Karawitan Wanita Gita Budaya Gelar Pentas Tutup Suro di Kalongan Karanganyar

4 hours ago 7
Anggota Karawitan Wanita Gita Budaya berfoto bersama usai menggelar pagelaran bertajuk Tutup Suro di Sanggar Seni Asri Laras, Kalongan, Karanganyar, Rabu (15/7/2026) malam. Pentas yang dipimpin Dr. Sawitri, S.Sn., M.Hum. tersebut menjadi bagian dari upaya melestarikan seni karawitan sekaligus merawat tradisi budaya Jawa melalui sajian gending-gending bernilai filosofis |  Foto: Istimewa

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kelompok Karawitan Wanita Gita Budaya menyelenggarakan pagelaran bertajuk Tutup Suro pada Rabu (15/7/2026) malam. Kegiatan tersebut berlangsung mulai pukul 19.30 WIB di Sanggar Asri Laras, Kalongan, Kabupaten Karanganyar.

Pimpinan Karawitan Wanita Gita Budaya, Dr. Sawitri, S.Sn., M.Hum, menjelaskan, pagelaran tersebut menjadi bagian dari upaya melestarikan seni karawitan sekaligus merawat tradisi budaya Jawa yang selama ini lekat dengan momentum penutupan Bulan Suro.

“Melalui kegiatan seperti ini kami ingin terus menghidupkan seni karawitan agar tetap dicintai masyarakat, sekaligus menjadi ruang bagi kaum perempuan untuk berkiprah dalam pelestarian budaya Jawa,” ujarnya.

Tradisi Tutup Suro sendiri lazim diisi dengan doa bersama maupun pertunjukan seni sebagai ungkapan rasa syukur sekaligus penghormatan terhadap warisan budaya leluhur.

Wanita Gita Budaya merupakan kelompok karawitan putri asal Desa Papahan, Kecamatan Tasikmadu, Kabupaten Karanganyar. Kiprahnya dalam pelestarian seni tradisi telah mengantarkan kelompok tersebut tampil di berbagai panggung budaya, di antaranya di RRI Surakarta, Taman Budaya Suryani (TBS) Sukoharjo, serta mengisi klenengan pembuka pertunjukan Wayang Orang Sriwedari di Kota Solo.

Tak hanya itu, kelompok tersebut juga dijadwalkan kembali tampil di RRI Semarang pada 20 September 2026, sebagai bagian dari upaya memperluas jangkauan apresiasi seni karawitan ke berbagai daerah.

Melalui pementasan tersebut, para penonton disuguhi alunan gending-gending Jawa yang sarat nilai filosofis sekaligus menjadi ruang apresiasi terhadap kekayaan seni tradisi. Kehadiran kelompok karawitan perempuan ini diharapkan dapat semakin menumbuhkan kecintaan masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap budaya Jawa.

Sawitri berharap, keberadaan Wanita Gita Budaya ke depan tidak hanya mampu mempertahankan eksistensi seni karawitan, tetapi juga berkembang lebih luas dan menjangkau masyarakat yang lebih beragam.

“Kami berharap Wanita Gita Budaya semakin berkembang, semakin banyak mendapat kesempatan tampil, dan mampu ikut menginspirasi lahirnya kelompok-kelompok karawitan perempuan lainnya,” pungkasnya.

Selain menjadi hiburan, kegiatan tersebut juga menjadi momentum mempererat kebersamaan sekaligus menjaga keberlangsungan seni karawitan di tengah perkembangan zaman. [*]

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |