Daftar 7 Tokoh Jateng Masuk Bursa Pahlawan Nasional 2026, Ada Nama Kakek Prabowo Subianto

6 hours ago 18
PahlawanIlustrasi. AI generated

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Jangan sampai lupa tujuh nama ini. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengusulkan tujuh tokoh asal Jateng untuk mendapatkan gelar Pahlawan Nasional 2026. Dua nama merupakan usulan baru dari masyarakat, sementara lima tokoh lainnya merupakan nama yang kembali diteruskan karena sebelumnya belum mendapat persetujuan Presiden.

Dua nama baru tersebut adalah KH Sholeh Darat dari Kota Semarang dan Raden Mas Margono Djojohadikusumo dari Banyumas. Nama terakhir tentu menarik perhatian karena merupakan kakek Presiden Prabowo Subianto.

Namun Pemprov Jateng menegaskan, pengusulan Margono tidak didasarkan pada hubungan keluarga dengan Presiden. Dasarnya adalah rekam jejak, jasa, serta kontribusinya bagi Indonesia pada masa awal kemerdekaan.

Pelaksana Harian Kepala Dinas Sosial Jawa Tengah Isriadi Widodo mengatakan, proses pengusulan gelar Pahlawan Nasional dilakukan secara berjenjang. Usulan dari masyarakat terlebih dahulu melalui proses kajian di tingkat daerah sebelum diteruskan ke pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial.

“Jawa Tengah untuk yang diusulkan di tahun 2026 itu sebenarnya dua, KH Sholeh Darat dari Kota Semarang, dan Raden Mas Margono Djojohadikusumo dari Banyumas,” kata Isriadi.

Untuk Margono, usulan diajukan oleh Seruan Eling Banyumasan, sebuah paguyuban masyarakat yang memiliki keterkaitan dengan Banyumas. Usulan tersebut telah disampaikan sejak Maret 2025.

Setelah melalui evaluasi dan melengkapi persyaratan di tingkat provinsi, rekomendasi Gubernur Jawa Tengah kemudian diteruskan kepada Kementerian Sosial pada 6 April 2026.

Margono dinilai memiliki jasa penting dalam bidang ekonomi pada masa awal berdirinya Republik Indonesia. Salah satu kontribusinya yang paling menonjol adalah perannya dalam pendirian Bank Negara Indonesia (BNI) pada awal kemerdekaan.

“Yang utama memang beliau pendiri bank pertama nasional Republik Indonesia di awal kemerdekaan. Tentunya itu berdampak ekonomi yang sangat membantu dengan keberadaan BNI, sehingga sampai sekarang juga masih eksis dan cukup besar,” ujar Isriadi.

Jejak perjuangan Margono tidak hanya berada di sektor ekonomi. Ia juga tercatat sebagai anggota BPUPKI dan pernah menjadi Ketua Dewan Pertimbangan Agung (DPA). Namanya juga dikaitkan dengan sejumlah proses diplomasi pada masa mempertahankan kemerdekaan, termasuk Perjanjian Roem-Roijen dan Konferensi Meja Bundar.

Munculnya nama Margono kemudian memunculkan pertanyaan karena putranya adalah Prof. Soemitro Djojohadikusumo, ayah Presiden Prabowo Subianto.

Namun Isriadi memastikan proses pengusulan berjalan berdasarkan jasa tokoh yang bersangkutan.

“Kalau momennya pas pada saat Pak Prabowo jadi presiden, ya mungkin kebetulan saja. Yang jelas, dari pengusul memang ada jasa-jasa beliau yang perlu diangkat,” katanya.

Pemprov Jateng juga membantah kabar yang menyebut keluarga Presiden Prabowo menolak pengusulan Margono. Menurut Isriadi, persetujuan keluarga telah diberikan secara tertulis dan menjadi bagian dari kelengkapan administrasi pengusulan.

“Secara tertulis ada. Kalau memang itu tidak ada, mungkin secara administrasi kita juga tidak akan diterima di sana,” ungkapnya.

Sementara itu, lima nama lainnya bukanlah nama baru dalam proses pengusulan Pahlawan Nasional. Pemprov Jateng kembali meneruskan pengusulan mereka setelah sebelumnya belum memperoleh persetujuan Presiden.

Berikut daftar lengkap tujuh tokoh Jawa Tengah yang diusulkan menjadi Pahlawan Nasional 2026, termasuk dua nama baru yang diajukan masyarakat:

Bambang Soeprapto Dipokoesoemo – asal Kabupaten Banyumas
Basoeki Probowinoto – asal Kota Salatiga
✓ dr. Kariadi – asal Kota Semarang
KH Sholeh Darat – asal Kota Semarang (usulan baru 2026)
✓ Mayjen dr. Roebiono Kertopati – asal Kabupaten Purworejo
Raden Mas Margono Djojohadikusumo – asal Kabupaten Banyumas (usulan baru 2026)
✓ Letjen (Purn) Bambang Sugeng – asal Kabupaten Temanggung

Ketujuh nama tersebut kini berada dalam proses di Tim Peneliti, Pengkaji Gelar Pusat (TP2GP). Tahapan tersebut menjadi bagian penting sebelum keputusan akhir mengenai pemberian gelar Pahlawan Nasional.

Pemprov Jateng tidak dapat memastikan kapan keputusan akhir akan keluar. Sebab, penetapan gelar Pahlawan Nasional merupakan kewenangan Presiden dengan mempertimbangkan Dewan Gelar.

“Itu hak prerogatif Pak Presiden. Kita tidak bisa menyampaikan rentang waktunya, dan tidak bisa mengintervensi pertimbangan beliau,” pungkas Isriadi.

Dengan demikian, tujuh nama dari Jawa Tengah kini kembali masuk dalam proses panjang menuju gelar Pahlawan Nasional. Dua nama baru—KH Sholeh Darat dan Raden Mas Margono Djojohadikusumo—menjadi tambahan penting dalam daftar usulan 2026.

Khusus Margono, perhatian publik tentu akan lebih besar karena hubungan keluarganya dengan Presiden Prabowo. Namun pada akhirnya, penilaian resmi tetap berada pada proses pengkajian negara terhadap jasa dan kontribusi masing-masing tokoh bagi bangsa Indonesia. Aris Arianto

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |