Suasana jamaah haji Indonesia kloter YIA 12 saat menunggu pesawat yang akan berangkat ke tanah air di Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz, Madinah, Selasa (16/6/2026).
REPUBLIKA.CO.ID, MADINAH – Jamaah haji Indonesia diimbau memastikan dokumen perjalanan berada di tangan masing-masing sebelum proses keberangkatan ke tanah air. Pengarahan itu disampaikan di Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz, Madinah, oleh Passenger Handling Garuda Indonesia, Taufik Akbar, kepada jamaah kloter YIA 12, Selasa (16/6/2026).
Ia membuka arahannya dengan menyampaikan harapan agar seluruh jamaah berada dalam kondisi sehat menjelang kepulangan. "Sebentar lagi Bapak dan Ibu akan bergeser menuju ke Tanah Air, Insya Allah. Semoga semua dalam keadaan sehat wal afiat," katanya.
Taufik menegaskan bahwa paspor dan boarding pass harus dipegang langsung oleh setiap jamaah. Menurutnya, dokumen tersebut perlu dicek sejak awal agar tidak menimbulkan kendala pada proses berikutnya. Ia bahkan meminta jamaah memeriksa dokumen mereka saat pengarahan berlangsung. "Pastikan paspor dan boarding pass Bapak Ibu ada di tangan masing-masing," ujarnya.
Ia juga mengingatkan jamaah untuk segera melapor apabila boarding pass tidak ditemukan atau tidak terselip di dalam paspor. Menurut Taufik, proses pencetakan ulang akan lebih mudah dilakukan sebelum jemaah masuk ke area yang lebih dalam.
Karena itu, ia meminta seluruh peserta penerbangan melakukan pengecekan sedini mungkin. "Kalau ada jamaah-jamaah yang tidak mempunyai boarding pass, boleh segera menghubungi saya," katanya.
Taufik menjelaskan bahwa pelaporan lebih awal akan mempercepat penanganan apabila terjadi masalah pada dokumen perjalanan. Ia menyebut proses pengurusan akan menjadi lebih jauh dan membutuhkan waktu jika baru diketahui setelah berada di dalam area keberangkatan.
Oleh sebab itu, pengecekan sejak awal menjadi bagian penting dari kelancaran proses pulang. "Kalau di sini nanti di dalam baru bilang tidak ada, agak jauh prosesnya," ujarnya.
Dalam arahannya, Taufik kembali menekankan pentingnya tanggung jawab pribadi terhadap dokumen perjalanan. Ia meminta jamaah tidak menyerahkan paspor maupun boarding pass kepada orang lain.
Langkah tersebut dilakukan agar tidak terjadi kesalahan atau kehilangan dokumen menjelang keberangkatan. "Paspor dan boarding pass pastikan dipegang masing-masing, jangan dipegang oleh orang lain," katanya.

8 hours ago
12

















































