KLUB Persib Bandung memastikan diri menjadi juara Super League 2025/2026 setelah bermain imbang tanpa gol melawan Persijap Jepara pada laga terakhir musim di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Bandung, Sabtu, 23 Mei 2026. Hasil itu cukup membawa Maung Bandung mengangkat trofi juara untuk ketiga musim secara beruntun sekaligus menorehkan gelar kelima sepanjang era Liga Indonesia.
Persib mengakhiri musim dengan koleksi 79 poin, sama dengan Borneo FC yang pada saat bersamaan menang telak 7-1 atas Malut United. Namun, tim asuhan Bojan Hodak berhak menjadi juara karena unggul head-to-head atas Pesut Etam.
Gelar musim ini membuat Persib kini menjadi klub dengan koleksi gelar Liga Indonesia terbanyak sepanjang sejarah melampaui Persipura Jayapura. Sebelumnya, Persib meraih gelar pada musim 1994/1995, 2014, 2023/2024, dan 2024/2025. Adapun Persipura menjadi juara pada 2005, 2008/2009, 2010/2011, dan 2013. Keberhasilan musim ini juga mengukuhkan dominasi Persib dalam tiga musim terakhir setelah sebelumnya menjadi juara pada 2023/2024 dan 2024/2025.
Pada pertandingan melawan Persijap, Persib langsung tampil menekan sejak awal laga. Peluang pertama hadir pada menit keempat ketika Thom Haye melepaskan tendangan dari luar kotak penalti, tetapi bola masih melambung di atas mistar gawang Persijap.
Persijap lebih banyak bertahan dan merapatkan lini belakang untuk meredam dominasi tuan rumah. Perlahan, tim tamu mulai mampu mengimbangi permainan melalui penguasaan bola di lini tengah. Peluang Persijap hadir pada menit ke-23 lewat situasi sepak pojok. Sundulan Wahyudi Hamisi di dalam kotak penalti masih belum mengarah tepat ke gawang Persib.
Persib kembali mendapat peluang emas pada menit ke-33. Serangan balik cepat yang dibangun Beckham Putra dan Andrew Jung diakhiri sontekan Adam Alis setelah menerima umpan Thom Haye. Namun, kiper Persijap Muhammad Ardiansyah masih mampu menepis bola.
Dua menit berselang, Adam Alis kembali mengancam lewat tendangan melengkung ke pojok kiri gawang, tetapi Ardiansyah lagi-lagi tampil sigap menjaga gawang Persijap. Menjelang akhir babak pertama, Persijap hampir mencuri gol melalui Rendi Saepul yang lolos dari jebakan offside setelah menerima umpan Iker Guarrotxena. Namun, Teja Paku Alam berhasil menggagalkan peluang tersebut. Skor 0-0 bertahan hingga turun minum.
Pada babak kedua, Persib tetap mendominasi permainan dan terus menekan pertahanan Persijap. Peluang terbaik hadir pada menit ke-57 melalui Andrew Jung, tetapi sepakannya masih bisa ditepis Ardiansyah. Delapan menit kemudian, Jung kembali memperoleh peluang setelah menerima umpan matang Beckham Putra di depan gawang. Namun, bola sepakannya membentur pemain Persijap dan hanya menghasilkan sepak pojok.
Bojan Hodak kemudian melakukan pergantian pemain pada menit ke-67 dengan memasukkan Ramon Tanque dan Uilliam Barros menggantikan Andrew Jung serta Beckham Putra. Memasuki pertengahan babak kedua, tempo pertandingan mulai menurun. Kedua tim kesulitan menciptakan peluang berbahaya hingga laga berakhir tanpa gol.
Peluit panjang wasit langsung disambut selebrasi ribuan bobotoh di Stadion GBLA yang merayakan keberhasilan Persib mempertahankan gelar juara Super League.
Berikut susunan pemain kedua tim:
Persib Bandung: Teja Paku Alam, Eliano Reijnders, Kakang Rudianto, Federico Barba, Patricio Matricardi, Adam Alis, Frans Putros, Thom Haye, Beckham Putra, Rosembergne da Silva, Andrew Jung.
Persijap Jepara: Muhammad Ardiansyah, Jose Luis Espinosa, Diogo Brito, Najeeb Yakubu, Rahmat Hidayat, Borja Martinez Sanchez, Wahyudi Hamisi, Dicky Kurniawan Arifin, Carlos Franca Freires, Indra Wiguna, Iker Guarrotxena.
Pilihan Editor: Klimaks Penentuan Juara Super League: Bagaimana Skenarionya?
Pilihan Editor: Tiba-tiba Saja Klub Sepak Bola Prabowo Masuk Super League
















































