Prediksi Spanyol Vs Austria di Piala Dunia 2026 Malam Ini

1 hour ago 13

DUEL antara Spanyol vs Austria akan tersaji pada babak 32 besar Piala Dunia 2026 di Stadion SoFi, Inglewood, California, Amerika Serikat, Jumat, 3 Juli 2026, pukul 02.00 WIB. Laga ini bakal disiarkan secara langsung oleh TVRI.

Di atas kertas, Spanyol semestinya menjadi favorit. Sebagai juara Grup H, La Roja tampil lebih meyakinkan dibanding Austria yang lolos sebagai runner-up Grup J. Namun, pertandingan kemungkinan tidak hanya ditentukan oleh kualitas teknis. Faktor psikologis justru bisa menjadi ujian terbesar bagi tim asuhan Luis de la Fuente.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Sejak menjuarai Piala Dunia 2010, Spanyol selalu gagal melewati fase gugur pertama. Pada edisi 2018 mereka disingkirkan Rusia melalui adu penalti pada babak 16 besar. Empat tahun kemudian, langkah mereka kembali terhenti setelah kalah dari Maroko, juga lewat adu penalti.

Kini, meski format Piala Dunia berubah menjadi 48 peserta sehingga fase gugur pertama menjadi babak 32 besar, bayang-bayang kegagalan tersebut tetap berpotensi menghantui La Roja.

De la Fuente mungkin menolak mengaitkan pengalaman masa lalu dengan kondisi timnya saat ini. Namun, pengalaman buruk kerap menjadi beban tersendiri ketika tekanan pertandingan mulai meningkat.

Di sisi lain, Spanyol juga memiliki modal psikologis yang positif. Mereka datang sebagai juara Piala Eropa 2024 setelah mengalahkan Inggris 2-1 di partai final. Situasi itu mengingatkan pada perjalanan mereka menjelang Piala Dunia 2010, ketika menjuarai Euro 2008 sebelum akhirnya mengangkat trofi dunia dua tahun kemudian.

Secara teknis, hampir semua indikator berpihak kepada Spanyol. Rodri dan kawan-kawan menjadi satu dari dua tim yang belum kebobolan di Piala Dunia 2026, bersama Meksiko. Sebaliknya, Austria sudah enam kali kebobolan sepanjang fase grup.

Meski jumlah gol Spanyol lebih sedikit daripada Austria, produktivitas peluang mereka jauh lebih tinggi. La Roja menciptakan 55 peluang, lebih dari dua kali lipat Austria yang hanya menghasilkan 26 peluang. Persoalannya, efektivitas penyelesaian akhir masih belum maksimal, termasuk dari Lamine Yamal.

Dominasi permainan Spanyol juga tercermin lewat statistik penguasaan bola. Mereka menjadi tim dengan rata-rata penguasaan bola tertinggi sepanjang turnamen, mencapai 62 persen, sedangkan Austria hanya mencatat 44 persen.

La Roja juga paling dominan dalam distribusi bola dengan 2.219 umpan, sekitar 50 persen lebih banyak dibanding Austria yang membukukan 1.467 umpan. Permainan berbasis penguasaan bola membuat lawan lebih banyak bertahan. Bahkan sepanjang babak pertama dalam tiga pertandingan fase grup, tidak satu pun lawan mampu melepaskan tembakan tepat sasaran ke gawang Spanyol.

Rekor mereka juga mengesankan. Spanyol tak terkalahkan dalam 33 pertandingan sejak dikalahkan Kolombia 0-1 pada laga persahabatan Maret 2024, di luar kekalahan melalui adu penalti dari Portugal pada final UEFA Nations League 2025. Sebaliknya, dalam rentang pertandingan yang sama, Austria telah menelan enam kekalahan.

Meski demikian, statistik tersebut belum tentu menjamin kemenangan. Pada laga terakhir fase grup, Spanyol sempat frustrasi ketika ditahan imbang tanpa gol oleh debutan Tanjung Verde. Lawan mereka ketika itu memilih bertahan sangat dalam dan menunggu kesempatan melancarkan serangan balik.

Strategi serupa berpotensi diterapkan Austria. Bedanya, tim asuhan Ralf Rangnick memiliki kualitas pemain dan organisasi permainan yang lebih baik. Selain mampu bertahan dengan blok rendah, Austria dikenal mengandalkan gegenpressing, yakni tekanan agresif segera setelah kehilangan bola untuk merebut penguasaan dan melancarkan serangan balik cepat. 

"Rasanya kami tidak mungkin lebih diunggulkan," kata Rangnick seperti dikutip FIFA. "Mungkin dalam sepuluh pertemuan melawan Spanyol kami kalah tujuh, delapan, bahkan sembilan kali. Yang harus kami pastikan adalah pertandingan besok bukan yang kesepuluh."

Pelatih berusia 68 tahun itu mengakui kualitas Spanyol yang datang sebagai juara Eropa dengan sederet pemain bintang. "Kami sudah menghadapi juara dunia, sekarang menghadapi juara Eropa. Kalau kami berhasil membuat kejutan, mungkin Cristiano Ronaldo bersama Portugal sudah menunggu pada pertandingan berikutnya," ujarnya.

Austria sendiri datang dengan kepercayaan diri setelah lolos ke fase gugur untuk pertama kalinya dalam 44 tahun. Mereka memastikan tiket setelah bermain imbang dramatis 3-3 melawan Aljazair pada laga terakhir fase grup. "Dalam 40 tahun saya menjadi pelatih, saya tidak pernah menyaksikan pertandingan sedramatis itu," kata Rangnick.

Sementara itu, Spanyol tetap memancarkan optimisme. Lamine Yamal sebelumnya mengatakan Spanyol akan "hampir tak terkalahkan" apabila mampu mencapai permainan terbaiknya selama turnamen.

De la Fuente tidak mempermasalahkan pernyataan pemain mudanya tersebut. "Saya pikir dia pemain yang optimistis dan percaya diri terhadap kemampuannya maupun kemampuan rekan-rekannya," kata De la Fuente seperti dikutip dari ESPN. "Kami tahu potensi kami. Kami tahu seberapa jauh kami bisa melangkah. Kata-katanya sangat positif. Dia memancarkan optimisme, rasa percaya diri, dan saya menyukai itu."

Pelatih Spanyol itu juga memastikan kondisi Yamal semakin membaik setelah sempat mengalami gangguan kebugaran pada awal turnamen. "Lamine sekarang bisa bermain sesuai apa pun yang kami minta darinya. Dia benar-benar dalam kondisi yang baik," ujarnya.

Meski demikian, De la Fuente mengakui Nico Williams kemungkinan belum bisa diturunkan karena mengalami sedikit masalah fisik. Sebaliknya, Yeremy Pino telah pulih lebih cepat dari perkiraan.

Kondisi Terkini Tim

Ketangguhan lini belakang Spanyol diuji. Pasalnya, pelatih Luis de la Fuente harus menghadapi krisis di lini depan akibat cedera yang dialami Yeremy Pino (cedera bahu), Nico Williams (cedera otot adduktor), dan Victor Munoz (cedera paha). Ketiganya terancam absen pada pertandingan babak 32 besar.

Seperti dikutip dari Sportsmole, Munoz tampaknya memiliki peluang untuk pulih tepat waktu. Namun, alex Baena kemungkinan tetap akan mempertahankan posisinya di sisi kiri serangan setelah menjadi penentu kemenangan atas Uruguay. Gol tersebut merupakan gol pertamanya untuk tim nasional sejak Oktober 2024.

Satu-satunya dilema pemilihan pemain yang dihadapi De la Fuente berada di lini tengah. Mikel Merino dipercaya tampil sebagai starter saat menghadapi Uruguay, tetapi Fabian Ruiz, Dani Olmo, dan Gavi sama-sama bersaing untuk menggusur gelandang Arsenal tersebut dari susunan pemain utama.

Di kubu Austria, para pemain senior Marko Arnautovic dan David Alaba sempat mengalami masalah kebugaran setelah pertandingan dramatis yang berakhir 3-3 melawan Aljazair. Namun, keduanya diyakini hanya mengalami keluhan ringan pada lutut dan tidak mengalami cedera serius.

Selain itu, pelatih Ralf Rangnick tidak memiliki persoalan lain terkait kondisi skuadnya menjelang pertandingan Kamis malam. Kevin Danso dan Michael Gregoritsch disiapkan sebagai pengganti apabila Alaba atau Arnautovic tidak dapat tampil. Sementara itu, gol dramatis Sasa Kalajdzic saat melawan Aljazair tampaknya belum cukup untuk membuatnya masuk dalam susunan pemain inti.

Perkiraan Susunan Pemain

Spanyol (4-3-3): Unai Simon; Marcos Llorente, Pau Cubarsi, Aymeric Laporte, Marc Cucurella; Mikel Merino, Rodri, Pedri; Lamine Yamal, Mikel Oyarzabal, Alex Baena.

Austria (4-2-3-1): Alexander Schlager; Stefan Posch, Philipp Lienhart, David Alaba, Phillipp Mwene; Nicolas Seiwald, Xaver Schlager; Konrad Laimer, Romano Schmid, Marcel Sabitzer; Marko Arnautovic.

Prediksi

Bagi Spanyol, pertandingan ini kemungkinan akan kembali ditentukan oleh kemampuan membongkar pertahanan rapat lawan. Jika mampu mencetak gol lebih dahulu, La Roja berpeluang mengendalikan jalannya pertandingan lewat penguasaan bola yang menjadi ciri khas mereka.

Namun apabila Austria berhasil bertahan dan bahkan unggul lebih dulu melalui serangan balik, bayang-bayang kegagalan Spanyol pada dua Piala Dunia sebelumnya bisa kembali muncul. 

Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |