SEDIKITNYA 19 orang dilaporkan tewas setelah gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,8 (BMKG mengumumkan M7,7) mengguncang wilayah selatan Filipina pada Senin pagi, 8 Juni 2026. Gempa itu juga memicu peringatan tsunami di beberapa wilayah pesisir.
Juru bicara otoritas setempat, Junie Castillo, mengatakan 19 orang meninggal, 134 orang luka-luka, dan 12 lainnya masih dinyatakan hilang pada Senin siang waktu setempat. Namun, jumlah korban tersebut masih dalam proses verifikasi. Menurut laporan terbaru, jumlah korban luka telah meningkat menjadi lebih dari 200 orang.
Melansir laporan AP News, korban jiwa tersebar di sejumlah wilayah terdampak, termasuk Kota General Santos dan daerah lain di Provinsi South Cotabato, Provinsi Sarangani, Provinsi Davao Occidental, dan Pulau Balut. Sebagian besar korban meninggal akibat bangunan runtuh dan tanah longsor yang dipicu gempa.
Di Kota General Santos yang berada dekat pusat gempa, sejumlah bangunan mengalami kerusakan berat. Rekaman video yang beredar memperlihatkan runtuhnya lantai atas sebuah restoran cepat saji serta robohnya sebagian dinding luar sebuah kompleks komersial.
Filipina diguncang gempa dengan magnitudo M 7,7 pada Senin pagi, 8 Juni 2026.
Di Provinsi Davao del Sur, sebagian bangunan sekolah menengah atas dilaporkan runtuh ketika para siswa sedang berkumpul di luar gedung. Dampak gempa juga dirasakan pada sektor pendidikan dan transportasi. Gempa terjadi pada hari pertama sekolah kembali dibuka setelah libur musim panas. Lebih dari 100 siswa dilaporkan mengalami memar dan beberapa lainnya pingsan akibat kepanikan saat upacara bendera pagi berlangsung.
Sementara itu, sebuah toko serba ada di Kota General Santos mengalami kerusakan parah pada bagian pintu masuk, dengan kaca pecah, dan bangku-bangku berserakan di jalan. Bandara Internasional General Santos sempat ditutup sementara dan sedikitnya 17 penerbangan domestik dibatalkan akibat dampak gempa.
Petugas Kepolisian Kota General Santos, Robert Dagon, mengatakan banyak bangunan terdampak gempa. “Tapi saya belum bisa merinci jumlahnya sekarang karena kami masih sibuk dengan operasi penyelamatan yang sedang berlangsung,” kata Dagon, dikutip dari laporan The Guardian, 8 Juni 2026.
Gempa juga menyebabkan pemadaman listrik di sejumlah wilayah. Selain itu, ribuan warga dilaporkan mengungsi dari rumah mereka akibat kerusakan bangunan dan kekhawatiran terhadap gempa susulan.
Menurut laporan awal Institut Vulkanologi dan Seismologi Filipina, pusat gempa berada sekitar 13 kilometer di barat daya Kota General Santos, Pulau Mindanao, dengan kedalaman sekitar 10 kilometer. Gempa terjadi pada pukul 07.37 waktu setempat. Sementara itu, Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) mencatat gempa berkekuatan magnitudo 7,8 dengan kedalaman sekitar 55 kilometer.
Tak lama setelah gempa terjadi, Pusat Peringatan Tsunami Pasifik memperingatkan potensi gelombang tsunami hingga tiga meter di beberapa wilayah pesisir Filipina. Gelombang hingga satu meter juga diperkirakan mencapai sejumlah kawasan pesisir Indonesia dan Malaysia.
Gelombang tsunami setinggi hingga 1,4 meter kemudian terpantau di wilayah pesisir Kota Kiamba, Provinsi Sarangani. Sedikitnya enam rumah panggung di sebuah desa pesisir di Provinsi Zamboanga del Sur dilaporkan mengalami kerusakan akibat gelombang tersebut.
Pilihan Editor: Pilihan Editor: BRIN Sebut Reduksi Hujan Besar-besaran Mulai Juni Ini Sebab El Nino


















































