REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Hutama Karya (Persero) menyelesaikan pembangunan Hunian Senen di Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, sebagai tempat tinggal bagi masyarakat yang direlokasi dari kawasan bantaran rel kereta api di wilayah Senen.
Direktur Operasi II Hutama Karya Mardiansyah menyampaikan Hunian Senen dibangun di atas lahan seluas 1,61 hektare dengan status Hak Guna Bangunan (HGB) atas nama PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports).
"Hunian Senen telah siap dimanfaatkan dan akan menjadi bagian dari laporan kepada presiden sebagai bentuk dukungan terhadap program penataan kawasan permukiman dan relokasi warga bantaran rel," ujar Mardiansyah dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (13/6/2026).
Mardiansyah menjelaskan, kawasan ini memiliki total 324 unit hunian yang dilengkapi berbagai fasilitas penunjang, antara lain toilet, mushala, dapur umum, ruang komunal, taman bermain anak, serta area parkir guna mendukung kenyamanan penghuni.
Mardiansyah menyampaikan proyek yang mulai dikerjakan pada 3 April 2026 tersebut berhasil diselesaikan lebih cepat dari target penyelesaian yang ditetapkan pada 15 Juni 2026.
"Keberhasilan ini menunjukkan efektivitas kolaborasi antarpemangku kepentingan dalam mendukung percepatan program pemerintah untuk menyediakan hunian yang aman dan nyaman bagi masyarakat," ucapnya.
Tak hanya menghadirkan hunian, kata Mardiansyah, Hunian Senen juga dirancang untuk memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat melalui berbagai fasilitas yang tersedia guna menunjang aktivitas sosial serta peningkatan kualitas hidup penghuni.
Selain kesiapan fisik bangunan, lanjut dia, pemerintah juga menekankan pentingnya pengelolaan kawasan dan pemberdayaan masyarakat agar Hunian Senen dapat berkembang menjadi lingkungan yang nyaman, aman, dan produktif bagi penghuninya.
"Fasilitas yang tersedia di kawasan hunian akan dioptimalkan guna mendukung aktivitas dan kualitas hidup penghuni," sambungnya.
Pada tahap awal pemanfaatannya, ungkap Mardiansyah, penghuni Hunian Senen tidak dikenakan biaya hunian maupun biaya utilitas guna mendukung proses adaptasi masyarakat.
Sementara itu, proses pendataan calon penghuni telah dilakukan dan akan dilaksanakan secara bertahap sesuai dengan mekanisme yang telah disiapkan oleh pemerintah dan pemangku kepentingan terkait.
"Melalui sinergi antara pemerintah dan BUMN, pembangunan Hunian Senen diharapkan dapat mendukung penataan kawasan perkotaan serta memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan lingkungan sekitarnya," kata Mardiansyah.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengapresiasi kolaborasi lintas kementerian, BUMN, dan seluruh pemangku kepentingan yang memungkinkan pembangunan Hunian Senen diselesaikan lebih cepat dari target yang ditetapkan.
Menurutnya, percepatan penyelesaian proyek tersebut menjadi contoh sinergi yang baik dalam menghadirkan solusi hunian yang berpihak kepada masyarakat.
"Hunian ini sudah siap. Namun yang tidak kalah penting adalah memastikan penghuni yang menempati hunian ini benar-benar sesuai dengan tujuan awal, yaitu warga yang direlokasi dari bantaran rel kereta api di kawasan Senen," kata Maruarar.

11 hours ago
12















































