Sudah beberapa hari berlalu sejak Kasemo Sentono alias Mbah Bajiyo (81) meninggalkan rumahnya di wilayah Paliyan, namun lansia tersebut tak kunjung kembali dan jejaknya belum berhasil ditemukan.

Kekhawatiran keluarga semakin memuncak setelah pria lanjut usia asal Selorejo, Kalurahan Sodo, Kapanewon Paliyan, itu tidak pernah tiba di rumah anaknya di wilayah Gebang, Kanigoro, Kapanewon Saptosari sebagaimana tujuan yang ia sampaikan sebelum berangkat.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Mbah Bajiyo terakhir terlihat pada Senin (22/6/2026) sekitar pukul 11.00 WIB. Sebelum pergi, ia sempat berpamitan kepada salah seorang tetangganya, Kisman. Saat itu korban diketahui mengenakan kaos bermotif lurik berwarna putih.

Karena tak kunjung memberi kabar dan tidak sampai di tujuan, keluarga berupaya melakukan pencarian secara mandiri. Namun berbagai usaha yang dilakukan tidak membuahkan hasil sehingga kasus tersebut akhirnya dilaporkan kepada pihak berwenang.

Laporan tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan operasi pencarian yang melibatkan tim SAR gabungan sejak Rabu (24/6/2026).

Kepala Kantor SAR Yogyakarta, Rio Banupanitis, mengatakan pihaknya segera mengerahkan personel setelah menerima laporan hilangnya korban.

“Kami menerima laporan adanya seorang warga lanjut usia yang belum kembali setelah berpamitan menuju rumah anaknya di wilayah Saptosari. Tim SAR Gabungan kemudian melaksanakan operasi pencarian dengan penyapuan darat dan dukungan drone thermal untuk mempercepat proses pencarian,” kata Rio.

Untuk memperluas jangkauan pencarian, tim dibagi menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU). Tim pertama melakukan penyisiran darat dengan radius sekitar tiga kilometer dari lokasi yang diperkirakan menjadi jalur perjalanan korban. Sementara tim kedua memanfaatkan teknologi drone thermal guna memantau area yang sulit dijangkau, termasuk kawasan Goa Ngeleng.

Sejumlah titik yang dianggap berpotensi menjadi lokasi keberadaan korban telah diperiksa secara intensif. Mulai dari kawasan Goa Ngeleng, area sekitar goa, Pasarean Gunung Bagus, hingga Luweng Pari dan Joblang menjadi fokus pencarian sepanjang hari.

Meski berbagai metode telah digunakan, termasuk dukungan pemantauan udara, hasil pencarian hari pertama belum menunjukkan tanda-tanda keberadaan korban.

“Hingga operasi SAR hari pertama ditutup pada pukul 17.30 WIB, korban masih belum ditemukan. Pencarian akan dilanjutkan dengan evaluasi area yang sudah disisir dan kemungkinan perluasan wilayah pencarian,” ujar Rio.

Tim SAR gabungan kemudian melanjutkan operasi pencarian pada Kamis (25/6/2026) dengan mempertimbangkan perluasan area berdasarkan hasil evaluasi lapangan.

Rio juga mengajak masyarakat untuk turut membantu proses pencarian dengan melaporkan setiap informasi yang berkaitan dengan keberadaan korban.

“Kami mengimbau masyarakat yang mungkin melihat atau memiliki informasi terkait keberadaan korban agar segera melapor kepada aparat setempat atau Posko SAR Gabungan sehingga informasi tersebut dapat segera ditindaklanjuti,” katanya.

Hingga berita ini ditulis, Mbah Bajiyo masih dalam pencarian dan keluarga berharap lansia tersebut segera ditemukan dalam keadaan selamat. [*] Disarikan dari sumber berita media daring

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |