Nyanyi Bareng Jakarta Rayakan Satu Tahun Bernyanyi Bersama

2 hours ago 9

KOMUNITAS Nyanyi Bareng Jakarta merayakan ulang tahun pertama di Sinergi Hall, Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Kamis malam, 16 April 2026. Komunitas ini didirikan oleh Meda Kawu, Jusuf Winardi, dan Gladys Santoso tepat setahun sebelumnya.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Meda Kawu menuturkan bahwa Nyanyi Bareng Jakarta mulanya ingin menjadi wadah bagi orang yang tak saling kenal lewat musik. Di dalamnya, tiap peserta dapat mulai berkenalan satu sama lain dan memulai pertemanan. 

Dalam satu tahun terakhir, Meda melanjutkan, Nyanyi Bareng Jakarta berkembang menjadi sebuah ruang ketiga di luar rumah dan pekerjaan. "Sebuah tempat agar bisa merasa diterima, didengar, dan terhubung tanpa tekanan untuk menjadi sempurna," kata kepala pelatih vokal komunitas itu. 

Peminat Nyanyi Bareng Jakarta juga semakin bertambah. Meda mencatat bahwa komunitas ini bermula dari 60 peserta di acara pertama, kemudian berlanjut menjadi 42 acara dengan total hampir 10.000 partisipan.

Perayaan Satu Tahun Nyanyi Bareng Jakarta

Dies Natalis ke-1 Nyanyi Bareng Jakarta mengangkat tema "Strangers Sing, Stories String". Tema ini dipilih karena merepresentasikan inti dari pengalaman Nyanyi Bareng Jakarta. Adapun lagu "Manusia Kuat" yang dipopulerkan Tulus menjadi tembang andalan acara tersebut. 

Meda menjelaskan bahwa “Strangers Sing” menggambarkan titik awal ketika orang-orang yang belum saling mengenal datang dan berani membuka suara dalam ruang yang sama. Adapun “Stories String” adalah apa yang terjadi setelahnya: momen-momen kecil, interaksi sederhana, dan lagu yang dinyanyikan bersama perlahan terangkai menjadi cerita yang bermakna.

Perayaan Dies Natalis ke-1 komunitas Nyanyi Bareng Jakarta di Sinergi Hall, Kemayoran, Jakarta Pusat, 16 April 2026. Tempo/Savero Aristia Wienanto

Meda menekankan Nyanyi Bareng Jakarta sejatinya terus membawa nilai utama komunitas. "Bernyanyi bareng dari nol ke nol, sebagai refleksi perjalanan setiap individu yang terus bertumbuh dari satu awal ke awal berikutnya," ujarnya.

Menurut Meda, setiap peserta bisa datang tanpa harus siap atau sempurna dalam urusan vokal. Tak jarang, mereka pulang dengan versi diri yang sedikit berbeda, yakni lebih berani, lebih terbuka, atau sekadar merasa tidak sendiri.

Paduan Suara Dadakan ala Nyanyi Bareng Jakarta

Gladys Santoso, pendiri Nyanyi Bareng Jakarta lainnya, menjelaskan bahwa NBJ sejatinya mengajak peserta menjadi bagian dari pertunjukan. Dalam waktu sekitar 3 jam, kata dia, para peserta dapat membentuk harmoni vokal kolektif melalui pendekatan yang sederhana dan mudah dimengerti. 

Di setiap acaranya, Nyanyi Bareng Jakarta selalu membagi para peserta ke dalam empat kategori vokal, yakni tenor, bas, sopran, dan alto. Para peserta kemudian dilatih untuk membuat harmonisasi secara mendadak.

Gladys menerangkan bahwa Nyanyi Bareng Jakarta selalu membawa tiga segmen utama. Pertama, "Temukan Teman", yakni mencairkan batas sosial melalui interaksi ringan. Lalu, "Temukan Suara", yaitu eksplorasi vokal dan pembelajaran harmoni. Kemudian "Temukan Rasa" yang mencakup puncak emosional dan performa kolektif.

"Di momen inilah, suara yang awalnya terpisah menjadi satu—bukan karena kesempurnaan, tetapi karena keberanian untuk hadir dan terhubung," tuturnya. 

Perkembangan Nyanyi Bareng Jakarta Mendatang

Dalam satu tahun perjalanannya, Nyanyi Bareng Jakarta ingin memberikan terapi ruang bagi para peserta. "Ruang untuk mencoba. Ruang untuk didengar. Ruang untuk menjadi bagian dari sesuatu," ucap Jusuf Winardi, pendiri Nyanyi Bareng Jakarta lainnya. 

Setelah sukses dengan komunitas bernyanyi, Jusuf mengungkap bahwa Nyanyi Bareng Jakarta akan mengembangkan sayap melalui kemunculan komunitas baru. "Nanti kami akan hadirkan adiknya NBJ," katanya saat menutup acara. Ia belum mau mengungkap komunitas baru seperti apa yang akan dihadirkan Nyanyi Bareng Jakarta. "Kita lihat nanti," ujarnya. 

Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |