Harga Avtur Naik, AirAsia Sesuaikan Tarif dan Alihkan Rute

10 hours ago 19

AirAsia X (Malaysia) melakukan berbagai langkah dalam mengatasi kenaikan harga Avtur dampak perang di kawasan Timur Tengah.

6 April 2026 | 17.59 WIB

Pesawat AirAsia. (airbusgroup.com)

Perbesar

Pesawat AirAsia. (airbusgroup.com)

MASKAPAI penerbangan berbiaya rendah AirAsia X (Malaysia) melakukan berbagai langkah dalam mengatasi kenaikan harga Avtur dampak perang di kawasan Timur Tengah. Langkah yang diambil dari penyesuaian tarif hingga pengalihan rute.

CEO Group AirAsia X Bo Lingam mengatakan, di tengah tekanan geopolitik dan gangguan rantai pasok, harga avtur global telah melonjak lebih dari dua kali lipat dibandingkan 2025. "Untuk menjaga keberlanjutan operasional, kami melakukan penyesuaian tarif secara terukur, termasuk penerapan fuel surcharge satu kali di seluruh jaringan," ujar Bo Lingam saat konfrensi pers melalui Zoom, Senin siang 6 April 2026. 

Ia menambahkan, maskapai juga terus mengoptimalkan jaringan dengan mengalihkan kapasitas ke rute yang lebih kuat, serta memaksimalkan konektivitas Fly-Thru melalui Kuala Lumpur dan Bangkok untuk menangkap demand secara lebih efisien. "Di sisi lain, kami aktif bernegosiasi dengan mitra strategis untuk mengendalikan biaya," kata dia. 

Seiring dengan reaktivasi armada secara bertahap, kata Bo Lingam, unit cost akan semakin membaik, ditambah dengan penguatan mata uang ASEAN sebagai natural hedge terhadap biaya berbasis dolar Amerika Serikat. 

Bo Lingam mengatakan saat ini AirAsia beroperasi di lingkungan yang semakin menantang, namun permintaan perjalanan ke destinasi ASEAN tetap kuat. "Ini menunjukkan ketahanan jaringan kami sekaligus tingginya minat terhadap perjalanan regional." 

Menurut dia, hal ini semakin menegaskan peran Kuala Lumpur sebagai hub utama dan memperkuat posisinya sebagai LCC megahub global yang menghubungkan penumpang secara seamless dan terjangkau. 

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Di tengah memanasnya situasi di Timur Tengah dampak perang Iran-Amerika Serikat, Israel,  AirAsia X tetap akan mengembangkan Bahrain sebagai hub strategis yang menghubungkan Asia, Timur Tengah, dan Eropa. Rute ini dijadwalkan mulai beroperasi pada 26 Juni 2026, dengan harapan kondisi kawasan akan semakin kondusif. 

Komisaris Utama Non-Eksekutif AirAsia Tan Sri Jamaludin Ibrahim mengatakan, grup perusahaan secara proaktif mengalihkan kapasitas ke rute dengan performa dan yield yang lebih kuat seperti Almaty, Tashkent, dan Istanbul, guna menangkap permintaan yang terdistrupsi. "Di saat yang sama, pengembangan hub domestik di Senai, Johor Bahru juga terus dieksplorasi sebagai bagian dari strategi jangka menengah," kata Jamaludin.  

Di tengah ketidakpastian global, kata Jamaludin, maskapai penerbangan itu memasuki fase dari posisi yang kuat. Hal ini kata dia, dikarenakan fundamental grup tetap solid, didukung oleh struktur biaya yang efisien dan disiplin, jaringan berbasis ASEAN yang resilien, serta konektivitas Fly-Thru yang memungkinkan respons cepat terhadap dinamika pasar. 

"Ke depan, kami akan memastikan kelincahan operasional dan tata kelola yang kuat, sekaligus melanjutkan pondasi bisnis yang telah terbangun," ujarnya. 

Menurut dia, tantangan saat ini tidak hanya dihadapi maskapai, tetapi seluruh ekosistem aviasi, sehingga kolaborasi dengan mitra menjadi kunci untuk memperkuat daya saing industri. "Kami juga terus membuka peluang ekspansi, termasuk penambahan pesanan pesawat dan opsi sewa tambahan untuk mendukung rencana pertumbuhan dan perluasan jaringan ke lebih banyak destinasi," kata Jamaludin.

Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |