WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Innalillahi, kabar duka datang dari perantauan. Seorang warga asli Wonogiri harus pulang ke kampung halaman dalam kondisi tak bernyawa setelah menjadi korban kecelakaan maut kereta api di Bekasi. Sosok tersebut adalah Ristuti Kustirahayu (37), seorang ibu dua anak yang sehari-hari bekerja sebagai karyawan swasta di Bekasi.
Peristiwa tragis ini terjadi dalam kecelakaan yang melibatkan KA jarak jauh Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line lintas Cikarang, yang menewaskan total 15 orang. Ristuti menjadi salah satu korban yang tidak selamat dalam insiden memilukan tersebut.
Jenazah Ristuti akhirnya dipulangkan ke tanah kelahirannya di Wonogiri dan dimakamkan di Dukuh Puncanganom, RT 2 RW 4, Desa Bero, Kecamatan Manyaran. Suasana duka menyelimuti keluarga dan warga setempat saat prosesi pemakaman berlangsung.
Camat Manyaran, Toto Tri Mulyarto, membenarkan bahwa korban dimakamkan di wilayahnya.
“Betul dimakamkan di sini,” kata Toto, saat dihubungi awak media, Selasa (28/4/2026).
Diketahui, meskipun lahir di Manyaran, Ristuti sudah lama merantau dan menetap di Bekasi bersama keluarganya. Ia menjalani kehidupan sebagai pekerja sekaligus ibu rumah tangga dengan dua anak yang kini harus kehilangan sosok ibu secara mendadak.
“Sudah bekerja, karyawan swasta. Anaknya 2 orang,” jelas Toto.
Sementara itu, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Wonogiri, Herdian, menyampaikan bahwa secara administrasi kependudukan, korban tercatat sebagai warga Kabupaten Bekasi.
“Kalau status kependudukannya di Kabupaten Bekasi. Pengurusan akta kematian di sana,” kata Herdian. Aris Arianto
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.



















































