Ratusan Pemuda Indonesia Ikuti Simulasi Sidang PBB di Bangkok

3 hours ago 10

REPUBLIKA.CO.ID, BANGKOK – Simulasi sidang Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) terus dimanfaatkan sebagai sarana pengembangan kapasitas generasi muda di bidang diplomasi dan hubungan internasional. Melalui forum tersebut, peserta berlatih menyusun argumentasi, bernegosiasi, serta mencari solusi atas berbagai isu global.

Sebanyak 486 delegasi asal Indonesia mengikuti Asia Youth International Model United Nations (AYIMUN) ke-21 yang berlangsung di Bangkok, Thailand, pada 26-29 Juni 2026. Kegiatan yang diselenggarakan International Global Network (IGN) itu diikuti sekitar 700 delegasi dari 19 negara.

Presiden IGN, Muhammad Fahrizal, mengatakan, simulasi sidang PBB tidak hanya menjadi ajang untuk mengasah kemampuan berbicara, tetapi juga mempertemukan peserta dari berbagai negara dengan latar belakang budaya dan cara pandang yang berbeda.

“700 orang berada di ruangan yang sama, siap berbicara atas nama negara yang mereka wakili dan memperjuangkan isu yang mungkin sebelumnya belum pernah dipelajari. Bagi saya, itu adalah sesuatu yang luar biasa,” ujar Fahrizal dalam keterangannya, Selasa (30/6/2026).

Pembukaan AYIMUN ke-21 dihadiri Duta Besar Malaysia untuk Thailand, Datuk Wan Zaidi Wan Abdullah; Duta Besar Timor-Leste untuk Thailand, Francisco Tilman Cepeda; serta Associate Economic Affairs Officer United Nations Economic and Social Commission for Asia and the Pacific (UNESCAP), Jack Crawford.

Datuk Wan Zaidi mengajak para delegasi memanfaatkan forum tersebut untuk memperluas wawasan, meningkatkan keterampilan diplomasi, serta membangun jejaring dengan peserta dari berbagai negara.

“Manfaatkan kesempatan ini untuk memperoleh pengetahuan, mengasah keterampilan, dan membangun persahabatan selama berdiskusi mengenai berbagai isu dunia,” katanya.

Francisco Tilman Cepeda mengatakan, dunia menghadapi tantangan yang semakin kompleks sehingga keterlibatan generasi muda diperlukan untuk menghadirkan gagasan dan solusi baru.

“Melalui platform seperti AYIMUN, kalian dapat membangun kepercayaan, mencari solusi bersama, dan menumbuhkan rasa saling menghormati,” ujarnya.

Sementara itu, Jack Crawford menilai tema AYIMUN tahun ini relevan dengan situasi global yang penuh ketidakpastian. Menurut dia, keterlibatan generasi muda dalam mempelajari diplomasi menjadi modal penting untuk menghadapi berbagai tantangan internasional.

“Di tengah dunia yang penuh ketidakpastian, para peserta AYIMUN memilih mempelajari diplomasi, memahami berbagai persoalan global, dan menunjukkan kepedulian terhadap isu-isu yang dihadapi dunia,” katanya.

AYIMUN ke-21 mengangkat tema The Uncertain World: Rethinking Diplomacy in the Face of Crisis. Simulasi sidang dibagi ke dalam sembilan dewan, antara lain United Nations Environment Programme (UNEP), World Health Organization (WHO), United Nations Development Programme (UNDP), United Nations Trade and Development (UNCTAD), United Nations Committee on the Peaceful Uses of Outer Space (UNCOPUOS), Disarmament and International Security Committee (DISEC), serta United Nations Human Rights Council (UNHRC).

Dalam kesempatan tersebut, IGN juga memberikan beasiswa penuh kepada empat alumni AYIMUN dan Asia World Model United Nations (AWMUN) yang telah mengikuti program lebih dari empat kali. Mereka adalah Lleyton Schuts (Australia), Mailika P. Boransing (Filipina), Bratasena Ratmowardojo (Indonesia), dan Mirabelle Woo (Malaysia). Beasiswa tersebut digunakan untuk mengikuti AYIMUN ke-22 yang dijadwalkan berlangsung di Kuala Lumpur, Malaysia, pada Agustus 2026.

Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |