Gus Ipang Sebut Tokoh ini Siap Maju Calon Ketum PBNU

2 hours ago 18

Gus Ipang berbicara dalam sebuah forum.

REPUBLIKA.CO.ID, JOMBANG -- Bursa calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mulai menghangat. Tokoh penggerak NU sekaligus cicit pendiri NU, Irfan Asy'ary Sudirman Wahid atau Gus Ipang Wahid, menyebut Pengasuh Pesantren Bina Insan Mulia Cirebon KH Imam Jazuli menyatakan siap dicalonkan sebagai Ketua Umum PBNU.

Pernyataan itu disampaikan Gus Ipang seusai berdialog dengan KH Imam Jazuli di Jombang, Ahad (30/8/2026). Menurut dia, kesiapan tersebut disampaikan dalam perbincangan saat sarapan pagi.

"Kiai Imam Jazuli membuat pernyataan penting, beliau menyatakan siap dicalonkan menjadi ketua umum PBNU," kata Gus Ipang.

Namun, Gus Ipang menegaskan kesiapan KH Imam Jazuli tidak berarti pencalonan dilakukan atas kehendak pribadi. Menurut dia, pencalonan hanya akan berlangsung apabila mendapatkan dukungan dari muktamirin, terutama Pengurus Cabang (PC), Pengurus Wilayah (PW), serta Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA).

"Ini bukan ambisi pribadi, melainkan sebuah panggilan sejarah untuk membawa NU melompat jauh ke depan," ujar Gus Ipang.

Gus Ipang menilai KH Imam Jazuli dapat menjadi salah satu figur alternatif untuk memimpin NU pada abad kedua. Ia menyebut sedikitnya empat pertimbangan yang mendasari dorongan tersebut.

Pertama, kemampuan melakukan konsolidasi dan rekonsiliasi internal. Menurut Gus Ipang, KH Imam Jazuli dinilai memiliki kemampuan berkomunikasi dengan berbagai kelompok di lingkungan NU dan tidak mempunyai beban konflik masa lalu.

Kedua, isu kemandirian ekonomi organisasi. Gus Ipang menilai NU membutuhkan penguatan kemandirian agar organisasi tidak terlalu bergantung pada patronase kekuasaan.

Ketiga, pengalaman dalam pengembangan pesantren. Menurut dia, KH Imam Jazuli memiliki rekam jejak dalam mendorong pesantren agar lebih adaptif terhadap perkembangan digital dan global tanpa meninggalkan karakter pendidikan pesantren.

Pertimbangan keempat berkaitan dengan diplomasi global. Gus Ipang menilai kemampuan komunikasi internasional dan pemahaman geopolitik diperlukan agar kiprah NU di tingkat global semakin kuat.

Kesiapan KH Imam Jazuli juga disampaikan di tengah pembicaraan mengenai mekanisme pemilihan Ketua Umum Tanfidziyah PBNU.

sumber : Antara

Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |