Tanam Benang Hidung: Prosedur, Biaya, dan Efek Samping

6 hours ago 13

CANTIKA.COM, Jakarta - Tren estetika modern terus berinovasi menawarkan berbagai alternatif bagi mereka yang ingin menyempurnakan proporsi wajah tanpa harus melewati meja operasi. Tanam benang hidung kini semakin digemari sebagai solusi memancungkan hidung alami dengan waktu pemulihan yang sangat singkat. Namun, sebelum mengambil keputusan untuk mengubah fitur wajah, memahami cara kerja medis dan memetakan risikonya adalah sebuah keharusan.

Mengenal Apa Itu Tanam Benang Hidung ( Nose Thread Lift)

Tanam benang hidung, atau yang di dunia estetika dikenal sebagai nose thread lift, adalah prosedur kosmetik non-bedah yang menggunakan benang jahit medis biodegradable untuk menyangga jaringan hidung dari dalam. Banyak calon pasien penasaran mengenai berapa lama benang di hidung akan hilang setelah ditanam.

Berdasarkan literatur klinis dari American Society of Plastic Surgeons (ASPS), material benang seperti Polydioxanone (PDO) biasanya akan terserap secara alami oleh tubuh dalam waktu 6 hingga 8 bulan. Menariknya, proses penyerapan ini justru merangsang produksi kolagen baru yang membantu mempertahankan bentuk hidung agar tetap proporsional lebih lama, biasanya bertahan 1 hingga 2 tahun.

Bagaimana Prosedur Medis Ini Dilakukan?

Tindakan pembentukan siluet hidung ini umumnya memakan waktu kurang dari 45 menit. Setelah area wajah dibersihkan secara steril, dokter akan menyuntikkan anestesi lokal agar pasien tidak merasakan nyeri. Dokter kemudian memasukkan benang khusus melalui bagian ujung hidung menggunakan kanula (jarum tumpul) untuk didorong ke sepanjang batang hidung.

Menurut panduan dari American Board of Cosmetic Surgery (ABCS), benang PDO ini dirancang secara anatomis untuk berfungsi sebagai struktur perancah (scaffolding). Perancah inilah yang secara instan memberikan proyeksi ketinggian pada batang hidung atau mengangkat ujung hidung yang turun secara presisi.

Tanam Benang Hidung vs Filler: Mana Lebih Baik?

Banyak calon pasien yang bimbang menentukan apakah lebih bagus filler atau tanam benang hidung untuk kebutuhan estetika mereka. Keputusan ini sangat bergantung pada anatomi awal hidung pasien.

Mengutip ulasan medis dari Healthline, tanam benang jauh lebih unggul untuk memberikan proyeksi batang hidung yang tegas dan merampingkan siluet tanpa risiko pelebaran (migration) seiring berjalannya waktu. Sementara itu, prosedur filler hidung berbasis asam hialuronat lebih direkomendasikan secara klinis untuk menghaluskan benjolan (dorsal hump) atau sekadar menambah volume pada hidung yang sangat pipih.

Berapa Kisaran Biaya Tanam Benang di Klinik?

Menyiapkan anggaran adalah langkah krusial sebelum melakukan prosedur kosmetik. Biaya untuk tindakan ini dipengaruhi oleh jenis material benang yang dipakai, jumlah benang yang ditanam untuk mencapai bentuk ideal, serta reputasi klinik estetika aman yang kamu pilih. Di Indonesia, tarif rata-ratanya berkisar mulai dari Rp4.000.000 hingga belasan juta rupiah untuk satu kali sesi tindakan yang dikerjakan langsung oleh dokter estetika bersertifikat.

Risiko dan Efek Samping yang Wajib Dipertimbangkan

Meski populer dan diklaim minim rasa sakit, banyak yang masih mempertanyakan apakah tanam benang hidung aman untuk jangka panjang. Menurut panduan perawatan kosmetik dari Mayo Clinic, prosedur minimal invasif ini tergolong aman jika dilakukan oleh ahli anatomi wajah atau dokter spesialis yang kompeten.

Kendati demikian, pasien tetap harus waspada terhadap efek samping tanam benang hidung yang umum terjadi pada hari-hari pertama, seperti bengkak, memar, atau rasa kebas sementara. Risiko komplikasi yang lebih serius, meskipun jarang terjadi meliputi infeksi, bentuk asimetri, hingga ekstrusi (benang menonjol keluar dari kulit), sehingga ketelitian dalam memilih tenaga medis profesional adalah syarat mutlak.

Pilihan Editor: Sebelum Tanam Benang, Filler, dan Botox, Ini yang Perlu Disiapkan

DINI DIAH

Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi Terkini Gaya Hidup Cewek Y dan Z di Instagram dan TikTok Cantika.

Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |