BAZNAS Ungkap Potensi Zakat Rp340 Triliun, Begini Realisasinya Sampai Sekarang

8 hours ago 13

Leaders Talk 2026 yang digelar Forum Zakat (FOZ) bersama Perkumpulan Organisasi Pengelola Zakat (POROZ) dan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) di Jakarta, Rabu (10/6/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Potensi zakat nasional diperkirakan mencapai Rp340 triliun, namun realisasi penghimpunannya baru sekitar Rp44 triliun. Kesenjangan besar tersebut menjadi perhatian utama dalam Leaders Talk 2026 yang digelar Forum Zakat (FOZ) bersama Perkumpulan Organisasi Pengelola Zakat (POROZ) dan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) di Jakarta, Rabu (10/6/2026).

Mengusung tema "Menguatkan Kolaborasi Zakat Nasional untuk Wujudkan Indonesia Berdaya", forum tersebut menjadi ajang konsolidasi lembaga zakat untuk memperkuat sinergi, integrasi data, dan kolaborasi program dalam meningkatkan kontribusi zakat bagi pengentasan kemiskinan.

Ketua BAZNAS RI Sodik Mudjahid menilai kolaborasi antar-lembaga menjadi faktor penting untuk mengoptimalkan potensi zakat nasional yang masih belum tergarap secara maksimal.

"Potensi zakat Indonesia mencapai sekitar Rp340 triliun, namun realisasinya masih sekitar Rp44 triliun. Kolaborasi SDM, jaringan, serta integrasi data muzakki menjadi kunci untuk meningkatkan capaian tersebut," ujar Sodik.

Forum yang dihadiri 89 lembaga anggota FOZ itu juga menyoroti pentingnya transformasi digital dalam pengelolaan zakat. Bank Syariah Indonesia (BSI) menyatakan komitmennya mendukung digitalisasi zakat, termasuk pengembangan pusat layanan digital yang dapat dimanfaatkan oleh BAZNAS daerah dan Organisasi Pengelola Zakat (OPZ).

Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas pengelolaan dana zakat di Indonesia.

Sekretaris Umum POROZ Angga Nugraha mengatakan penguatan kolaborasi menjadi kebutuhan mendesak mengingat besarnya potensi zakat yang dimiliki Indonesia.

"Potensi zakat yang sangat besar membutuhkan kesatuan langkah. Nota kesepahaman ini menjadi pijakan untuk memperkuat sinergi antar-lembaga," katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Pelaksana Tugas Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kesejahteraan Sosial Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Dyah Tri Kumolosari mengungkapkan masih terdapat sekitar 2,2 juta penduduk yang hidup dalam kondisi kemiskinan ekstrem di Indonesia.

Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |