Kata-kata Cinta Joko Pinurbo yang Romantis dan Penuh Makna

3 hours ago 9

CANTIKA.COMJakarta - Karya-karya puisi Joko Pinurbo telah memberikan warna tersendiri dalam dunia sastra Indonesia. Gaya khasnya yang memadukan humor, ironi, lirik, budaya populer, dan satir sosial telah memikat banyak pembaca. 

Joko Pinurbo lahir di Pelabuhan Ratu, Sukabumi, Jawa Barat, pada 11 Mei 1962. Jokpin menyelesaikan pendidikan terakhirnya di Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan yang sekarang menjadi Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta. Kegemarannya dalam mengarang puisi, termasuk syair romantis sudah dimulai sejak di Sekolah Menengah Atas.

Penghargaan pun telah banyak menghampiri Joko Pinurbo sebagai pengakuan atas prestasinya yang gemilang. Tahun 2023 lalu, Jokpin meraih penghargaan Achmad Bakrie XIX atau Achmad Bakrie Awards 2023 untuk kategori sastra.

Beberapa penghargaan lainnya termasuk Penghargaan Buku Puisi Dewan Kesenian Jakarta (2001), Tokoh Sastra Pilihan Tempo (2001,2012), Hadiah Sastra Lontar (2001). Ada pula Penghargaan Sastra Badan Bahasa (2002, 2014), Kusala Sastra Khatulistiwa (2005, 2015), dan South East Asian (SEA) Write Award (2014), dan Anugerah Kebudayaan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (2019).

Selain itu, karya-karya sastrawan ini tak terbatas pada puisi saja. Dia juga membuat beberapa buku puisi seperti Celana (Magelang: Indonesia Tera, 1999; Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2018), Di Bawah Kibaran Sarung (Magelang: Indonesia Tera, 2001), Pacarkecilku (Magelang: Indonesia Tera, 2002), Telepon Genggam (Jakarta: Kompas, 2003; Yogyakarta: Basabasi, 2016; Diva Press, 2019), Kekasihku (Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia, 2004; Jakarta: Omah Sore, 2010), dan masih banyak lainnya. 

Jokpin sangat mendukung jika puisi disampaikan dalam bentuk apa saja. Dimulai dari tren musikalisasi puisi Seno Gumira Ajidarma sampai bertebaran di jagat media sosial melalui aplikasi TikTok. Bukan semata menulis bagus, tetapi agar karya sastra bisa dinikmati siapa saja dan menjadi "pertunjukkan" yang menyenangkan. 

Berikut kata-kata cinta dari Joko Pinurbo yang penuh makna

1. "Di bawah alismu hujan berteduh. Di merah matamu senja berlabuh."

2. "Kupetik pipinya yang ranum, kuminum dukanya yang belum: Kekasihku, senja dan sendu telah diawetkan dalam kristal matamu."

3. "Sudah lama telepon genggam saya mengenggam tangan saya. Genggamannya lebih kuat dari genggaman tangan saya padanya."

4. "Hidup adalah pustaka cinta yang tak akan habis dibaca."

5. "Aku ingin duduk membaca buku di atas kursi yang sandarannya dadamu dan kakinya kakimu."

6.  "Kau tergoda dan ingin lebih lama terpana ketika matanya mengerjap dan bulan muncrat di atas rambutnya yang hitam pekat."

7. "Kau bahkan sudah tidak seperti dulu ketika aku berdarah-darah menuliskanmu. Dan aku agak curiga jangan-jangan kau (pura-pura) pangling dengan saya."

8. "Maaf, aku tidak bisa kasih hadiah apa-apa selain sejumlah ralat dan catatan kaki yang aku tak tahu akan kutaruh atau kusisipkan di mana. Sebab kau sudah pintar membaca dan meralat dirimu sendiri."

9. "Jarak itu sebenarnya tak pernah ada. Pertemuan dan perpisahan dilahirkan oleh perasaan."

10. "Cinta seperti penyair berdarah dingin. Yang pandai menorehkan luka.

Rindu seperti sajak sederhana yang tak ada matinya."

11. "Bila rindu meluap dan aku banjir, jari-jari tanganku mengucurkan air."

12. "Kaulah matahari malam yang betah berjaga menemani saya, menemani kata, sehingga saya dan kata tetap bisa menyala di remang redup cahaya."

13. "Sabda sudah menjadi saya. Saya akan dipecah-pecah menjadi ribuan kata dan suara."

14. "Tubuhmu yang cantik, Mei telah kaupersembahkan kepada api. Kau pamit mandi sore itu. Kau mandi api."

15. "Kita adalah cinta yang berjihad melawan trauma."

16. "Ketika aku tiba di ambang pelukmu, kudengar kumandang rindu dan pekik petasan dalam kaleng Khong Guan."

17. "Di atas meja kecil ini masih tercium harum darahmu di halaman-halaman buku."

18. "Kau tampak sempoyongan, tapi kau bilang: “Aku tidak mabuk.” Mungkin aku harus lebih sabar menemanimu."

19. "Engkau tidak takut sekian lama tinggal sendirian? Engkau tidak pernah kesepian? Oh, tidak. Mungkin malah sepi yang takut dengan kesendirianku."

20.  "Tubuhku kenangan yang sedang menyembuhkan lukanya sendiri."

ECKA PRAMITA | GOOD READS

Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi Terkini Gaya Hidup Cewek Y dan Z di Instagram dan TikTok Cantika.

Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |