Ma'had UIN Malang siapkan pioner untuk menjawab tantangan Di Era Digitalisasi

9 hours ago 10

Pembangunan gedung UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang terus memperkokoh posisinya sebagai pionir lembaga pendidikan tinggi. Hal ini dengan mengintegrasikan antara sistem pesantren dengan universitas yang mengikuti tren digital saat ini lewat penguatan spiritual bagi lulusannya.

Melalui Ma'had Al-Jamiah Sunan Ampel al-Ali (MSAA) diharapkan dapat membentuk EQ, IQ dan SQ di kalangan mahasiswa tanpa memandang program studi yang tengah dijalani. Harapannya, lewat ilmu-ilmu yang di ajarkan di pesantren selama tahun pertama perkuliahan menjadi menjadi mahasiswa yang lebih religius serta tidak mudah terjebak kepada kegiatan negatif serta melanggar hukum dan norma agama.

Kepala Pusat Ma'had Al-Jamiah UIN Malang, Dr. Ahmad Izzudin, M.HI., dalam keterangannya, Kamis, mengungkapkan bahwa gagasan integratif ini lahir untuk menjawab tantangan efektivitas pendidikan keagamaan di era modern.

Sistem yang dirintis sejak tahun 2000 ini kini bahkan telah diadopsi oleh berbagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) hingga madrasah di Indonesia.

"UIN Malang punya gagasan untuk terus berinovasi dalam menjawab dua sistem pendidikan ini dalam satu institusi. Di Ma'had, mereka berada di habitat aslinya sehingga memiliki landasan (basic) yang kuat untuk hidup di lingkungan kampus dan perkotaan," ujar Ahmad Izzudin dalam wawancara tertulis.

Sistem pembelajaran di Ma'had MSAA didasarkan pada klasifikasi kemampuan awal mahasiswa. ahmad Izzudin (Kepala Pusat Ma'had Al Jamiah) menjelaskan, mahasiswa yang sudah berpengalaman di pesantren akan diarahkan pada kelas tingkat lanjut seperti tafsir dan kepenulisan.

Sebaliknya, mahasiswa yang belum bisa membaca Al-Quran akan dibimbing dari tingkat dasar tanpa memengaruhi beban perkuliahan formal mereka. Kebijakan inklusif ini juga berlaku otomatis bagi mahasiswa asing maupun mahasiswa non-muslim, yang proses pembelajarannya disesuaikan melalui kerja sama dengan lembaga keagamaan terkait.

Program wajib Mahad / asrama ini juga akan diterapkan secara menyeluruh di Kampus 3 UIN Malang yang baru. Melalui sistem ini, mahasiswa secara otomatis terdaftar sebagai mahasantri (mahasiswa) sejak awal masuk perkuliahan.

Terkait dengan pembangunan Kampus 3 UIN Malang, Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan periode 2019-2024, Muhadjir Effendy dalam kunjungannya beberapa waktu lalu bahkan menjuluki sebagai "Kampus Eksotik.

Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |