CANTIKA.COM, Jakarta - Ika Puspitasari atau lebih dikenal dengan Ning Ita merupakan wali kota perempuan pertama di Mojokerto. Kali pertama ia terpilih memimpin Mojokerto pada 2018-2025. Kemudian ia dipercaya kembali menjadi Wali Kota Mojokerto periode 2025-2030.
Di era serba digital, Ning Ita mengoptimalkan dengan baik jalur komunikasi di media sosial resminya. Ia kerap membagikan beberapa kegiatan saat turun langsung ke warga. Interaksi tanpa sekat dan komunikasi dua arah termasuk gaya ia memimpin salah satu kota di Jawa Timur itu.
Untuk mengenal lebih dekat sosok Ika Puspitasari, berikut beberapa fakta menariknya.
Biodata dan Riwayat Pendidikan
Ika Puspitasari lahir pada 12 April 1979 di Kota Mojokerto, Jawa Timur.
Riwayat pendidikan:
SD Negeri Tampungrejo (lulus 1991)
SMP Negeri 4 Malang (lulus 1994)
SMA Negeri 1 Sooko, Mojokerto (lulus 1997)
Sarjana Ekonomi dari Universitas Airlangga, Surabaya.
Pendidikan ekonomi dan keuangan ini tampak menjadi fondasi kuat bagi langkahnya di pemerintahan.
Karier dan Jalur Politik
Sebelum menjabat wali kota, Ning Ita pernah berkarier di bidang keuangan dan manajemen, termasuk sebagai bendahara di rumah sakit dan lainnya. Ia juga aktif dalam organisasi perempuan seperti Muslimat Nahdlatul Ulama (NU).
Sang kakak yang merupakan Bupati Mojokerto, Mustafa Kamal Pasa, kala itu punya andil besar terjunnya Ning Ita ke kursi kepemimpinan. Ia mengajaknya terjun ke dunia politik dan nyalon sebagai orang nomor satu di Kota Mojokerto.
Inovasi Landasan Memenuhi Kebutuhan Masyarakat
Sejak menjabat wali kota, politikus Partai NasDem itu sudah membulatkan tekad untuk total mengurus daerahnya. Selain waktu, ia juga mencurahkan pikirannya untuk membuat inovasi di pemerintahannya, terutama yang berkaitan dengan pelayanan publik. Dalam berinovasi, ia banyak dibantu bawahannya.
Menurut Ika, Pemerintah Kota Mojokerto membuat banyak inovasi bukan semata untuk mengejar penghargaan, melainkan menjawab kebutuhan dan tuntutan masyarakat.
“Setiap ASN memiliki dua tugas tanggung jawab, yaitu memberikan pelayanan publik, serta menyelenggarakan tata kelola pemerintahan,” katanya dikutip Tempo Agustus 2022.
Salah satu inovasi yang dibidaninya adalah Gayatri, akronim dari “gerbang layanan terpadu terintegrasi”. Gayatri merupakan kumpulan data di sektor kesehatan yang ke depannya diharapkan menjadi Big Data seluruh warga Kota Mojokerto.
Ketika Covid-19 menggila, kata Ika, Gayatri banyak membantu pemerintah kota sehingga pengendalian virus corona di wilayahnya cukup baik. Sebab, Gayatri bisa diakses oleh seluruh forum koordinasi pimpinan daerah (forkopimda), OPD, bahkan RW dan RT. Dengan satu data tersebut, kata dia, sebaran Covid-19 dapat segera diketahui sehingga penanganannya tidak terlambat. “Berkat Gayatri, capaian vaksinasi kami tertinggi pertama di seluruh Jawa Timur,” ujar Ika.
Ika menyebut inovasi yang mirip-mirip Gayatri juga diterapkan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika. Selain Gayatri, di bawah pimpinan Ika, pemerintahannya juga menciptakan berbagai inovasi berbasis aplikasi. Berkat inovasi layanan tersebut, Pemkot Mojokerto meraih IGA 2021 dari Kemendagri. Kota di tepi Sungai Brantas itu menduduki peringkat ketujuh kategori kota seluruh Indonesia.
Ika Puspitasari atau akrab disapa Ning ita Wali Kota Mojokerto. Foto: Instagram/@ningita_
Upaya Meningkatkan Keterlibatan Perempuan
Terpilih menjadi kepala daerah pertama perempuan, Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari merasakan tantangannya sungguh besar. Seperti diketahui, menurut Ika jumlah penduduk di Indonesia lebih banyak perempuan daripada laki-laki. Termasuk di Mojokerto jumlah perempuan sebanyak 50,3 persen dari total keseluruhan jumlah penduduk.
"Artinya lebih banyak daripada laki-laki, dengan kuantitas yang lebih banyak tentu kita berharap ini linier atau sebanding dengan kualitas yang diberi oleh para perempuan. Maka peran perempuan di berbagai bidang sudah seharusnya bisa setara dengan peran laki-laki," ucap Ika dalam talkshow perempuan Inspiratif yang digelar Tempo di Jakarta, Selasa, 29 Agustus 2023.
Sebagai perempuan pemimpin, Ika menginginkan tak ada disparitas di bidang apa pun yang membatasi perempuan, baik kesehatan, sosial, politik, dan ekonomi, semua punya kesempatan yang sama. "Saya sebagai kepala daerah perempuan pertama tentu ingin dengan jumlah penduduk perempuan yang lebih banyak daripada laki-laki ini bisa berkontribusi di berbagai bidang untuk membangun Kota Mojokerto," ucapnya dikutip Tempo Agustus 2023.
Salah satu upaya Ika menjalankan banyak program yang melibatkan peran perempuan dengan skema 4 P yakni pelatihan, pendampingan, permodalan usaha sampai dengan perintisan koperasi.
Terdapat 22 jenis pelatihan yang dilakukan secara masif, kemudian mereka diberikan modal usaha dalam bentuk ragam sarana dan modal pertama untuk bikin usaha, begitu pula sampai ke pendampingan hingga akhirnya lahirlah hampir 2600 unit usaha baru.
"Kami memberikan pendampingan sampai ada yang berjalan satu tahun hingga benar-benar jadi dan menghasilkan atau memproduksi. Agar kuat, maka kami buatkan koperasi usaha sebagai alur ekonomi yang sejenis, misalnya koperasi khusus pembatik atau perajin," paparnya.
Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari saat menjadi narasumber sesi talkshow From Heritage to your Daily Look dalam acara Make Over Your Mom's Batik di Plataran Dharmawangsa, Jakarta Selatan, Selasa, 28 Oktober 2025. Foto: CANTIKA/Ricky Nugraha
Tantangan yang Dihadapi Perempuan
Berbicara mengenai beberapa program yang memang melibatkan peran perempuan mempunyai plus minus. Kelebihannya, lanjut Ika, perempuan memiliki keuletan. Di sisi lain, khususnya ibu, juga punya tugas utama untuk mendidik dan membesarkan putra-putri mereka sekaligus sebagai motor penggerak di dalam internal rumah tangga.
"Nah di sinilah fokus kami bagaimana ketahanan keluarga itu tidak hanya tergantung dari kepala keluarga atau bapak," imbuhnya,
Oleh sebab itu, Ika mengatakan pentingnya manajemen waktu tanpa melupakan tanggung jawab untuk mendidik, membesarkan, dan mendampingi anak-anak. Sebab dedikasi para ibu akan memengaruhi generasi penerus bangsa, artinya kekuatan bangsa ini ke depan Itu akan ditentukan seberapa kualitas generasi penerus bangsa.
"Peran Ibu sebagai tempat pendidikan pertama dan utama jangan pernah ditinggalkan dan kesampingkan," saran Ika Puspitasari.
Pilihan Editor: Mengenal Rahmawati Zainal, Politisi yang Bawa Sentuhan Hangat ke Dunia Politik Nasional
TEMPO | KUKUH S. WIBOWO | AMIRULLAH | ECKA PRAMITA | SILVY
Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi Terkini Gaya Hidup Cewek Y dan Z di Instagram dan TikTok Cantika.
















































