Lukisan setengah jadi panorama Krisak Selogiri Wonogiri karya Presiden SBY. IstimewaWONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Siapa sangka sebuah warung yang belum selesai dibangun di tepi Jalan Raya Solo–Wonogiri, tepatnya di kawasan Krisak, Kecamatan Selogiri Wonogiri, Selasa (14/7/2026), mendadak menjadi pusat perhatian. Penyebabnya bukan acara resmi atau kunjungan kenegaraan, melainkan momen langka ketika Presiden ke-6 Republik Indonesia, Prof. Dr. (HC) H. Susilo Bambang Yudhoyono, M.A. (SBY) berhenti sejenak untuk melakukan hobi yang sudah lama melekat pada dirinya, yakni melukis.
Suasana sore yang tenang berubah menjadi ramai. Warga yang melintas maupun masyarakat sekitar langsung berdatangan setelah mengetahui SBY sedang menggoreskan kuas di atas kanvas. Banyak yang mengabadikan momen tersebut melalui kamera ponsel, sementara sebagian lainnya memanfaatkan kesempatan untuk berfoto bersama.
Presiden SBY saat melukis di Krisak Selogiri Wonogiri. IstimewaDi hadapan bentangan alam Krisak yang memanjakan mata, SBY tampak santai mengenakan kaus berkerah warna-warni dipadukan dengan topi pet. Duduk di dalam bangunan warung sederhana yang belum rampung sepenuhnya, ia begitu fokus menuangkan keindahan alam Wonogiri ke dalam sebuah lukisan.
Di atas kanvas putih, perlahan muncul hamparan persawahan hijau yang berpadu dengan kontur perbukitan khas Krisak. Di kejauhan, siluet Gunung Gajah Mungkur menjadi latar yang memperkuat pesona panorama alam tersebut. Setiap sapuan kuas menghadirkan nuansa alami yang menggambarkan kekayaan lanskap Wonogiri.
Presiden SBY berfoto bersama warga di Krisak Selogiri Wonogiri. IstimewaSBY memang dikenal sebagai sosok yang memiliki kecintaan besar terhadap seni lukis. Baginya, melukis bukan sekadar aktivitas mengisi waktu luang, tetapi juga cara menikmati perjalanan, mengabadikan keindahan alam, sekaligus mengekspresikan rasa syukur atas kekayaan panorama Indonesia.
Dalam perjalanan dari Pacitan menuju wilayah lain, rombongan SBY memutuskan singgah di Krisak. Ia didampingi Andi Mallarangeng selaku Ketua Dewan Pakar Partai Demokrat, Sartono Hutomo, anggota DPR RI Partai Demokrat Dapil VII Jawa Timur, serta Renanda Bachtar yang menjabat Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat.
Setelah menentukan sudut pandang yang dianggap paling menarik, SBY segera mengambil perlengkapan melukis. Dengan gerakan yang tenang dan penuh konsentrasi, kuas yang telah dibalut cat minyak mulai bergerak mengikuti imajinasi serta panorama yang terbentang di hadapannya.
Rombongan tiba sekitar pukul 16.00 WIB. Selama lebih dari satu setengah jam, proses melukis berlangsung dalam suasana santai. Warga terus berdatangan untuk menyaksikan secara langsung bagaimana seorang mantan kepala negara menuangkan keindahan Wonogiri ke atas kanvas.
Momen tersebut menjadi pengalaman yang tidak biasa bagi masyarakat Krisak. Tidak sedikit yang mengaku baru pertama kali melihat langsung proses melukis yang dilakukan SBY. Sesekali ia menyapa warga dengan ramah sebelum kembali fokus menyempurnakan detail demi detail lukisannya.
Sekitar pukul 17.32 WIB, aktivitas melukis dihentikan karena rombongan harus melanjutkan perjalanan. Meski demikian, karya tersebut ternyata belum selesai sepenuhnya.
SBY menjelaskan bahwa lukisan panorama Krisak Selogiri baru mencapai sekitar 50 persen. Penyelesaiannya akan dilanjutkan setelah kembali ke kediamannya sehingga hasil akhirnya bisa lebih sempurna sesuai dengan gambaran yang ia inginkan.
Bagi Wonogiri, momen ini menambah daftar lokasi yang pernah diabadikan SBY melalui karya seni. Sebelumnya, ia juga pernah melukis panorama Glonggong, kawasan perbatasan Giriwoyo–Pacitan, serta keindahan Waduk Pidekso di Kecamatan Giriwoyo.
Hal tersebut menunjukkan bahwa bentang alam Wonogiri memiliki daya tarik tersendiri di mata SBY. Perbukitan hijau, hamparan sawah, waduk, hingga lanskap pegunungan menjadi inspirasi yang berulang kali mengundangnya berhenti sejenak untuk mengabadikan pesona daerah ini melalui sapuan kuas.
Bukan hanya menjadi kenangan pribadi, lukisan-lukisan tersebut sekaligus menjadi cara unik memperkenalkan keindahan Wonogiri kepada masyarakat yang lebih luas. Sebab, setiap karya yang lahir selalu membawa cerita tentang alam Indonesia yang memikat dan layak dikenal dunia. Aris Arianto
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.



















































