Agak Laen: Menyala Pantiku! Pamit dengan 11 Juta Penonton

6 hours ago 12

FILM komedi kriminal Agak Laen: Menyala Pantiku! akhirnya undur diri dari penayangan bioskop Indonesia pada Rabu, 8 April 2026. Sejak perilisannya pada 27 November 2025, film yang ditulis sekaligus disutradarai oleh Muhadkly Acho ini sukses mencatatkan lebih dari 11 juta penonton.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Film yang dibintangi kuartet Indra Jegel, Oki Rengga, Boris Bokir, dan Bene Dion ini pun kini secara resmi menyandang status sebagai film terlaris sepanjang masa di Indonesia. Menggeser posisi sebelumnya yang dipegang oleh film-film seperti Jumbo dan KKN di Desa Penari.

Imajinari melalui unggahan di Instagram pada Kamis, 9 April 2026, mengungkapkan rasa terima kasih kepada para "pasukan" (sebutan untuk penggemar waralaba Agak Laen) di seluruh Indonesia. "Terima kasih pasukan. Terima kasih INDONESIA! Dengan 11.000.866 penonton, Agak Laen: Menyala Pantiku! resmi pamit dari bioskop setelah 132 hari penayangan," demikian bunyi pernyataan tersebut. 

Unggahan tersebut lantas mendapat berbagai komentar dari para penggemar. "Ditunggu film Agak Laen berikutnya abangku," tulis salah seorang penggemar disertai emoji api. "SAMPAI JUMPA DI 2027, SALAH SATU ALASAN TETAP SEMANGAT DI 2026 BUAT NONTON AGAK LAEN SELANJUTNYA!," tulis penggemar lain.

Ungkapan Pemain, Sutradara, hingga Produser

Tak ketinggalan pula reaksi dari para aktor Agak Laen: Menyala Pantiku!. Indra Jegel misalnya berkomentar, "Terima kasih semua, kami pamit." Boris Bokir turut menulis, "MANYALA PASUKAN."

Muhadkly Acho juga ikut membagikan sederet foto melalui unggahan di akun Instagram pribadinya yang menampilkan momen-momen kebersamaan para sineas Agak Laen: Menyala Pantiku!. Acho mengatakan, dalam keterangannya, film tersebut lahir atas jerih payah banyak orang. Tak lupa pula, ia mengutarakan rasa syukur atas "hal besar" yang terjadi kepadanya tersebut sebelum memberikan refleksi dan rencana ke depan. 

"Setelah hari ini, saya akan melupakan 132 hari penayangan, melupakan gemerlap 11 juta penonton dan saya akan kembali ke titik nol. Kembali mendengar, kembali belajar, kembali bersenang-senang, kembali ke slide nomor 1. Sampai jumpa di karya kami berikutnya, teman-teman. Kami pamit, ya," tulis Acho.

Ernest Prakasa yang bertindak sebagai produser Agak Laen: Menyala Pantiku! turut mengungkapkan rasa harunya. "Perjalanan yang serasa mimpi, berakhir dengan sempurna. Terima kasih buat teman-teman yang sudah menjadi bagian dari kegembiraan ini. Setelah 132 hari penayangan, kami izin pamit dari bioskop," tulisnya.

Isyarat untuk Film Lanjutan Waralaba Agak Laen

Dalam menutup pernyataannya, Acho seakan-akan memberikan isyarat bagi para penggemar ihwal film lanjutan dari waralaba Agak Laen. Sejatinya, ia juga sempat mengutarakan keinginannya tersebut pada Januari lalu. 

Kala itu, bintang Catatan Akhir Kuliah diundang dalam acara siniar Wawancanda kepunyaan pelawak Abdel Achrian. Acho lantas menjawab pertanyaan Abdel perihal target jumlah film bagi waralaba Agak Laen selanjutnya. Mengingat Acho memiliki kontrak seumur hidup sebagai penulis dan sutradara Agak Laen untuk Imajinari. 

"Kalau kayak gua yang nulis, kayaknya gua tua masih bisa nulis nih. Nah, yang pemainnya ini nih, masih kuat enggak nih main? Tiba-tiba dikasih adegan kejar-kejaran masih kuat enggak dia?" tutur Acho. 

Bukan tanpa alasan, Acho menjadikan trio Warung Kopi atau Warkop DKI, yakni Dono, Kasino, dan Indro, sebagai patokan perihal kebugaran fisik para pemainnya. Pelawak tunggal kelahiran Jakarta tersebut melihat ada masanya ketika Warkop DKI mengalami perubahan menjadi "lebih tenang" seiring dengan bertambahnya usia para aktornya. Acho pun menyadari bahwa dirinya juga harus merespons kemampuan para pemain Agak Laen seiring dengan berjalannya waktu. 

"Ya, mereka sekarang rata-rata umurnya 36-37 tahun. Kalau misalnya sepuluh tahun lagi kayaknya masih fit. Jadi, kalau misalnya dalam sepuluh tahun itu dua tahun sekali, masih bisa ada lima film Agak Laen lagi mungkin gitu, Amin," Acho mengimbuhkan.

CAHYA SAPUTRA

Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |