Polri-FBI Ungkap Korban Phishing Libatkan WNI Capai 34 Ribu Orang

21 hours ago 24

Jakarta, CNN Indonesia --

Bareskrim Polri menyebut korban sindikat phishing lintas negara yang melibatkan 2 WNI mencapai 34 ribu orang termasuk warga Amerika Serikat (AS).

Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Brigjen Himawan Bayu Aji mengatakan kedua tersangka GWL dan FYTP menjalankan aksinya dengan menggunakan layanan VPS (Virtual Private Server) yang berada di luar negeri.

"Tersangka juga melakukan pemantauan atau monitoring penjualan secara otomatis serta memberikan layanan dukungan teknis bagi pembeli skrip phishing yang mengalami kendala," ujarnya dalam konferensi pers, Rabu (22/4).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menjelaskan alat phishing itu dijual kedua pelaku melalui situs w3llstore.com dengan pembayaran memakai crypto ke rekening GWL dana itu kemudian diteruskan ke dompet digital milik FYT.

Setelahnya dikonversi ke dalam mata uang Rupiah dan ditarik atau withdraw menggunakan rekening bank pribadi milik tersangka FYT.

"Penyidik Direktorat Siber Bareskrim Polri berkoordinasi dan bekerja sama dengan FBI dalam hal dukungan data dan informasi identitas pembeli sekaligus pengguna, serta data informasi para korban," jelasnya.

Himawan menjelaskan dari kerja sama itu diketahui total ada 2.440 pelaku kejahatan yang membeli alat phishing milik GWL selama periode 2019 sampai dengan 2024.
Seluruh transaksi telah dikonfirmasi menggunakan aset kripto yang tercatat dalam riwayat pembelian.

Selama periode itu, kata dia, terdapat sekitar 34.000 korban yang teridentifikasi pada periode Januari 2023 hingga April 2024. Dari jumlah tersebut, sebanyak 17.000 korban atau kurang lebih 50% persen yang terkonfirmasi mengalami peretasan atau account compromise.

"Termasuk keberhasilan skrip dalam melewati mekanisme pengamanan berlapis atau Multi-Factor Authentication," tuturnya.

Ia menambahkan dari hasil analisis terhadap 157 korban, sebanyak 53 persen berasal dari Amerika Serikat. Selain itu, Himawan menyebut ada 9 entitas perusahaan dari Indonesia yang menjadi korban.

"Estimasi kerugian para korban yang ditimbulkan dari penggunaan skrip yang dijual oleh tersangka, periode Januari 2023 hingga April 2024, diperkirakan mencapai sekitar 20 juta USD atau sekitar Rp350 miliar," tuturnya.

(tfq/dal)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |