WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Pengajian Umum Ahad Pagi Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Giritontro, Kabupaten Wonogiri, tidak sekadar mengajak jamaah menambah pengetahuan agama. Dalam kajian Ahad Wage di Masjid Bani Midjono, Kecamatan Giritontro, Minggu (30/8/2026), jamaah diajak melihat kembali makna mencintai Rasulullah Muhammad SAW melalui akhlak dan perilaku sehari-hari.
Pengajian yang dimulai pukul 07.00 WIB tersebut diikuti puluhan jamaah dari berbagai wilayah Kecamatan Giritontro. Kegiatan ini merupakan agenda rutin PCM Giritontro untuk memperkuat keimanan sekaligus menjadi ruang silaturahmi dan pembinaan keagamaan masyarakat.
Sebelum tausyiah dimulai, rangkaian kegiatan diawali dengan tadabur ayat-ayat suci Al-Qur’an yang dipandu Ustaz Hamid. Jamaah tidak hanya diajak membaca ayat Al-Qur’an, tetapi juga memahami dan merenungkan kandungannya agar dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Hadir dalam kegiatan tersebut Camat Giritontro Sangga Ota Kharisma, S.STP. Ia mengapresiasi konsistensi masyarakat dan PCM Giritontro dalam menggelar kegiatan keagamaan.
Menurut Sangga, pengajian menjadi salah satu ruang penting untuk memperkuat pemahaman agama sekaligus menjaga hubungan sosial antarwarga.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan-kegiatan positif yang ada di wilayah Kecamatan Giritontro, salah satunya kegiatan pengajian seperti ini. Selain menambah ilmu dan wawasan keagamaan, kegiatan seperti ini juga menjadi sarana untuk mempererat silaturahmi masyarakat,” ujar Sangga Ota Kharisma.
Ia mengatakan kerukunan masyarakat Giritontro yang telah terjaga perlu terus dipelihara. Menurutnya, kehidupan bermasyarakat membutuhkan sikap saling menghormati, toleransi, gotong royong, serta komunikasi yang baik.
“Kerukunan yang sudah baik ini jangan sampai kita anggap selesai. Justru harus terus kita rawat dan tingkatkan. Mari kita bersama-sama menjaga kondusivitas wilayah Giritontro, memperkuat persaudaraan dan saling menghormati,” pesannya.
Dalam tausyiah utama, Ustaz Siswanto, S.HI., M.H., dari Pengadilan Agama Kabupaten Wonogiri, mengangkat tema keteladanan Rasulullah Muhammad SAW.
Ia mengajak jamaah mengenal kehidupan Rasulullah SAW sekaligus menjadikan akhlak beliau sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan, baik dalam hubungan dengan Allah SWT maupun ketika berinteraksi dengan sesama manusia.
Menurut Ustaz Siswanto, Rasulullah SAW merupakan teladan terbaik bagi umat Islam. Kejujuran, amanah, kesabaran, kerendahan hati, kasih sayang, serta kemampuan menjaga hubungan dengan sesama merupakan bagian dari akhlak yang perlu ditiru.
Pesan utama yang disampaikan cukup sederhana, tetapi memiliki makna mendalam: mengaku mencintai Rasulullah SAW harus diikuti usaha untuk meneladani kehidupan beliau.
“Kalau kita mengaku mencintai Rasulullah SAW, maka salah satu buktinya adalah berusaha mengikuti akhlak dan keteladanan beliau. Rasulullah bukan hanya untuk dikagumi, tetapi untuk diteladani,” jelasnya.
Ia mengingatkan, keteladanan Rasulullah SAW dapat diterapkan dalam berbagai persoalan kehidupan sehari-hari. Mulai dari cara berbicara, memperlakukan orang lain, menjaga amanah, menyelesaikan persoalan, hingga menghindari permusuhan dan perpecahan.
Di tengah perubahan zaman dan tantangan sosial yang semakin beragam, umat Islam juga diingatkan untuk tetap menjadikan Al-Qur’an dan Sunnah sebagai pedoman.
Meneladani Rasulullah SAW pun tidak harus dimulai dari sesuatu yang besar. Sikap berkata baik, menghormati orang lain, menyayangi sesama, memaafkan kesalahan, menjaga hubungan dengan tetangga, serta menghindari pertengkaran merupakan bagian dari penerapan akhlak dalam kehidupan sehari-hari.
Pesan tersebut membuat pengajian Ahad Wage PCM Giritontro memiliki relevansi yang lebih luas. Sebab, pembentukan masyarakat yang rukun tidak hanya membutuhkan pemahaman keagamaan, tetapi juga perilaku yang mencerminkan nilai-nilai yang diajarkan agama.
Pengajian berlangsung hingga selesai dengan diikuti jamaah secara antusias. Melalui agenda rutin tersebut, PCM Giritontro berharap kegiatan pengajian dapat terus menjadi ruang pembelajaran sekaligus mendorong lahirnya masyarakat yang religius, berakhlak, rukun, dan peduli terhadap lingkungan sekitar. Aris Arianto
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.



















































