TPNPB Klaim Tembak Mati Personel TNI Setelah Jeki Murib Tewas

4 hours ago 10

MARKAS Pusat Komnas Tentara Pembebasan Nasional Papua Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) mengklaim telah menembak mati satu personel TNI dalam kontak tembak pada Selasa, 28 April 2026. Penembakan itu dilakukan usai sepekan sebelumnya salah satu tokoh sentral TPNPB, Jeki murib, tewas ditembak oleh TNI. 

Juru Bicara Manajemen Markas Pusat Komnas TPNPB Sebby Sambom menjelaskan, pasukan TPNPB di bawah Komandan Operasi HSSBI Mayor Wene Kobak telah melakukan kontak tembak melawan aparat TNI di Kali Wo, Kota Dekai, sejak 18 April 2026. Saling serang itu kemudian berlanjut hingga Selasa, 28 April 2026 malam. 

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Dalam operasi itu, Sebby mengklaim pasukan khusus Batalyon HSSBI berhasil memasuki Koramil Dekai Kota dan menembak mati satu anggota TNI yang berada di markas tersebut. “Penyerangan tersebut dilakukan atas perintah Panglima TPNPB Kodap XVI Yahukimo Brigadir Jenderal Elkius Kobak dan Komandan Operasi Mayor Kopitua Heluka,” kata Sebby dalam keterangan tertulis pada Rabu, 29 April 2026. 

Menurut Sebby, operasi penyerangan terhadap militer Indonesia berturut-turut yang dilakukan TPNPB tersebut merupakan penyerangan balasan atas gugurnya tiga prajurit TPNPB, yakni Anggin Kobak, Sel Siip, dan Muruin Suhun. Adapun perintah operasi di Dekai Kota ini dikeluarkan oleh Ketua Batalyon HSSBI Enos M Yual dan wakilnya, Jinak Sobolim, serta Komandan Operasi Mayor Wene Kobak. 

“Ketiga tokoh itu bertanggung jawab penuh atas semua serangkaian penyerangan terhadap militer Indonesia,” kata Sebby. 

Lebih lanjut, Sebby mengingatkan bahwa saat ini pasukan TPNPB Kodap XVI Yahukimo Batalyon HSSBI masih melakukan operasi terbuka di seluruh lokasi di Kota Dekai. Operasi terbuka disebut akan terus berlanjut hingga kemerdekaan atas Papua tercapai. “Maka pasukannya akan terus melakukan perlawanan terhadap militer Indonesia,” kata dia.

Sebby meminta warga sipil imigran yang berada di Dekai Kota untuk segera meninggalkan Kabupaten Yahukimo. “Jika imbauan kami tidak diindahkan maka kami anggap semua adalah intelijen  militer Indonesia dan kami siap eksekusi mati,” tuturnya. Selain itu, masyarakat sipil di Yahukimo yang beraktivitas menggunakan kendaraan bermotor juga diminta tidak menutup helm dan wajib menurunkan kaca bagi setiap mobil yang melintas. 

Selain itu, kelompok TPNPB juga meminta TNI tidak menangkap masyarakat sipil dengan sembarangan, sebab yang melakukan serangkaian penyerangan berturut-turut di Yahukimo murni dari pasukan OPM. Terakhir, Sebby mengultimatum Bupati Yahukimo Didimus Yahuli dan Wakil Gubernur Ones Pahabol untuk menghentikan semua program negara di Yahukimo. 

“Jika tidak mengindahkan ultimatum kami maka, siapa pun dia yang menjalankan program negara kami TPNPB siap kejar dan eksekusi mati,” kata dia. 

Tempo telah mengirimkan pesan konfirmasi mengenai klaim Sebby soal tewasnya personel TNI dalam operasi tersebut kepada Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Aulia Dwi Nasrullah. Namun Aulia belum merespons. 

Sebelumnya, Kapten Pasukan Komando Operasional atau Koops Habema TNI Letnan Kolonel Wirya Arthadiguna mengklaim pasukannya telah menembak mati Jeki Murib dalam kontak senjata yang terjadi di Kampung Pinapa, Distrik Omukia Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua, pada Senin, 20 April 2026.

“Jeki Murib terpaksa kami lumpuhkan setelah yang bersangkutan dan kelompoknya melakukan serangan mendadak terhadap prajurit TNI," ujar Wirya Avianto melalui keterangan video yang dikirim oleh Aulia pada pada Selasa, 28 April 2026. 

Wirya menuturkan insiden penembakan terjadi ketika personel TNI tengah melakukan patroli di sekitar lokasi. Menurut dia, ketika itu Jeki bersama kelompoknya menembakkan senjata lebih dulu kepada prajurit TNI. Prajurit yang berpatroli lantas melakukan serangan balasan. 

Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |