SMPN 1 Selogiri Wonogiri Jadi Pilot Project Sekolah Bersinar, Siswa Diminta Berani Tolak Narkoba dan Kejar Prestasi

3 hours ago 8
NarkobaKepala BNN Kota Surakarta Kombes Pol Ventie Bernard Musak menyalami usai mengalungkan selempang duta anti narkoba SMPN 1 Selogiri Wonogiri. Joglosemarnews.com/Aris Arianto

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM — Upaya mencegah penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar di Kabupaten Wonogiri mulai diperkuat dari lingkungan sekolah. SMPN 1 Selogiri resmi mencanangkan Sekolah Bersinar (Bersih dari Narkoba), Rabu (2/9/2026).

Pencanangan tersebut menjadi perhatian karena SMPN 1 Selogiri diposisikan sebagai pilot project atau sekolah percontohan untuk program Sekolah Bersinar di lingkungan pendidikan dasar.

Deklarasi digelar di halaman SMPN 1 Selogiri dan dihadiri jajaran Forkopincam Selogiri, antara lain Plt Camat Selogiri Toto Tri Mulyarto, Kapolsek Selogiri AKP Setiyono, serta unsur TNI dan sejumlah pihak terkait.

Pesan yang disampaikan dalam deklarasi cukup tegas: katakan no pada narkoba dan obat-obatan terlarang, tetapi katakan yes pada prestasi.

Melalui deklarasi tersebut, SMPN 1 Selogiri menyatakan tiga komitmen utama sekaligus pernyataan deklarasi, yakni:

✓ Menolak segala bentuk penyalahgunaan narkoba di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah.

✓ Melaksanakan program Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) untuk mendukung terwujudnya sekolah bersih dari narkoba.

✓ Melibatkan kepala sekolah, guru, siswa, orang tua, komite sekolah, serta stakeholder terkait dalam membangun ketahanan diri siswa terhadap bahaya penyalahgunaan narkoba.

Kepala Disdikbud Wonogiri Sriyanto melalui Sekretaris Disdikbud Wonogiri Heri Rustiati mengapresiasi langkah SMPN 1 Selogiri yang menjadi sekolah percontohan dalam program tersebut.

Menurutnya, lingkungan pendidikan memiliki peran penting dalam membangun ruang yang aman bagi anak. Pencegahan narkoba tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah maupun sekolah, tetapi membutuhkan keterlibatan orang tua dan masyarakat.

“Guru juga diharapkan tidak hanya menjalankan tugas mengajar, tetapi mampu menjadi pihak yang dapat ditemui siswa ketika membutuhkan dukungan. Begitu pula orang tua dan wali murid memiliki peran penting dalam memberikan perhatian, kasih sayang, arahan, serta penguatan karakter sejak dari rumah,” ungkap Heri Rustiati.

MoUPenandatanganan MoU antara BNN Kota Surakarta dan SMPN 1 Selogiri Wonogiri. JOGLOSEMARNEWS.COM /Aris Arianto

Sementara itu, Kepala BNN Kota Surakarta Kombes Pol Ventie Bernard Musak mengatakan Program Sekolah Bersinar menjadi salah satu langkah untuk menyiapkan generasi yang memiliki ketahanan terhadap penyalahgunaan narkoba.

Program tersebut juga dikaitkan dengan upaya membentuk Generasi Emas 2045, sebagaimana arah pembangunan nasional.

Sekolah Bersinar diharapkan tidak berhenti pada pencanangan, tetapi berlanjut dengan pemberian materi dan pembelajaran mengenai bahaya narkoba kepada siswa.

Pesan yang disampaikan kepada pelajar pun sederhana: jauhi narkoba dan isi waktu dengan kegiatan positif.

Siswa juga diminta tidak ragu berkonsultasi kepada guru apabila mendengar, mengetahui, atau mengalami sesuatu yang berkaitan dengan penyalahgunaan narkoba. Informasi tersebut selanjutnya dapat ditindaklanjuti melalui pihak sekolah maupun pihak terkait.

“Katakan tidak pada narkoba, lakukan hal positif. Guru menjadi konsultan, jika anak-anak mendengar, mengalami, mengetahui, silakan berkonsultasi dengan guru di sekolah. Selanjutnya ditindaklanjuti,” kata Ventie.

Setelah deklarasi, kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) antara SMPN 1 Selogiri dan BNN. Kerja sama tersebut menjadi bagian dari tindak lanjut pencanangan Sekolah Bersinar.

Kepala SMPN 1 Selogiri Agus Joko Sumarno berharap kerja sama tersebut tidak berhenti pada seremoni deklarasi. Salah satu yang diharapkan adalah adanya pendampingan dan pemberian materi secara berkala mengenai bahaya narkoba kepada para siswa. Pihak BNN menyambut baik rencana tersebut.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyuluhan mengenai bahaya narkoba yang diberikan kepada siswa. Penyuluhan untuk guru juga dilakukan secara terpisah.

Dengan langkah tersebut, SMPN 1 Selogiri tidak hanya mengajak siswa memahami bahaya narkoba, tetapi juga mendorong terbentuknya lingkungan sekolah yang membuat pelajar berani berkata tidak, berani mencari bantuan, dan berani melaporkan hal yang berpotensi membahayakan dirinya maupun teman. Aris Arianto

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |