INFO TEMPO - Peringatan Hari Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia mengusung tema "Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”. Bupati Malinau Wempi W. Mawa memaknai tema tersebut sebagai pengingat bahwa setiap warga negara memiliki hak yang sama untuk memperoleh pelayanan dan menikmati hasil pembangunan.
“Infrastruktur merupakan kebutuhan dasar setiap orang. Karena itu, kami berkewajiban memfasilitasinya agar masyarakat, termasuk yang tinggal di daerah, dapat merasakan pemerataan pembangunan yang berkeadilan," kata Bupati Wempi di Jakarta pada Selasa, 28 Juli 2026.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Memasuki periode kedua memimpin Kabupaten Malinau, Wempi menerjemahkan komitmen tersebut melalui lima program prioritas sebagai wujud kehadiran negara bagi masyarakat. Program-program itu dirancang untuk memperkuat kedaulatan daerah, meningkatkan kesejahteraan warga, sekaligus memastikan pembangunan yang adil dan merata. Yang pertama dan menjadi unggulan adalah Program Pertanian Sehat (PESAT).
"Program ini bukan hanya memberikan lapangan pekerjaan, peluang, edukasi, dan inovasi kepada generasi muda Malinau melalui Satuan Tugas PESAT, tapi juga menjamin ketahanan pangan serta menjaga inflasi dengan memproduksi hasil pertanian sesuai dengan pemetaan di daerah," ujar Wempi.
Kedua, Program Wajib Belajar Malinau Maju. Dengan program tersebut, Bupati Wempi memberi jaminan sesuai dengan amanah Undang-Undang Dasar 1945 bahwa pendidikan adalah hak semua masyarakat dan bangsa Indonesia. "Negara harus hadir, wajib memenuhi dan memfasilitasinya. Kami hadir dengan program memberi jaminan kepada semua anak yang bersekolah di Malinau, sesuai dengan kewenangan kami, bahwa tidak ada biaya," ujarnya.
Semua perlengkapan sekolah yang diwajibkan bagi murid diberikan secara gratis atau dibantu langsung pemerintah daerah. Di antaranya baju seragam, sepatu, kaus kaki, buku, alat tulis, serta perlengkapan sekolah lain yang telah dialokasikan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Malinau.
Bahkan, Bupati Wempi melanjutkan, pemkab juga membantu anak-anak sekolah menengah atas atau sekolah menengah kejuruan yang ada di Malinau sehingga mereka juga mendapat keadilan yang sama. “Meski tingkat SLTA bukan menjadi kewenangan bupati, mereka adalah anak-anak kami yang tidak boleh putus sekolah," ucapnya.
Ketiga, Program Desa Sarjana Unggul untuk memenuhi kebutuhan sumber daya manusia berkualitas di desa-desa. Pada kepemimpinan periode kedua ini, Bupati Wempi menjelaskan, fokusnya tidak hanya pada pemenuhan SDM berkualitas di setiap desa, tapi juga membekali lulusan dengan keterampilan tambahan dan jiwa wirausaha agar mereka menjadi tenaga terampil desa yang mandiri setelah menjalani masa pengabdian.
Saat ini hampir 3.000 anak di Kabupaten Malinau dibiayai kuliahnya dari APBD. Menurut Wempi, mereka menjadi investasi sebagai manusia unggul di masa depan. "Desa bisa maju, sejahtera, dan mandiri. Maka harus dimandirikan dulu manusianya. Diberi pengetahuan, semangat, dan keyakinan bahwa mereka harus bangga menjadi masyarakat yang ada di sana dan bisa sejahtera dengan segala potensi yang ada. Peningkatan SDM ini kami realisasikan melalui Program Desa Sarjana," tuturnya.
Keempat, Program Milenial Mandiri, yakni pelatihan gratis dari Pemkab Malinau untuk pemuda, yang mencakup keterampilan teknis, bisnis, dan budi daya. Dengan pembinaan ini, pada saatnya nanti para peserta bisa mandiri dengan keterampilan yang mereka tekuni. “Kami juga mendorong bantuan permodalan atau melalui tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) supaya mereka mampu menciptakan lapangan pekerjaan," katanya.
Kelima, Malinau Satu Data dengan program Smart Government Malinau. Program ini bertujuan memperkuat tata kelola pemerintahan yang transparan dan terintegrasi. "Data ini bisa diakses oleh masyarakat. Dengan demikian, bisa terlihat organisasi perangkat daerah mengerjakan apa, bagaimana pencapaiannya, dan sebagainya," ucapnya.
Bupati Malinau Wempi W. Mawa. TEMPO/LOURENTIUS EO
Bupati Wempi menegaskan, lima program tersebut mampu menurunkan angka kemiskinan, mengurangi angka pengangguran, dan meningkatkan ekonomi Kabupaten Malinau. "Inilah lima program yang saya jalankan dan saya yakin program ini bisa menjawab kebutuhan masyarakat Malinau,” ujarnya. “Kami menjamin semua program berjalan transparan, terbuka, melalui Malinau Satu Data.”
Itu semua dilakukan Bupati Wempi karena ingin generasi Kabupaten Malinau pada saatnya nanti menjadi tuan di negeri sendiri. "Kami ingin memastikan SDM-nya mampu berkompetisi dengan tenaga kerja yang datang ke negeri ini," ujarnya.
SDM yang baik dan unggul, kata Bupati Wempi, kelak akan mampu menyelesaikan masalah kemiskinan dan memanfaatkan potensi yang ada. "SDM berkualitas menjadi jawaban untuk Indonesia Emas, Indonesia yang kuat, Indonesia yang makmur, dengan manusia unggul. Dan cita-cita saya adalah menghadirkan itu," ucapnya.
Bupati Wempi melanjutkan, siapa pun yang akan memimpin Kabupaten Malinau sudah memiliki aset insani yang siap. "Karena investasi yang terbaik adalah investasi pada manusia itu sendiri. Dan itu harapan saya kepada generasi ke depan," ujarnya. "Saya punya mimpi, suatu saat masyarakat Malinau bukan menjadi beban, melainkan menjadi solusi bagi negeri ini."
Bagi Bupati Wempi, makna 81 tahun Indonesia merdeka adalah bagaimana bisa mencapai sesuatu yang menjadi mimpi setiap orang. "Mimpi setiap orang bisa diwujudkan dengan menghadirkan kepastian dan stabilitas. Tidak ada keberhasilan kalau sebuah negara tidak kondusif. Karena itu, negara harus hadir memastikan semua bisa aman dan nyaman," katanya.
Kemerdekaan, Bupati Wempi menambahkan, berarti kebebasan untuk menyampaikan harapan, sekaligus kesadaran untuk menjalankan kewajiban dan tanggung jawab sebagai warga negara. Ia menegaskan, kemerdekaan merupakan hak setiap bangsa, yang diwujudkan melalui terpenuhinya hak-hak dasar masyarakat. Mulai dari hak untuk hidup, memperoleh pekerjaan, mendapatkan layanan kesehatan, hingga menyampaikan pendapat secara bertanggung jawab.
Dalam semangat peringatan Hari Kemerdekaan, Bupati Wempi berharap Indonesia terus melangkah menjadi bangsa yang makin maju, masyarakatnya makin mencintai Tanah Air, dan para pemimpinnya makin solid dalam membangun negeri. "Di Kabupaten Malinau, setiap peringatan kemerdekaan menjadi momentum refleksi atas capaian yang telah kami raih bersama,” katanya. “Kami juga menggelar berbagai kegiatan masyarakat sebagai ungkapan kegembiraan dan rasa syukur bahwa bangsa ini tetap kuat, bersatu, dan terus bergerak maju.”(*)


















































