Memahami Syahid dan Keutamaan di Balik Musibah Menurut Sabda Rasulullah

4 hours ago 8

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Berdasarkan hadits Nabi Muhammad SAW, orang yang syahid tidak hanya yang gugur di medan perang, tapi orang yang wafat di jalan Allah pun termasuk syahid. Mengenai musibah, diriwayatkan bahwa musibah bisa menjadi ladang pahala yang tidak terhingga nilainya jika disikapi dengan iman, takwa, dan tawakal.

Imam Muslim meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW menguji sahabatnya dengan pertanyaan, "Siapakah orang yang mati syahid di antara kalian?" Para sahabat menjawab, "Orang yang gugur di medan perang itulah syahid ya Rasulullah."

Rasulullah SAW berkata, "Kalau begitu, sedikit sekali umatku yang mati syahid." Sahabat bertanya, "Lalu siapa ya Rasul?"

Rasulullah SAW menjawab, "Orang yang gugur di medan perang itu syahid, orang yang meninggal di jalan Allah juga syahid, orang yang terkena tha’un (wabah) pun syahid, orang yang mati karena sakit perut juga syahid, dan orang yang tenggelam adalah syahid." (HR Imam Muslim).

Abu Hurairah Radhiyallahu anhu berkata, Nabi Muhammad SAW bersabda, "Orang yang mati syahid ada lima macam, yaitu orang yang terkena tha’un (wabah), orang yang mati karena sakit perut, korban tenggelam, korban yang tertimpa reruntuhan, dan orang syahid di jalan Allah." (HR Imam Al-Bukhari dan Imam Muslim).

Keutamaan di Balik Musibah

Dalam khazanah hadis yang dikutip Syekh Muhammad Nawawi bin Umar al-Banteni terdapat penjelasan mendalam tentang keutamaan sabar menghadapi musibah.

Syekh Muhammad Nawawi bin Umar al-Banteni dalam Nashaihul Ibad meriwayatkan bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda sebagai berikut:

"Apabila kiamat telah tiba, maka timbangan diletakkan, lalu ahli shalat didatangkan, maka dipenuhi pahala-pahala mereka sesuai perhitungan mizan. Lalu didatangkan orang-orang yang berpuasa dan diberikan pahala mereka sesuai dengan perhitungan mizan."

"Akhirnya didatangkan orang-orang yang sewaktu hidup di dunia ditimpa musibah, untuk mereka tidak diperhitungkan dengan mizan dan tidak pula dibentangkan kepada mereka catatan amalnya, (mereka) diberi pahala sepenuhnya tanpa hitungan, sehingga orang-orang yang selamat mengharapkan mendapat kedudukan seperti mereka karena banyaknya pahala dari Allah SWT."

Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |