WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Di tengah upaya penebaran 115.500 benih ikan di Waduk Gajah Mungkur justru membuka fakta yang lebih mengkhawatirkan: perairan di wilayah Kecamatan Baturetno semakin dipenuhi sampah. Kondisi ini memicu keresahan nelayan karena kualitas air bakal menurun dan berpotensi merusak ekosistem waduk secara serius.
Melansir laman resmi Pemkab Wonogiri, Selasa (28/4/2026), penebaran benih dilakukan secara simbolis oleh Plt Kepala DKPKP Niken Kuntarti bersama jajaran terkait. Namun di balik seremoni tersebut, suara nelayan justru mengarah pada masalah yang belum terselesaikan: penumpukan sampah di area tangkap mereka.
“Konsumsi protein hewani masyarakat perlu terus ditingkatkan melalui produk perikanan. Dengan penebaran 115.500 ekor benih ikan ini, kami harap kelestarian lingkungan Waduk Gajah Mungkur terjaga dan kesejahteraan nelayan meningkat,” ujar Niken Kuntarti.
Sayangnya, harapan itu berbenturan dengan kondisi lapangan. Dalam sesi diskusi, perwakilan nelayan secara terbuka mengeluhkan semakin banyaknya sampah yang mengapung, terutama di sekitar perairan Baturetno. Sampah plastik, limbah rumah tangga, hingga material organik bercampur dan mencemari area tangkap.
Dampak permasalahan sampah di perairan ini tidak main-main, dirasakan langsung oleh nelayan:
✓ Penurunan kualitas air – air menjadi keruh, berbau, dan mengganggu habitat ikan
✓ Kematian ikan meningkat – sampah organik memicu penurunan oksigen di air
✓ Hasil tangkapan menurun – ikan menjauh atau mati sebelum berkembang
✓ Kerusakan ekosistem – rantai makanan terganggu, pertumbuhan ikan tidak optimal
✓ Risiko kesehatan – ikan yang hidup di air tercemar berpotensi tidak layak konsumsi
✓ Menghambat restocking – benih ikan yang ditebar berisiko tidak bertahan hidup
Kabid Usaha DKP Provinsi Jawa Tengah, Aris Setijono, tidak menutup mata. Ia menegaskan persoalan kebersihan waduk bukan lagi hal sepele.
“Kebersihan waduk dan penggunaan alat tangkap yang ramah lingkungan merupakan harga mati yang tidak dapat ditawar,” tegasnya.
Aris Setijono menambahkan peran Pokmaswas sangat penting dalam mengedukasi masyarakat dan para pemancing agar tidak membuang sampah sembarangan.
Sementara, Kabid Kelautan dan Perikanan, Catur Wuryaningsih, mengajak semua pihak untuk tidak tinggal diam menghadapi kondisi ini. Ia menekankan pentingnya kesadaran kolektif menjaga kebersihan area perairan.
Realitanya, tanpa penanganan serius terhadap sampah, program penebaran benih ikan berisiko menjadi sia-sia. Benih yang ditebar dalam jumlah besar tidak akan berkembang optimal jika kualitas air terus memburuk.
Di sisi lain, kegiatan ini sendiri melibatkan berbagai sumber pembiayaan: APBD Kabupaten Wonogiri, APBD Provinsi Jawa Tengah, serta swadaya nelayan. Total 115.500 benih ikan ukuran 5–7 cm ditebar sebagai bagian dari strategi ketahanan pangan daerah. Aris Arianto
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.



















































