Kapal Global Sumud Flotilla berlayar meninggalkan perairan Turki menuju perairan Internasional, Kamis (14/5/2026). Sebanyak 59 kapal GSF yang ditumpangi oleh sekitar 500 partisipan dari sekitar 50 negara resmi berlayar menuju perairan Gaza untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan seperti obat-obatan, vitamin, kebutuhan bayi dan logistik lainnya. Republika/Thoudy Badai
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Komunikasi dan Digital RI (Menkomdigi) Meutya Hafid mengecam keras tindakan militer Israel yang menahan peserta rombongan misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 di perairan Mediterania Timur menuju Gaza.
Dalam rombongan itu terdapat jurnalis Indonesia, yakni Bambang Noroyono dan Thoudy Badai dari Republika, serta Andre Prasetyo Nugroho dari Tempo. Mereka sedang menjalankan tugas jurnalistik meliput misi kemanusiaan internasional.
“Kami mengikuti dengan penuh keprihatinan kabar mengenai jurnalis Indonesia yang tengah menjalankan tugas peliputan dalam misi kemanusiaan menuju Gaza. Di tengah situasi konflik, keselamatan insan pers harus selalu menjadi perhatian kita semua,” kata Meutya dalam keterangannya, Selasa (19/5/2026).
Meutya menyatakan jurnalis hadir untuk membawa suara kemanusiaan dan menyampaikan fakta kepada publik dunia. Karena itu, kerja jurnalistik perlu dihormati dan diberikan ruang aman, terlebih dalam situasi krisis kemanusiaan.
Meutya mendukung langkah diplomatik Kemlu untuk memastikan perlindungan dan keselamatan seluruh WNI dalam rombongan tersebut.
“Kemkomdigi akan terus berkoordinasi dengan Kemlu dan pihak terkait lainnya untuk memantau perkembangan dan mendukung langkah perlindungan bagi warga negara Indonesia dalam misi tersebut,” ujar Meutya.
Kemlu RI sebelumnya menyatakan telah berkoordinasi dengan KBRI Ankara, KBRI Kairo, dan KBRI Amman guna menyiapkan langkah pelindungan serta percepatan pemulangan WNI apabila diperlukan.
“Doa dan harapan kami menyertai seluruh jurnalis dan relawan kemanusiaan agar senantiasa diberikan keselamatan,” ujar Meutya yang pernah disandera di Irak saat menjadi jurnalis pada 2005.

2 hours ago
7
















































