Sinergi PDIP dan Parpol Timor-Leste: Megawati Komitmen Lahirkan Pemimpin Perempuan Tangguh di Asia

7 hours ago 26

INFO NASIONAL - Kunjungan sejarah Presiden Kelima Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri ke Dili tidak hanya menghasilkan komitmen diplomasi formal, tetapi juga membuka peta jalan baru bagi kerja sama politik praktis. Dalam konferensi pers bersama Perdana Menteri Kay Rala Xanana Gusmão dan Presiden José Ramos-Horta, Megawati menegaskan komitmennya untuk memperkuat kapasitas politisi perempuan di Timor-Leste melalui kerja sama kaderisasi kepartaian.

Langkah ini bermula dari aspirasi langsung para politisi perempuan setempat. "Tadi ibu-ibu ada yang mengatakan, 'Ibu, cepat bikin kursus buat ibu-ibu perempuan partai.' Oke, saya bilang saya senang sekali," kata Megawati.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Megawati menegaskan, PDI Perjuangan siap membuka ruang pelatihan kepemimpinan strategis bagi kaum perempuan di Timor-Leste agar mereka mampu tampil percaya diri di meja-meja pengambilan keputusan tertinggi negara. Sebagai contoh nyata, Megawati memperkenalkan Ketua DPP PDI-P, Bintang Puspayoga, yang turut mendampinginya.

Megawati mengisahkan bagaimana Bintang aktif bergerak membina program Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bagi kaum perempuan di Indonesia. Pola pemberdayaan berbasis ekonomi domestik inilah yang dinilai sangat cocok untuk diadopsi oleh ibu-ibu perajin kain tenun tradisional Tais di Timor-Leste agar mandiri secara ekonomi dan mampu menembus pasar internasional.

Komitmen pemberdayaan ini diperkuat oleh testimoni luar biasa dari Perdana Menteri Kay Rala Xanana Gusmão. Di hadapan awak media, pria yang akrab disapa Maun Xanana ini menyebut kehadiran dan pemikiran Megawati telah memberikan refleksi mendalam bagi perjalanan bangsa Timor-Leste.

"Ini suatu hari yang kita tidak akan lupakan, karena kita menerima di Istana ini seseorang yang historis. Secara, yang tadi menyadarkan kita tentang kehidupan baru sekarang. Ibu Megawati ini adalah contoh untuk semua perempuan di Timor-Leste, agar jangan berpikiran kecil-kecil setiap harinya," kata Xanana dengan penuh rasa hormat.

Xanana mengatakan, keteladanan Megawati tidak hanya berlaku bagi kaum perempuan, melainkan juga bagi seluruh rakyat Timor-Leste tanpa memandang gender. "Dan, semua-semua aspek kehidupan. Inilah, ya, bukan hanya perempuan, perempuan Timor-Leste, tapi juga laki-laki, itu kita harus belajar dari Ibu ini. Karena kita harus percaya pada diri sendiri," ujar Xanana, menekankan pentingnya mentalitas berdikari yang selalu digaungkan Megawati.

Di balik keseriusan agenda pemberdayaan gender dan dorongan motivasi tersebut, hubungan personal antara Megawati dan Xanana Gusmão justru berjalan sangat kasual, cair, dan jauh dari kekakuan protokoler. Kedekatan historis selama puluhan tahun membuat kedua tokoh bangsa ini kerap bersentuhan secara sosial dengan penuh kehangatan.

Sesaat sebelum konferensi pers dimulai, suasana di dalam ruangan Istana Kepresidenan mendadak riuh. Sejumlah politisi perempuan Timor-Leste tampak antusias merapat dan meminta kesediaan Ibu Megawati untuk berfoto bersama.

Melihat momen tersebut, Perdana Menteri Xanana Gusmão tidak tinggal diam. Alih-alih memanggil fotografer resmi istana, Xanana justru beraksi jenaka. 

Dia maju mendekati kerumunan, lalu mengangkat sebungkus rokok di tangannya dan mengarahkannya ke depan wajah seolah-olah benda tersebut adalah lensa kamera profesional. Dengan senyum lebar dan gaya teatrikal khasnya, Xanana berlagak memimpin sesi pemotretan.

"Satu, dua, tiga," seru Xanana lantang sambil berpura-pura menekan tombol rana kamera dengan rokoknya. 

Aksi kocak spontan sang Perdana Menteri sontak memicu tawa lepas dari Megawati dan seluruh politisi perempuan yang sedang berpose. Keakraban sosial ini terus berlanjut hingga sesi tanya jawab dengan media. 

Ketika Megawati mengingatkan Pemerintah Timor-Leste untuk segera mematenkan hak kekayaan intelektual kain Tais agar tidak diklaim bangsa asing, Xanana langsung menyahutnya dengan kelakar balik. "Kalau begitu, tolong partai Anda, tolong beli Tais dari Timor-Leste sebanyak-banyaknya," ujar Xanana sambil tertawa.

"Boleh, boleh. Saya akan borong dan bagikan kepada ibu-ibu di Jakarta," jawab Megawati dengan raut wajah semringah.(*)

Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |