Kupang, CNN Indonesia --
Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) mengalami erupsi dengan tinggi semburan abu vulkanik mencapai 1,6 kilometer pada Rabu (22/4) sore pukul 17.03 Wita.
Erupsi gunung yang terletak di Kabupaten Flores Timur, NTT, tersebut dikonfirmasi petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA), Emanual Rofinus Bere melalui laporan tertulis diterima CNNIndonesia.com.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Telah terjadi erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki, Nusa Tenggara Timur pada tanggal 22 April 2026 pukul 17.03 Wita dengan tinggi kolom abu teramati ± 1.600 m di atas puncak (± 3.184 m di atas permukaan laut)," kata Emanuel dalam laporannya.
Menurut Emanuel saat erupsi kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan condong ke arah barat daya.
Dia menjelaskan erupsi tersebut terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 7,4 milimeter dan berlangsung selama lebih dari dua menit..
"Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 7.4 mm dan durasi sementara ini ± 2 menit 24 detik," ujar Emanuel yang melaporkan dari PPGA di Desa Pululera, Kecamatan Wulanggitang.
Tujuh kali erupsi
Sebelumnya, mengutip dari Antara, selama periode pemantauan sejak Rabu dini hari hingga siang tadi, PPGA mendata gunung itu enam kali erupsi.
Sebelum pada pukul 17.03 Wita, PPGA kali terakhir melaporkan pada pukul 13.53 wita bahwa gunung tersebut mengalami erupsi dengan tinggi kolom abu mencapai 1.200 meter di atas puncak.
Pada erupsi pukul 13.53 tersebut dilaporkan kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas condong ke arah barat daya dan barat. Erupsi tersebut juga tercatat di seismogram dengan amplitudo maksimum 5,9 milimeter dan berdurasi 3 menit 47 detik.
Berdasarkan data Badan Geologi, rangkaian erupsi dimulai pada Selasa (21/4) tengah malam sekitar pukul 23.43 Wita. Kemudian berlanjut pada Rabu dini hari hingga siang hari, yakni pada pukul 03.30 Wita, 05.13 Wita, 08.12 Wita, 10.41 Wita, dan 13.53 Wita.
Lalu pada sore tadi, sekitar pukul 17.03 Wita.
Saat ini, Gunung Lewotobi Laki-laki berada pada Status Level II (Waspada). Badan Geologi mengeluarkan rekomendasi agar masyarakat serta wisatawan tidak melakukan aktivitas apapun dalam radius 4 kilometer dari pusat erupsi.
"Masyarakat di sekitar G. Lewotobi Laki-laki dan pengunjung/wisatawan tidak melakukan aktivitas apapun dalam radius 4 Km dari pusat erupsi G. Lewotobi Laki-laki," kata Emanuel dalam rekomendasi yang dikeluarkan PPGA.
Peringatan lain yang dikeluarkan PPGA agar warga mewaspadai potensi banjir lahar hujan pada sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Lewotobi Laki-laki jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi.
"Terutama daerah Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng jaya, Boru, Nawakote," ujar Emanuel.
PPGA juga mengingatkan masyarakat yang terdampak hujan abu untuk memakai masker atau penutup hidung dan mulut untuk menghindari bahaya abu vulkanik yang bisa mengganggu sistem pernapasan.
(eli/kid)
Add
as a preferred source on Google

21 hours ago
12

















































