BANTUL, JOGLOSEMARNEWS.COM – Jalanan Bantul kembali diwarnai dugaan aksi kejahatan jalanan. Dua pemuda yang tengah berboncengan pada dini hari justru berakhir di rumah sakit setelah diduga diburu sekelompok orang dan dikeroyok di kawasan Jalan Imogiri Barat, Sewon, Bantul.
Kasus tersebut menjadi perhatian setelah foto kedua korban beredar di media sosial. Kondisi keduanya tampak mengalami luka-luka, sementara informasi awal menyebut serangan terjadi sekitar pukul 04.00 WIB, Sabtu (29/8/2026).
Polisi kini bergerak untuk mengungkap apa yang sebenarnya terjadi. Namun, proses penyelidikan masih menghadapi kendala karena kedua korban belum dapat memberikan keterangan secara lengkap akibat masih menjalani perawatan.
Kapolsek Sewon, AKP Sutrisno, membenarkan adanya laporan terkait kejadian tersebut. Penanganannya kini dilakukan secara bersama-sama oleh personel Polsek Sewon dan Polres Bantul.
“Masih dalam penyelidikan gabungan Polsek dan Polres,” katanya, saat dihubungi Tribunjogja.com, Minggu (30/8/2026).
Dua korban diketahui berinisial TH (19), warga Kapanewon Sewon, dan NF (19), warga Kapanewon Kasihan, Bantul.
Kanit Reskrim Polsek Sewon, Iptu Agus Rudatiyono, menjelaskan peristiwa tersebut bermula ketika kedua pemuda itu sedang mengendarai sepeda motor secara berboncengan.
Mereka disebut tengah mengantarkan salah satu dari keduanya pulang ke rumah. Namun dalam perjalanan, keduanya diduga dibuntuti dan dikejar dari arah selatan menuju utara.
Motor yang digunakan korban disebut menjadi salah satu alasan mereka terus dikejar.
“Korban tadinya berboncengan kemudian dikejar (orang lain) dari arah selatan ke utara. Terus, karena motor mereka motor CC seperti KLX akhirnya dikejar sampai Toko Lancar Jalan Imogiri Barat,” jelasnya.
Pengejaran tersebut kemudian berujung pada kekerasan. Sekitar pukul 04.00 WIB, kedua korban diduga dikeroyok hingga mengalami sejumlah luka pada tubuh.
Informasi sementara menyebut luka yang dialami korban antara lain berada di bagian dagu, punggung dan kepala. Bahkan, helm yang digunakan salah satu korban disebut sampai pecah.
Kedua korban telah melaporkan kejadian tersebut kepada polisi. Untuk mengungkap rangkaian peristiwa, petugas kini menelusuri rekaman kamera pengawas di sekitar lokasi.
“Korban sudah laporan ke Polsek Sewon. Sampai saat ini, kita gabungan dengan Buser (Polres Bantul) untuk menyisir CCTV di seputaran lokasi kejadian, di Jalan Imogiri Barat,” terangnya.
Penyelidikan belum bisa berjalan maksimal karena kondisi korban belum memungkinkan untuk memberikan keterangan secara mendalam.
Polisi masih berupaya mendapatkan informasi dari korban, termasuk dengan mendatangi rumah sakit tempat mereka menjalani perawatan.
“Korban sementara ini belum bisa dimintai keterangan. Namun, kami mencoba introgasi di rumah sakit, jadi informasi yang didapatkan belum lengkap karena korban masih sakit,” tutur dia.
Beredar di Media Sosial
Kasus tersebut mencuat ke publik setelah sebuah akun media sosial X, @merapi_uncover, mengunggah foto dua pemuda yang mengalami luka-luka.
Unggahan itu menyebut dugaan aksi kejahatan jalanan terjadi pada Sabtu dini hari sekitar pukul 04.00 WIB di kawasan Wojo. Dalam narasi yang beredar, kedua korban disebut dikeroyok oleh sekitar 10 sepeda motor atau kurang lebih 20 orang.
Namun, informasi mengenai jumlah pelaku tersebut masih menjadi bagian yang perlu dipastikan melalui penyelidikan kepolisian.
Dalam unggahan tersebut juga disebutkan adanya dugaan kekerasan terhadap kedua korban. Salah satu korban diklaim sempat terlindas sepeda motor, sedangkan korban lainnya mengalami luka cukup parah pada bagian kepala dan sejumlah bagian tubuh lain.
“Ada dua korban. Korban satunya (temen keponakan saya) ditelindes pake motor, punggung disayat-sayat. Yang keponakan saya kepalanya terluka parah, punggung, dagu, bahu jug kena sayatan. Sekarang adek keponakan saya opname di RSUD Jogjakarta (RSUD Kota Yogyakarta). Mohon doanya semoga lekas sembuh,” tandasnya.
Polisi masih melakukan pendalaman untuk memastikan kronologi, jumlah pelaku, motif, serta rangkaian kekerasan yang dialami kedua korban.
Dengan pemeriksaan CCTV dan keterangan korban yang akan dilakukan setelah kondisi mereka memungkinkan, penyidik berupaya mengurai kejadian tersebut secara lebih utuh.
Kasus ini sekaligus kembali mengingatkan pada persoalan kejahatan jalanan yang kerap menebar rasa tidak aman di jalan-jalan pada waktu dini hari. Namun, sebelum menyimpulkan peristiwa tersebut sebagai aksi klithih, kepolisian masih harus memastikan seluruh fakta berdasarkan hasil penyelidikan. [*] Disarikan dari sumber berita media daring
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.



















































