Petugas kepolisian berjaga saat penggeledahan di Cafe De Clan, Cipete, Jakarta Selatan. Rabu (8/7/2026). Penggeledahan tersebut dilakukan oleh kepolisian dari Direskrimsus Polda Metro Jaya dan Kortastipidkor Mabes Polri di Restoran de Clan Signature, dan Koinn Money Changer yang berada di Jalan Cipete, Cilandak, Jaksel. Dalam penggeledahan polisi menemukan brangkas berisi dokumen dan sejumlah uang dalam pecahan dolar AS dan Singapura. Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto, penggeledahan tersebut dilakukan dalam rangka penyidikan tiga kasus dugaan korupsi serta pencucian uang di wilayah Jakarta Selatan.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pemilik uang dan aset-aset yang ditemukan penyidik gabungan Polri di Restoran de’Clan dan Koin Money Changer terungkap. Pengacara tersangka Don Ritto, Handika Honggowongso mengungkapkan uang senilai kurang lebih Rp 67,2 miliar itu adalah milik seorang pengusaha.
Handika menantang tim penyidik Ditreskrimsus Polda Metro Jaya dan Kortas Tipidkor Polri untuk mengumumkan sendiri siapa pengusaha yang memiliki aset-aset uang tersebut. “Kalau ditanya itu uang dari mana, uang siapa, itu adalah kerja sama dengan pengusaha,” kata Handika di Jakarta, Selasa (14/7/2026).
Siapa pengusaha itu? Handika mengaku takut mengungkap namanya. Justru dia meminta pihak kepolisian yang mengungkapkan ke publik dari hasil penyidikan selama ini tentang siapa pengusaha tersebut.
“Monggo teman-teman media menanyakan itu kepada pihak Kortas Tipidkor maupun Polda Metro Jaya siapa pengusaha itu. Kalau kami nggak berani menyebut,” ujar Handika.
Handika mengatakan, uang milik pengusaha yang disimpan di restoran bermenu makanan khas Prancis itu, pun sebetulnya merupakan dana yang disiapkan untuk membantu pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam membangun infrastruktur di wilayah Kalimantan.
“Itu adalah kerja sama dengan pengusaha untuk membangun dermaga atau pelabuhan di daerah Kalimantan Timur,” kata Handika.
Uang-uang tersebut tersimpan di dalam sebuah koper di dalam brangkas. “Yang jelas koper di mana uang itu ditaruh, itu adalah koper (merk) President,” ujar Handika.

9 hours ago
28

















































