POLRES Lebong merilis data dampak banjir dan longsor yang terjadi sejak Minggu 5 April 2026 di Kabupaten Lebong Provinsi Bengkulu.
Kapolres Lebong Ajun Komisaris Besar Agoeng Ramadhani, melalui Kasi Humas, Aipda Syaiful Anwar, mengungkapkan banjir merendam ratusan rumah, beberapa fasilitas umum, kantor polsek, kebun, kolam ikan dan sawah di wilayah itu.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
"Sejumlah rumah, sekolah, kantor Polsek, kolam, kebun dan sawah warga terdampak banjir," ujar Aipda. Syaiful Anwar saat dikonfirmasi, Senin 6 April 2026.
Ia merincikan di willayah Polsek Lebong Tengah, desa terdampak banjir yakni:
1. Desa Semelako Atas: wilayah perkebunan warga ketinggian air mencapai 50 sentimeter
2. Desa Semelako 3: tiga rumah terendam banjir ketinggian air mencapai 20 sentimeter.
3. Desa Semelako 2: tiga rumah terendam banjir ketinggian air mencapai 20 sentimeter.
4. Desa Semelako 1: empat rumah terendam banjir ketinggian air mencapai 40 sentimeter.
5. Desa Karanganyar: 60 rumah dan area persawahan serta kolam ikan terendam banjir ketinggian hingga 45 sentimeter.
6. Desa Tanjung Bungai I: 50 persen rumah warga terkena air banjir dan area persawahan terendam dengan ketinggian air hingga 50 persen.
7. Desa Tanjung Bungai II: 12 rumah dan persawahan serta kolam ikan turut terdampak banjir, ketinggian air mencapai 30 sentimeter.
8 Desa Suka Damai: 35 KK terdampak. Ketinggian air mencapai 35 sentimeter.
9. Kelurahan Embong Panjang: 8 rumah terendam banjir dengan ketinggian air mencapai 30 sentimeter.
10. Desa Pagar Agung: 89 KK menjadi korban banjir dengan ketinggian air hingga 100 sentimeter.
Sementara bangunan milik pemerintah dan fasilitas umum yang terdampak yaitu:
1. Gedung SMP N 09 Lebong,
2. Kantor Polsek Lebong Tengah,
3. Balai Desa Semelako I.
4. Balai Desa Tanjung Bungai II,
5. TK Aisyiyah 9
6. Bangunan Heller (penggilingan padi) di Desa Tanjung Bungai II.
7. Jembatan putus di Desa Tanjung Bungai II Kecamatan Lebong Tengah.
Wilayah Polsek Lebong Utara banjir melanda kawasan:
1. Depan rumah adat Desa Kampung Muara Aman, ketinggian air mencapai 25 sentimeter.
2. Badan jalan Nangai Amen Kecamatan Lebong Utara (ketinggian air mencapai 30 sentimeter)
3. Desa Lemeu Kecamatan Embong Uram ketinggian air mencapai 25 sentimeter.
4. Desa Nangai Amen ketinggian air mencapai 1,5 meter
5. Desa Bentangur ketinggian air mencapai 25 sentimeter
6. Desa Nangai Tayau, ketinggian air 12 sentimeter
7. Desa Kampung Dalam, ketinggian air 25 sentimeter.
8. Desa Tunggang, ketinggian air 15 sentimeter.
Sementara terdata pemukiman warga yang terdampak banjir sekitar 200 rumah di beberapa titik banjir. Dampak dari banjir menimbulkan pengendara tidak bisa melintas dan isi perabotan dalam rumah terkena banjir atau sebagian warga yang terjebak banjir.
Kapolres beserta jajaran turun ke lokasi mengambil sejumlah langkah cek lokasi tempat banjir serta melaksanakan evakuasi korban bersama BPBD dan masyarakat.
Polres memberikan imbauan kepada warga agar selalu waspada dan berhati-hati. Mendata rumah warga yang terdampak banjir dan membantu warga yang terdampak.
Selain banjir longsor ikut terjadi Desa Air Kopras dan Desa Lemeu Kecamatan Pinang Belapis, Kec. Uram Jaya Kabupaten Lebong.
Tempat terjadinya longsor:
1. Desa Air Kopras, longsor terjadi satu titik dan menutupi jalan dengan ketinggian enam meter.
2. Desa Lemeu, jalan arah Pal-8 Kecamatan Uram Jaya. longsor dengan ketinggian 7 meter dan kabel listrik terputus akibat tertimpa pohon.
"Sementara tidak ada korban jiwa dalam bencana ini. Kami bersama Pemerintah daerah terus melakukan pendataan dan pemantauan dampak banjir," katanya kemudian.

















































