BURSA Efek Indonesia (BEI) dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KESI) telah merilis daftar emiten dengan konsentrasi kepemilikan saham tinggi atau high shareholding concentration. High shareholding concentration (HSC) adalah kondisi ketika sebagian besar saham perusahaan dimiliki oleh sedikit pihak.
Pejabat sementara Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengatakan pengumuman HSC merujuk pada praktik yang diterapkan di Hong Kong ketika menghadapi isu serupa dari penyedia indeks global. “HSC merupakan pengumuman kepada publik di mana terdapat kepemilikan saham yang terkonsentrasi pada sejumlah pemegang saham,” kata Jeffrey di Jakarta pada Kamis, 2 April 2026.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Menurut Jeffrey, informasi tersebut disampaikan sebagai bahan pertimbangan tambahan bagi investor. Dia menyatakan pengumuman tersebut tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran ketentuan pasar modal, termasuk ketentuan free float.
Berdasarkan pengumuman di laman Bursa Efek Indonesia, ada sembilan emiten yang masuk kategori kepemilikan saham terkonsentrasi tinggi. Berikut adalah daftarnya:
PT Rockfields Properti Indonesia Tbk. (ROCK)
ROCK merupakan perusahaan yang bergerak di bidang properti. BEI mencatat sebanyak 99,85 persen dari total saham bentuk warkat dan tanpa warkat ROCK dikuasai secara agregat oleh sejumlah pemegang saham tertentu.
PT Ifishdeco Tbk. (IFSH)
Ifishdeco adalah emiten pertambangan nikel. Berdasarkan data BEI, sejumlah pemegang saham tertentu secara agregat menguasai 99,77 persen dari total saham IFSH, baik dalam bentuk maupun tanpa warkat.
PT Satria Mega Kencana Tbk. (SOTS)
SOTS merupakan perusahaan yang bergerak di bidang properti. Berdasarkan data BEI, sebesar 98,35 persen dari total saham warkat dan tanpa warkat SOTS dikuasai secara agregat oleh sejumlah pemegang saham tertentu.
PT Samator Indo Gas Tbk. (AGII)
AGII merupakan perusahaan gas industri. Berdasarkan data BEI, sejumlah pemegang saham tertentu secara agregat menguasai 97,75 persen dari total saham AGII, baik dalam bentuk warkat maupun tanpa warkat.
PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN)
BREN merupakan emiten energi milik konglomerat Prajogo Pangestu. BEI mencatat sejumlah pemegang saham tertentu secara agregat menguasai 97,31 persen dari total saham BREN dalam bentuk warkat dan tanpa warkat.
PT Panca Anugrah Wisesa Tbk. (MGLV)
MGLV merupakan perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan besar peralatan dan perlengkapan rumah tangga. BEI mencatat sejumlah pemegang saham tertentu secara agregat menguasai 95,94 persen dari total saham perseroan dalam bentuk warkat dan tanpa warkat.
Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA)
DSSA merupakan emiten yang bergerak di bidang energi dan infrastruktur. BEI mencatat sejumlah pemegang saham tertentu secara agregat menguasai 95,76 persen dari total saham dalam bentuk warkat dan tanpa warkat.
PT Lima Dua Lima Tiga Tbk. (LUCY)
PT Lima Dua Lima Tiga merupakan operator dari Lucy Group yang berfokus pada industri makanan dan minuman serta hiburan. Berdasarkan data BEI, sejumlah pemegang saham tertentu secara agregat menguasai 95,47 persen dari total saham LUCY dalam bentuk warkat dan tanpa warkat.
PT Abadi Lestari Indonesia Tbk. (RLCO)
RLCO bergerak di bidang pengolahan dan pencucian sarang burung walet. Berdasarkan data BEI, sejumlah pemegang saham tertentu secara agregat menguasai 95,35 persen dari total saham warkat dan tanpa warkat.
















































