Cara Agar Tubuh Tak Mudah Lemas di Tengah Aktivitas Padat

3 hours ago 13

KONSISTENSI bergerak aktif sering kali menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat urban. Meski sudah cukup tidur dan minum air putih, namun tubuh tetap merasa lelah, kurang fokus, bahkan mengalami kram otot saat beraktivitas atau setelah berolahraga. 

Aktris Fanny Ghassani mengaku tantangan terbesar dalam menjalani gaya hidup aktif adalah menjaga energi dan fokus tetap penuh di tengah aktivitas sehari-hari. Menurut dia, banyak orang sebenarnya tetap menjalani aktivitas dan mengejar target, tapi hadir secara fisik saja. Tanpa benar-benar fokus karena tubuh dan pikiran sudah terlalu lelah. 

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

"Seringkali kita hadir-hadir aja dalam setiap langkah menuju tujuan kita, tapi hadirnya itu enggak benar-benar hadir karena merasa, badan udah capek,” ujarnya di Jakarta, pada Selasa 19 Mei 2026.

Fanny menilai, kondisi itu semakin nyata bagi mereka yang memiliki banyak peran, seperti bekerja sekaligus mengurus keluarga. Ditambah dengan kemacetan perjalanan yang panjang, dan tekanan mental sehari-hari yang juga ikut menguras energi. Sebab itu, pemenuhan kebutuhan hidrasi yang tepat merupakan hal penting karena intensitas aktivitas fisiknya yang tinggi.

"Nah hidup sehat dan hidup aktif ini tidak bisa sendirian, bagaimana caranya bisa tetap sehat, bisa tetap aktif, tapi tetap terjaga juga kebutuhan hidrasinya," kata aktris sekaligus lifestyle influencer

Sementara itu, dokter spesialis gizi klinik Diana Felicia menjelaskan tubuh membutuhkan keseimbangan carian dan elektrolit agar tetap berfungsi optimal. Sekitar 60-65 persen tubuh manusia terdiri dari cairan yang merupakan kombinasi antara air dan elektrolit penting, seperti natrium, kalium, kalsium dan magnesium.

Keempat elektrolit tersebut berperan keseimbangan keseimbangan cairan dalam tubuh, fungsi otot hingga konsentrasi otak. Kalsium dan magnesium membantu fungsi otot dan kualitas tidur. Selain itu, magnesium juga membantu tubuh lebih rileks sehingga  menjadi tidur lebih nyenyak. “Natrium dan kalium itu penting untuk menjaga keseimbangan cairan di intraselular dan ekstraselular agar tekanan darah tetap stabil,” ujar Diana.

Ia mengingatkan agar tidak mengabaikan sinyal dehidrasi ringan seperti kehilangan konsentrasi, brain fog, hingga sakit kepala. Gejala-gejala tersebut merupakan tanda bahwa tubuh kekurangan elektrolit. Dehidrasi pun tidak selalu ditandai dengan rasa haus. Sebab aktivitas harian yang membutuhkan konsentrasi tinggi seperti bekerja, commuting di transportasi publik yang padat, hingga scrolling media sosial juga ikut menguras cairan otak secara drastis.

Menurut Diana, salah satu kesalahan yang paling umum adalah baru minum saat sudah merasa haus. Padahal sinyal haus menandakan dehidrasi yang sudah terlambat diantisipasi. “Kalau menunggu haus sebenarnya sinyal dehidrasinya sudah terlalu rendah. Begitu kita isi, telat,” ujarnya.

Sebab itu, menjaga hidrasi tidak cukup hanya dengan air puith. Tubuh juga membutuhkan elektrolit agar fungsi otot, energi, dan konsentrasi tetap terjaga. Sementara untuk yang sering berolahraga dengan durasi panjang, Diana menyarankan metode carbo loading pada malam hari sebelumnya untuk menimbun cadangan energi, ditambah dengan asupan elektrolit secara berkala saat beraktivitas.

Imanda Zahwa berkontribusi dalam penulisan artikel ini

Pilihan editor: 8 Minuman Sumber Cairan Elektrolit dan Manfaatnya

Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |