Pendapatan Industri Asuransi Jiwa Turun 6 Persen

14 hours ago 18

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia mencatat total pendapatan industri asuransi jiwa pada kuartal I 2026 sebesar Rp 47,63 triliun.

3 Juni 2026 | 11.01 WIB

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) memaparkan kinerja industri asuransi jiwa untuk periode kuartal I 2026 di Jakarta, 2 Juni 2026. Dok. AAJI

Perbesar

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) memaparkan kinerja industri asuransi jiwa untuk periode kuartal I 2026 di Jakarta, 2 Juni 2026. Dok. AAJI

ASOSIASI Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat total pendapatan industri asuransi jiwa pada kuartal I 2026 sebesar Rp 47,63 triliun. Angka itu merosot 6 persen dari pendapatan pada periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 50,66 triliun.

“Sepanjang Januari hingga Maret 2026, industri asuransi jiwa membukukan total pendapatan keseluruhan sebesar Rp 47,63 triliun,” ucap Ketua Dewan Pengurus AAJI Albertus Wiroyo dalam siaran pers pada Selasa, 2 Juni 2026.

Jika dirinci, pendapatan premi unweighted turun 0,5 persen secara year on year dari Rp 47,50 triliun menjadi Rp 47,27 triliun. Sedangkan pendapatan premi weighted turun 4,5 persen dari Rp 31,49 triliun menjadi Rp 30,08 triliun.

Albertus mengatakan premi bisnis baru tumbuh 5,0 persen year on year menjadi Rp 27,9 triliun. Sementara jumlah tertanggung tumbuh 20,9 persen menjadi 118,28 juta orang. Adapun pembayaran klaim dan manfaat pada kuartal I 2026 tercatat sebesar Rp 38,73 triliun. Klaim tersebut meningkat 1,5 persen year on year dari tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp 38,16 triliun.

Ketua Bidang Literasi dan Perlindungan Konsumen AAJI Wianto Chen mengatakan salah satu komponen klaim yang meningkat signifikan adalah klaim akhir kontrak yang melonjak 112,0 persen menjadi Rp 10,45 triliun. Hal ini menunjukkan semakin banyak pemegang polis yang telah mencapai akhir masa perlindungannya dan menerima manfaat sesuai ketentuan polis.

Sementara itu, klaim surrender turun 30,4 persen menjadi Rp 13,37 triliun. Kondisi ini mencerminkan kecenderungan masyarakat untuk mempertahankan polis asuransi jiwa sebagai bagian dari perlindungan jangka panjang. “Adanya kenaikan klaim kesehatan menunjukkan bahwa kebutuhan layanan kesehatan masyarakat masih tinggi, dan perlindungan asuransi kesehatan tetap memainkan peran yang sangat penting,” ucap Wianto.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |