Komisi XII DPR RI Dukung Industri Baterai Kendaraan Listrik

11 hours ago 20

INFO TEMPO – Komisi XII DPR RI mendukung penuh pengembangan industri baterai kendaraan listrik (electric vehicle/EV) di Indonesia, khususnya proyek strategis nasional yang tengah dibangun di Karawang, Jawa Barat. Investasi besar yang mencapai miliaran dolar ini dinilai menjadi tonggak penting dalam mendorong transisi energi bersih sekaligus pertumbuhan ekonomi nasional.

“Kami dari Komisi XII sangat mendukung industri luar biasa ini dengan investasi kurang lebih sekitar US$6 miliar,” kata Anggota Komisi XII DPR RI, Irsan Sosiawan Gading, saat kunjungan kerja Komisi XII di Karawang, Jawa Barat, Rabu, 15 April 2026.

Industri baterai EV memiliki peran strategis dalam menurunkan emisi karbon dan mempercepat adopsi kendaraan ramah lingkungan di Tanah Air. “Ini bisa menjadi percontohan industri EV dan baterai di Indonesia yang berdampak besar pada pengurangan emisi,” kata Irsan.

Dia mengatakan, kehadiran industri baterai tidak hanya berdampak pada sektor energi, tetapi juga menjadi solusi konkret dalam mengatasi persoalan emisi udara yang selama ini menjadi perhatian serius. Namun, pengembangan industri harus tetap memperhatikan aspek lingkungan secara menyeluruh. “Pengurangan emisi memang penting, tetapi dampak lingkungan dari industri ini juga harus menjadi perhatian utama. Semua aspek harus diperhitungkan secara matang,” ujar dia.

Komisi XII juga menyoroti pentingnya keterlibatan masyarakat lokal dalam ekosistem industri. Irsan mendorong agar mayoritas tenaga kerja berasal dari warga sekitar kawasan industri. “Kami berharap minimal 70 persen tenaga kerja berasal dari masyarakat lokal. Ini penting agar manfaat ekonomi benar-benar dirasakan langsung oleh warga sekitar,” kata Politisi Fraksi Partai NasDem itu.

Irsan juga menyebut pentingnya program tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR) serta transfer pengetahuan (transfer of knowledge) bagi tenaga kerja Indonesia. Saat ini, sebagian tenaga kerja masih menjalani pelatihan di luar negeri, termasuk di Cina, guna meningkatkan kapasitas teknis di bidang industri baterai.

“Memang ini industri baru, masih sekitar satu tahun berjalan. Ada proses pembelajaran, termasuk pelatihan di luar negeri. Tapi ke depan, kemampuan ini harus bisa kita kembangkan sendiri melalui peningkatan product knowledge secara berkelanjutan,” kata dia.

Proyek yang dikunjungi Komisi XII tersebut adalah fasilitas produksi baterai milik PT Contemporary Amperex Technology Indonesia Battery (CATIB). Pabrik ini memiliki kapasitas produksi sebesar 6,9 GWh dan ditargetkan rampung pada kuartal III 2026.

Berlokasi di Karawang, proyek ini merupakan hasil kerja sama antara MIND ID melalui PT Industri Baterai Indonesia (IBI) dengan konsorsium CBL. Nilai investasinya mencapai sekitar Rp 7 triliun dan diproyeksikan menyerap hingga 3.000 tenaga kerja.

Hingga Januari 2026, pembangunan infrastruktur dasar pabrik telah selesai. Saat ini, proses instalasi peralatan dan fasilitas penunjang tengah berlangsung, dengan target mulai beroperasi pada kuartal III 2026.

Pabrik ini nantinya akan memproduksi baterai untuk berbagai merek kendaraan, termasuk produsen besar seperti Toyota dan Honda, serta berpotensi memasok kebutuhan sistem penyimpanan energi.

Irsan optimistis, jika produksi baterai semakin luas dan digunakan oleh berbagai merek kendaraan populer, maka masyarakat akan semakin tertarik beralih ke kendaraan listrik. “Kalau merek-merek besar sudah menggunakan baterai ini, masyarakat pasti akan melihat dan mulai beralih ke kendaraan listrik yang lebih hemat dan ramah lingkungan,” ujar dia.

Adapun kehadiran industri ini diharapkan mampu menggerakkan ekonomi lokal, membuka lapangan kerja, serta menciptakan ekosistem industri yang berkelanjutan. “Industri tumbuh, masyarakat juga harus merasakan manfaatnya. Ekonomi sekitar bangkit, itu yang kita harapkan ke depan,” ujar dia.(*)

Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |