160 Mahasiswa STABN Raden Wijaya Wonogiri Diwisuda, Tahun Ini Ada Sejarah Baru: Lulusan Magister Pertama

1 hour ago 20
WisudaWisuda mahasiswa STABN Raden Wijaya Wonogiri. Joglosemarnews.com/Aris Arianto

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Sebanyak 160 mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri (STABN) Raden Wijaya Wonogiri resmi menyandang status sebagai lulusan setelah mengikuti prosesi wisuda, Rabu (23/9/2026).

Namun ada satu catatan penting dalam wisuda kali ini. Untuk pertama kalinya, STABN Raden Wijaya Wonogiri juga mewisuda lulusan jenjang magister.

Wisuda tersebut menjadi bagian dari Wisuda Sarjana ke-XVI dan Magister Kepenyuluhan Buddha ke-I STABN Raden Wijaya Wonogiri. Sebanyak tujuh program studi meluluskan mahasiswa pada tahun akademik ini, mulai jenjang sarjana hingga magister.

Program Magister Kepenyuluhan Buddha meluluskan 12 mahasiswa dengan gelar M.Ag. dan rerata IPK 3,88.

Sementara di jenjang sarjana, rinciannya sebagai berikut:

✓ Program Studi Pendidikan Keagamaan Buddha: 12 lulusan, rerata IPK 3,73.
✓ Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD): 25 lulusan, rerata IPK 3,70.
✓ Program Studi Kepenyuluhan Buddha: 52 lulusan, rerata IPK 3,58.
✓ Program Studi Ilmu Komunikasi Buddha: 28 lulusan, rerata IPK 3,63.
✓ Program Studi Kepanditaan Buddha: 18 lulusan, rerata IPK 3,62.
✓ Program Studi Pariwisata Buddha: 13 lulusan, rerata IPK 3,55.

Jika seluruhnya dijumlahkan, total lulusan STABN Raden Wijaya Wonogiri tahun ini mencapai 160 orang.

Bupati Wonogiri Setyo Sukarno yang hadir dalam wisuda tersebut mengatakan kelulusan para mahasiswa merupakan momentum penting bagi civitas akademika, keluarga wisudawan maupun para lulusan.

Ia berharap keberhasilan menyelesaikan studi tidak berhenti pada seremoni wisuda, tetapi menjadi tahap awal bagi para lulusan untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan profesi sekaligus memberikan kontribusi kepada masyarakat, bangsa dan negara.

“Kiranya tahapan keberhasilan menyelesaikan studi ini menjadi awal yang baik untuk dapat melanjutkan langkah dalam mewujudkan keberhasilan di tahap berikutnya, dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan profesi untuk memberi kontribusi positif bagi masyarakat, bangsa dan negara, juga untuk menjalankan fungsi-fungsi keagamaan, sebagaimana menjadi filosofi almamater STABN Raden Wijaya Wonogiri,” kata Setyo Sukarno.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menyampaikan harapan terhadap masa depan STABN Raden Wijaya yang telah hampir 19 tahun hadir di Kabupaten Wonogiri.

Menurutnya, keberadaan kampus tersebut telah memberikan manfaat bagi masyarakat dalam arti luas. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Wonogiri mendukung proses peningkatan status STABN Raden Wijaya dari sekolah tinggi menjadi institut atau universitas.

“Pertama, Pemerintah Kabupaten Wonogiri mendukung peningkatan status dari Sekolah Tinggi menjadi Institut atau Universitas, agar mampu berkontribusi yang semakin besar dan semakin luas,” ujar Setyo.

Ia juga mengajak civitas akademika STABN Raden Wijaya semakin aktif mengambil bagian dalam berbagai kegiatan pemerintahan dan kemasyarakatan di Kabupaten Wonogiri.

Dorongan pengembangan kampus juga datang dari Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha Supriyadi.

Ia berharap STABN Raden Wijaya dapat segera bertransformasi menjadi institut. Bahkan, menurutnya, kampus tersebut memiliki peluang untuk berkembang lebih jauh menuju universitas.

Namun, peningkatan status tersebut membutuhkan sejumlah penguatan, antara lain fasilitas, sumber daya manusia serta dukungan anggaran.

Supriyadi juga menilai STABN Raden Wijaya memiliki karakter yang menarik dalam konteks kehidupan masyarakat Wonogiri yang beragam.

Kampus tersebut dinilainya menjadi salah satu gambaran Bhinneka Tunggal Ika karena mahasiswa, dosen dan tenaga kependidikan tidak seluruhnya beragama Buddha.

“Semua agama ada disini. Ini luar biasa,” kata dia.

Sementara itu, Ketua STABN Raden Wijaya Wonogiri Dr. Sulaiman, PhD menyampaikan bahwa perkembangan kampus kini mencakup tujuh program akademik dan satu program profesi.

Bidang yang dikembangkan meliputi pendidikan, kepenyuluhan, kepanditaan, komunikasi, pariwisata, PGSD, PPG serta program magister.

Wisuda 160 lulusan sekaligus hadirnya lulusan magister untuk pertama kalinya menjadi bagian dari perkembangan tersebut.

Dalam prosesi wisuda, hadir pula unsur Forkopimda Kabupaten Wonogiri, di antaranya Bupati Wonogiri, DPRD Wonogiri, Kodim 0728 Wonogiri, Kapolres Wonogiri dan Sekda Wonogiri.

Sejumlah organisasi perangkat daerah juga hadir, termasuk Dinas Pendidikan Wonogiri, Dinas Sosial Wonogiri dan Dinas Lingkungan Hidup Wonogiri.

Dari unsur pendidikan dan keagamaan turut hadir perwakilan Kankemenag Wonogiri, Ditjen Bimas Buddha, Pembimas Buddha, DPD Walubi Jawa Tengah, UIN Raden Mas Said Surakarta, Universitas Sahid Surakarta, STHAN Jawa Dwipa, STAB Syailendra, STIAB Smaratungga dan STAIMAS Wonogiri.

Perwakilan lembaga Buddhis internasional juga hadir, di antaranya Ven. Ru Yin selaku Kepala sekaligus Ketua Pusat Pendidikan Buddhis Fo Guang Shan Indonesia serta Ven. Dr. Youdeng Shih yang menjabat Director of Fo Guang Shan Education Centre sekaligus Research Advisor di Malaysia dan Pakistan.

Dengan 160 lulusan yang diwisuda dan untuk pertama kalinya meluluskan mahasiswa jenjang magister, STABN Raden Wijaya Wonogiri kini menghadapi target pengembangan berikutnya: memperkuat kapasitas akademik dan kelembagaan menuju status yang lebih tinggi. Aris Arianto

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |