REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung didampingi Direktur Utama Jakarta Propertindo (Jakpro) Iwan Takwin serta Direktur Teknik dan Pengembangan Jakpro Robert Sajaka meninjau langsung lokasi pembangunan LRT Jakarta Fase 1B pada Selasa (14/7/2026) guna memastikan kelancaran proses pembangunan. Hadir pula Direktur Utama PT LRT Jakarta Aditia Kesuma Negara dan Direktur Operasi II Waskita Karya Paulus Budi Kartiko.
Dalam kunjungannya, Pramono mengatakan keberadaan LRT Jakarta Fase 1B akan menjadi inspirasi atau role model untuk menyelesaikan persoalan transportasi di Jakarta. Karena itu, ia berterima kasih kepada kontraktor, jajaran Jakpro, dan pihak LRT Jakarta yang telah mengerjakan proyek senilai Rp 4,1 triliun tersebut.
"Semua aktivitas ini sepenuhnya dilakukan oleh anak bangsa melalui PT Waskita dan Nindya," kata dia, dikutip dari siaran pers, Selasa (14/7/2026).
Pramono berharap LRT Jakarta Fase 1B dapat diresmikan pada Agustus mendatang dan menjadi wajah baru transportasi di Ibu Kota.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Jakpro sangat mendukung hadirnya LRT rute Velodrome-Manggarai. Sejalan dengan harapan Gubernur Pramono, Waskita Karya memastikan sebentar lagi Jakarta memiliki pilihan angkutan publik baru yang akan mendukung konektivitas perkotaan.
Infrastruktur tersebut akan menghubungkan Jakarta Timur dengan Jakarta Pusat, sekaligus memperkuat integrasi antarmoda di Stasiun Manggarai.
"Saat ini telah diselesaikan pemasangan steel box girder di atas jalur kereta api aktif Double-Double Track (DDT) Manggarai, dengan window time terbatas kurang dari tiga jam. Rangkaian pemasangan girder dilakukan tanpa mengganggu operasional KRL maupun kereta antarkota yang melintasi jalur tersebut," jelas Paulus dalam keterangan resmi, Selasa (14/7/2026).
Langkah itu menunjukkan komitmen tinggi Waskita dalam penerapan sistem Quality, Health, Safety, and Environment (QHSE). Meski pengerjaan proyek terus dikebut, perseroan tetap memperhatikan standar mutu, keselamatan pekerja, sekaligus meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan.
Bahkan, Waskita berhasil mencatatkan pencapaian 7,5 juta jam kerja selamat tanpa kecelakaan (lost time injury) pada pembangunan LRT Jakarta Fase 1B. Capaian itu menjadi bukti konsistensi implementasi standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
"Sebanyak 7,5 juta jam kerja selamat ini menjadi fondasi penting dalam pelaksanaan proyek yang berada di tengah padatnya lalu lintas Jakarta serta ruang kerja yang terbatas. Seperti diketahui, tantangan utama (urban constraint) dalam pengerjaan LRT Jakarta antara lain lalu lintas Jakarta yang selalu padat," jelasnya.
Kini, lanjut Paulus, pekerjaan LRT Jakarta Fase 1B memasuki proses pengecoran slab deck atau lantai struktural pada jembatan. Setelah itu akan dilanjutkan dengan pemasangan beton precast parapet dan uditch.
"Dijadwalkan pada 1 Agustus mendatang pekerjaan slab track selesai dicor. Dengan begitu dapat mendukung persiapan pengujian train run sampai Stasiun Manggarai," tuturnya.
Paulus menyebutkan hingga kini train run telah beberapa kali dilaksanakan sampai Stasiun Kayu Manis. Hasil pengujian jalur lintasan sepanjang 3,6 kilometer (km) tersebut menunjukkan sarana transportasi ini aman digunakan masyarakat.
"Pengujian sistematis dan terstruktur terhadap semua komponen terus dilakukan, mulai dari jalur, persinyalan, kelistrikan, komunikasi, hingga integrasi operasional. Setiap meter jalur LRT Jakarta Fase 1B merupakan bagian dari tanggung jawab Waskita kepada masyarakat. Karena itu, kami mengerjakannya dengan penuh perhitungan, ketelitian, dan selalu berkoordinasi dengan Jakpro sebagai owner," katanya.
Ia melanjutkan, keterlibatan Waskita Karya dalam pembangunan proyek tersebut bukan hanya terkait pekerjaan konstruksi, tetapi juga menjadi kesempatan untuk menunjukkan hasil atau showcase capability. Proyek dengan visibilitas tinggi ini menjadikan kualitas pekerjaan berdampak langsung terhadap reputasi jangka panjang.
Waskita Karya, tegasnya, berkomitmen terus mendukung sekaligus mengawal terwujudnya integrasi moda transportasi di Ibu Kota secara keseluruhan. Pembangunan LRT Jakarta ini turut memperkuat rekam jejak perseroan sebagai BUMN konstruksi yang berdaya saing tinggi, baik di dalam maupun luar negeri.
"Kami optimistis kehadiran LRT Jakarta Fase 1B tidak hanya menambah pilihan transportasi umum yang modern, tetapi juga memudahkan mobilitas warga dan mendorong peralihan dari kendaraan pribadi ke transportasi umum. Pada akhirnya, hal ini akan berdampak positif terhadap lingkungan karena mendukung target Net Zero Emission (NZE) pemerintah," katanya.

9 hours ago
24

















































