REPUBLIKA.CO.ID, MANITOBA — Anggota komunitas Muslim Winnipeg di Kanada, menyatakan, adanya kekhawatiran nyata terkait keselamatan keluarga mereka saat mengunjungi masjid setempat. Pada Sabtu di Masjid Bilal, pihak Kepolisian Winnipeg (WPS) melaporkan, seorang pria yang mencurigakan mendatangi beberapa remaja di lokasi tersebut dan melontarkan ancaman kekerasan.
"Dalam situasi seperti ini, apakah mereka sekarang akan merasa takut untuk pergi ke masjid?" ujar Shahina Siddiqui, direktur eksekutif Islamic Social Services Association, dikutip dari laman CTV News, Rabu (23/9/2026)
"Tempat itu adalah ruang aman bagi semua umat beragama. Hal ini berdampak pada seluruh komunitas, memunculkan pertanyaan, 'Baiklah, siapa berikutnya?'"kata Shahina.
WPS telah mendakwa seorang pria berusia 48 tahun atas tuduhan melontarkan ancaman yang dapat menyebabkan kematian atau cedera fisik. Dalam sebuah pernyataan kepada CTV News, juru bicara Masjid Bilal menyebut insiden tersebut sangat meresahkan.
Mereka antara lain menyatakan, setiap anak dan setiap keluarga seharusnya dapat mendatangi tempat ibadah dan berpartisipasi dalam kegiatan komunitas tanpa rasa takut atau intimidasi."Di sanalah mereka merasa paling aman. Rasa aman itu kini telah terusik," kata Shahina.
Shahina mengatakan, ini bukan satu-satunya peristiwa terkini yang mengguncang komunitas Muslim setempat. Rahma Islamic Centre sempat menjadi sasaran penembakan dari kendaraan yang melintas pada akhir Juli lalu."Ingatan akan peristiwa itu masih membekas karena ada sebuah keluarga di dalam masjid saat kejadian berlangsung, begitu pula dengan anak-anak muda,”kata dia.
"Hal yang terpenting adalah kita adalah satu kesatuan masyarakat," kata Hakim Ghulam, ketua dewan Manitoba Islamic Association. "Kita adalah satu Manitoba. Kita perlu saling menghormati terlepas dari perbedaan yang ada,”tambah dia.

1 hour ago
7

















































