SERANGAN drone dan rudal yang dikaitkan dengan Iran menghantam infrastruktur energi dan fasilitas sipil di kawasan Teluk pada Ahad, 5 April 2026. Kerusakan dilaporkan terjadi di Uni Emirat Arab (UEA), Kuwait, dan Bahrain. Menurut laporan Arab News, serangan ini merupakan bagian dari gelombang balasan Teheran terhadap serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran sejak akhir Februari lalu.
Negara-negara Teluk disebut telah berulang kali menjadi sasaran serangan dalam beberapa pekan terakhir. Sasaran tidak hanya terbatas pada instalasi militer, tetapi juga mencakup infrastruktur energi dan industri sipil vital.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Kebakaran di Fasilitas Energi UEA
Di UEA, kebakaran terjadi di pabrik petrokimia Borouge di Ruwais Industrial City, Abu Dhabi, setelah puing dari intersepsi sistem pertahanan udara jatuh ke area tersebut. “Otoritas sedang menangani beberapa kebakaran di pabrik petrokimia Borouge, yang disebabkan oleh puing yang jatuh setelah intersepsi berhasil oleh sistem pertahanan udara,” tulis pernyataan kantor media Abu Dhabi.
Operasi di fasilitas tersebut kemudian langsung dihentikan. “Tidak ada korban luka yang dilaporkan,” lanjut pernyataan itu.
Menurut laporan kantor berita resmi UEA yang dikutip Al Jazeera, otoritas juga menangani insiden di pelabuhan Khor Fakkan, di Teluk Oman. Badan keamanan maritim Inggris, UKMTO, menyatakan kapten kapal kontainer melaporkan adanya percikan dari proyektil tak dikenal di dekat kapal saat berada di pelabuhan tersebut.
Perusahaan minyak dan gas negara milik Uni Emirat Arab yang bermarkas di Abu Dhabi, ADNOC Gas, juga melaporkan kerusakan di kompleks Habshan akibat puing dari serangan yang berhasil dicegat sebelumnya. Perusahaan menyebut serangan itu menyebabkan kerusakan pada sejumlah fasilitas dan menewaskan satu warga negara Mesir.
Kuwait Alami Kerusakan Material Serius
Kuwait menjadi salah satu negara yang terdampak paling besar. Serangan drone Iran merusak dua pembangkit listrik dan fasilitas desalinasi air, serta memicu kebakaran di dua fasilitas minyak.
Juru bicara Kementerian Listrik, Air, dan Energi Terbarukan Kuwait, Fatima Abbas Johar Hayat, mengatakan serangan tersebut merupakan serangan kriminal yang menyebabkan kerusakan material serius dan penghentian dua unit pembangkit listrik.
Kuwait Petroleum Corporation, menurut laporan kantor berita KUNA, juga melaporkan “kerugian material signifikan” akibat serangan di sejumlah fasilitasnya. Kebakaran sempat terjadi, namun tim pemadam dikerahkan untuk mencegah api meluas. Tidak ada korban jiwa dilaporkan. Serangan lain turut menyasar kompleks sektor minyak Shuwaikh dan gedung perkantoran pemerintah, menyebabkan kerusakan besar namun tanpa korban.
Tangki Penyimpanan di Bahrain Terbakar
Perusahaan energi negara Bapco Energies di Bahrain menyatakan sebuah tangki penyimpanan terbakar akibat serangan drone Iran. “Bapco Energies mengkonfirmasi insiden terjadi di salah satu fasilitas penyimpanan hari ini yang mengakibatkan kebakaran tangki, sebagai akibat dari serangan drone Iran yang bersifat bermusuhan,” demikian pernyataan perusahaan.
Api kemudian berhasil dipadamkan. “Kebakaran telah sepenuhnya dipadamkan dan situasi berada di bawah kendali. Kerusakan saat ini sedang dinilai. Tidak ada korban luka yang dilaporkan,” lanjutnya.
Serangan juga menyasar unit milik Gulf Petrochemical Industries Co dan memicu kebakaran yang kemudian berhasil dikendalikan.

















































