35 Ribu Kopdes Merah Putih Ditargetkan Rampung Agustus, Menkop Beberkan Sektor Operasionalnya

1 day ago 38

REPUBLIKA.CO.ID, CIMAHI -- Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menyebutkan, sebanyak 35 ribu gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) diperkirakan rampung Agustus mendatang. Koperasi yang digagas Presiden Prabowo itu akan menjadi kantor tunggal penyaluran berbagai bantuan sosial dan barang bersubsidi kepada masyarakat

Keputusan itu dibuat berdasarkan hasil rapat terbatas yang dipimpin langsung Presiden Prabowo Subianto pada Rabu (15/7/2026). Barang-barang bersubsidi seperti gas LPG 3 kilo, pupuk bersubsidi, beras, minyak goreng, dan lainnya hingga penyaluran bantuan langsung tunai (BLT), bantuan sosial (bansos), bantuan pangan nontunai akan didistribusikan melalui KDKMP.

"Diputuskan secara resmi bahwa seluruh penyaluran barang-barang bersubsidi disalurkan melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. InsyaAllah bulan Agustus nanti sekitar 35 ribu bangunan fisik gudang, gerai, dan alat perlengkapannya selesai," kata Ferry usai membuka pelatihan manajerial dan sertifikasi calon Manajer KDKMP di Pusdik Armed, Kota Cimahi, Jumat (17/7/2026).

Kemudian, kata dia, seluruh skema channeling berupa Kredit Usaha Rakyat (KUT) bisa dilaksanakan melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Ferry berharap seluruh perbankan bisa membuka unit layanan jasa perbankannya di Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

"Ini adalah keputusan yang akan menentukan arah sistem dan praktik ekonomi kita karena itu akan memutus mata rantai distribusi yang berkepanjangan dan menghindari salah sasaran dari program-program tersebut kepada para penerima manfaat," ujarnya.

Gerai KDKMP juga akan memprioritaskan produk-produk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) lokal dan menyediakan gerai obat dan klinik. Sebab, kata Ferry, Presiden Prabowo Subianto menginginkan ada pelayanan kesehatan dan penyediaan obat yang terjangkau di desa-desa dan kelurahan. 

"Yang berikutnya adalah kegiatan pergudangan. Ia akan menjadi tempat untuk menyimpan hasil seluruh produk dari masyarakat desa itu. Apakah tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, perikanan, kerajinan, dan lain sebagainya, tapi juga bisa menjadi tempat untuk menyediakan sarana input pertanian, pupuk, benih, pestisida, alat mesin pertanian," ungkap Ferry.

Selain itu, kata dia, keberadaan KDKMP nantinya diharapkan menjadi pusat kegiatan keuangan mikro, dimana masyarakat bisa melakukan aktivitas simpan pinjam. Kegiatan itu ditujukan untuk mengikis aktivitas bank emok hingga rentenir.

"Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih adalah untuk membebaskan masyarakat di desa-desa dan kelurahan dari jeratan utang, jeratan praktik rentenir, dan dari jeratan praktik pinjaman online," sebutnya.

Untuk menajalankan KDKMP itu, lanjut Ferry, pemerintah sudah menyiapkan 29.830 calon manajer KDKMP yang sedang menjalani pelatihan manajerial dan seritifkasi secara serentak. Program ini merupakan tahap lanjutan penyiapan Sumber Daya Manusia (SDM) Manajer KDKMP setelah mengikuti pembentukan karakter, kedisiplinan, kepemimpinan, dan bela negara oleh Kementerian Pertahanan. 

Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |