Bukan Sekadar Pelihara Lele, WBP Lapas Wonogiri Sedang Menyiapkan Bekal Usaha Setelah Bebas

3 hours ago 14
LeleBudidaya lele di Lapas Wonogiri. Istimewa

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Ikan lele mungkin terlihat sederhana. Namun, bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Wonogiri, aktivitas mengelola kolam hingga menyortir ikan menjadi bagian dari proses menyiapkan kehidupan setelah mereka kembali ke tengah masyarakat.

Melalui program pembinaan kemandirian berbasis ketahanan pangan, WBP dilibatkan dalam budidaya lele di lingkungan Lapas Wonogiri. Salah satu tahap yang dilakukan adalah penyortiran ikan berdasarkan ukuran dan kondisi pertumbuhannya.

Kegiatan yang terlihat sederhana tersebut membutuhkan ketelitian. Ikan dipisahkan sesuai ukuran agar proses pemeliharaan dapat berjalan lebih optimal.

Bagi WBP, aktivitas itu sekaligus menjadi latihan untuk membangun kebiasaan bekerja secara teratur, disiplin dan bertanggung jawab.

Salah seorang WBP berinisial HK mengaku mendapatkan pengalaman baru selama mengikuti kegiatan budidaya lele.

“Saya senang bisa mengikuti kegiatan penyortiran lele ini. Dari kegiatan ini saya belajar untuk lebih teliti dalam merawat ikan dan memahami proses budidayanya. Semoga keterampilan yang saya dapatkan bisa berguna dan saya terapkan setelah kembali ke masyarakat,” ujar HK.

Pernyataan tersebut menggambarkan tujuan lain dari pembinaan kemandirian di Lapas. Kegiatan tidak hanya diarahkan untuk mengisi waktu, tetapi juga memberikan pengalaman praktis yang dapat dikembangkan menjadi keterampilan produktif.

Dalam budidaya lele, WBP dapat mengenal sejumlah tahapan pemeliharaan ikan, termasuk memperhatikan ukuran dan pertumbuhan ikan. Pengalaman tersebut diharapkan menjadi pengetahuan dasar yang bisa dikembangkan lebih lanjut ketika mereka telah menyelesaikan masa pembinaan.

Bagi masyarakat umum, budidaya lele sendiri merupakan salah satu usaha yang relatif mudah ditemukan dan dapat dikembangkan dalam berbagai skala. Karena itu, keterampilan yang diperoleh selama mengikuti program pembinaan berpotensi menjadi salah satu pilihan kegiatan ekonomi setelah WBP kembali ke lingkungan masing-masing.

Program tersebut juga berjalan searah dengan upaya Lapas Wonogiri mengembangkan kegiatan ketahanan pangan.

Hasil dari kegiatan bukan hanya berkaitan dengan pengelolaan lingkungan Lapas, tetapi juga bagaimana WBP mendapatkan pengalaman bekerja yang memiliki nilai ekonomi.

Di sinilah budidaya lele memiliki arti lebih luas.

Kolam menjadi tempat belajar, ikan menjadi objek keterampilan, sedangkan proses pemeliharaannya menjadi latihan untuk membangun kemandirian.

Pembinaan semacam ini diharapkan dapat memberikan bekal yang lebih konkret bagi WBP. Setelah kembali ke masyarakat, keterampilan tersebut dapat dikembangkan sesuai kondisi dan peluang yang tersedia di lingkungan masing-masing.

Lapas Wonogiri pun terus mendorong kegiatan pembinaan yang produktif sehingga WBP tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga memperoleh pengalaman dan keterampilan yang dapat menjadi modal untuk menata kehidupan berikutnya.

Pada akhirnya, keberhasilan pembinaan tidak hanya dilihat dari aktivitas yang berlangsung selama WBP berada di dalam Lapas. Ukuran yang lebih penting adalah seberapa jauh keterampilan tersebut dapat menjadi bekal ketika mereka kembali ke masyarakat.

Budidaya lele menjadi salah satu jalannya.

Dari kegiatan menyortir ikan, para WBP belajar bahwa pekerjaan sederhana sekalipun membutuhkan ketelitian, kesabaran dan tanggung jawab. Nilai-nilai itulah yang diharapkan terbawa ketika mereka kembali menjalani kehidupan di luar Lapas. Aris Arianto

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |