Jember Fashion Carnaval 2026 Usung Tema Heal: Perkuat Ekosistem Kreatif Indonesia

2 days ago 22

INFO TEMPO - Jember Fashion Carnaval (JFC) akan kembali digelar untuk ke-24 kalinya di Central Park Jember, Jawa Timur, pada 24 hingga 26 Juli 2026. Ajang bertaraf internasional ini akan menghadirkan empat pergelaran karnaval utama dengan melibatkan ratusan performer, konsep teatrikal yang diperkaya, serta narasi yang berpusat pada Gaia, spirit Ibu Pertiwi.

JFC digagas oleh desainer fesyen asal Jember, Dynand Fariz, yang pertama kali menyelenggarakannya pada 2003. Pada edisi 2026, JFC mengusung tema Heal: Humanity, Earth, and Life.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Presiden JFC Budi Setiawan mengatakan tema tersebut merupakan kelanjutan dari visi Dynand Fariz. Melalui tema Heal, JFC ingin terus berkembang sebagai ruang lintas generasi bagi talenta-talenta kreatif, tidak hanya sebagai ajang fesyen atau parade kostum.

Presiden Jember Fashion Carnaval (JFC) Budi Setiawan saat konferensi pers di Lippo Mall Nusantara, Jakarta, Kamis, 16 Juli 2026. TEMPO/Rizki Yusrial

"Ini akan menjadi lintas generasi yang panjang, yaitu memberikan ruang bagi siapa saja untuk mereka memiliki kesempatan berkarya, bertumbuh, memberikan makna bagi dirinya, bagi orang lain, siapa pun saja secara inklusif," kata Budi saat konferensi pers di Lippo Mall Nusantara, Jakarta, Kamis, 16 Juli 2026.

Menurut Budi, tema tersebut akan diterjemahkan melalui simulasi dan pertunjukan yang ditampilkan kepada publik selama penyelenggaraan JFC. Ia menegaskan perjalanan Jember Fashion Carnaval bukan sekadar penyelenggaraan sebuah acara, melainkan upaya menumbuhkan nilai kemanusiaan, kepedulian terhadap bumi, dan penghargaan terhadap kehidupan.

Sementara itu, Make Up Artist sekaligus JFC Ambassador Bubah Alfian mengatakan JFC kini tidak lagi sekadar berbicara tentang karnaval terbesar di dunia, tetapi juga membangun ekosistem kreatif yang lebih besar dan berdampak bagi masyarakat. Menurut dia, hal tersebut dapat diwujudkan dengan memanfaatkan kekayaan budaya, fesyen, musik, pariwisata, kuliner, dan potensi kreatif lain yang dimiliki Indonesia.

"Akhirnya Indonesia bisa menjadi the largest creative civilization ecosystem in the world," kata dia.

Untuk mewujudkan visi tersebut, JFC 2026 akan menghadirkan berbagai inovasi dan rangkaian kegiatan. Salah satunya ialah Red Carpet sebagai daya tarik baru untuk meningkatkan prestise sekaligus eksposur acara. JFC juga akan menampilkan peragaan busana oleh para tukang melalui kolaborasi dengan Semen Gresik. Selain itu, penyelenggara menggandeng Yayasan Puteri Indonesia dan model internasional Sawitri dalam program advokasi pendidikan yang menyasar sekolah-sekolah.

"Dan setiap tahun itu yang bikin saya benar-benar terharu, beberapa seniman yang tadinya besok makan apa ya, sekarang mereka sudah bisa beli rumah," ujarnya.

Pemerintah turut mendukung penyelenggaraan JFC 2026. Direktur Film, Musik, dan Seni Kementerian Kebudayaan Irini Dewi Wanti mengatakan JFC menjadi ruang yang mengolah unsur-unsur kebudayaan melalui proses adaptasi dan inovasi.

Direktur Film, Musik, dan Seni Kementerian Kebudayaan Irini Dewi Wanti saat konferensi pers di Lippo Mall Nusantara, Jakarta, Kamis, 16 Juli 2026. TEMPO/Rizki Yusrial

Menurut Irini, JFC juga berhasil melibatkan generasi muda dalam mengembangkan kebudayaan agar tetap relevan, kreatif, dan diminati lintas generasi. Dengan demikian, JFC dapat menjadi media untuk mempromosikan kebudayaan Indonesia ke dunia karena telah memiliki reputasi internasional.

"Ke depannya mudah-mudahan JFC ini semakin maju, semakin berkembang, dan mendapat tempat di dunia internasional sebagai salah satu festival di Indonesia yang berakar dari kebudayaan," kata Irini.

Mewakili Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan Kementerian Pariwisata, Gana Noviardi mengatakan Jember Fashion Carnaval (JFC) berpotensi menjadi daya tarik bagi wisatawan mancanegara untuk berkunjung ke Indonesia. Menurut dia, hal itu juga sejalan dengan target Kementerian Pariwisata yang membidik 1,2 hingga 1,4 miliar pergerakan wisatawan nusantara serta 14,3 juta kunjungan wisatawan mancanegara.

Gana juga mengatakan bahwa JFC selalu konsisten masuk ke dalam salah satu program prioritas Kementerian Pariwisata, yaitu Kharisma Event Nusantara. "Harapan kami juga semakin banyak event-event berkualitas yang akan diselenggarakan di Indonesia, tentunya untuk mendukung target kunjungan wisatawan tersebut," ujarnya.

Pada JFC 2026, penyelenggara menggandeng berbagai pihak dari unsur pemerintah, swasta, hingga komunitas untuk mendukung pelaksanaan acara. Sejumlah mitra yang terlibat antara lain PT Lippo Malls Indonesia, Batavia PIK, PT Mustika Ratu Tbk bersama Yayasan Puteri Indonesia, Bank Rakyat Indonesia (BRI), PT Semen Gresik, iForte, Oh My Glam (OMG), dan Sakuranesia Society.

Dengan mengusung tema Heal: Humanity, Earth, and Life, JFC 2026 berupaya menegaskan posisinya bukan hanya sebagai ajang fesyen, melainkan ruang kolaborasi yang menghubungkan seni, budaya, pariwisata, industri kreatif, dan berbagai pemangku kepentingan untuk membawa karya Indonesia ke panggung dunia. (*)

Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |