GUNUNGKIDUL, JOGLOSEMARNEWS.COM – Seekor ular piton berukuran besar mendadak menjadi penyebab kepanikan di ruas Jalan Ksatrian, Wonosari, Gunungkidul, Senin (15/6/2026) pagi. Kemunculan reptil sepanjang 2,7 meter itu membuat sejumlah pengendara sepeda motor terkejut hingga melakukan pengereman mendadak dan berujung terjatuh di jalan.
Peristiwa yang terjadi di kawasan depan rumah dinas Bupati Gunungkidul tersebut sempat mengundang perhatian warga sekitar. Beruntung, insiden itu tidak menimbulkan korban luka serius meski beberapa pengendara sempat terjatuh akibat kehilangan keseimbangan saat berusaha menghindari ular yang melintas.
Kepala UPT Damkarmat BPBD Gunungkidul, Handoko, mengatakan ular tersebut diketahui menyeberang dari arah barat sebelum akhirnya masuk ke area sekitar rumah dinas bupati.
Keberadaan ular pertama kali diketahui oleh seorang tukang kebun rumah dinas bernama Marsia. Setelah melihat reptil berukuran besar tersebut, saksi segera melaporkan kejadian itu kepada petugas pemadam kebakaran.
Mendapat laporan, dua regu petugas langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan evakuasi. Proses penangkapan berlangsung cepat tanpa kendala berarti.
“Ularnya tadi ada di gerbang rumah dinas Bupati, hanya sekitar lima menit ular bisa dievakuasi,” kata Handoko.
Menurut Handoko, sebelum diamankan, ular sempat berada di badan jalan sehingga memicu kepanikan para pengguna jalan yang melintas.
“Menyeberang dari arah barat, karena berada di jalan membuat pemotor kaget dan ngerem mendadak,” ujarnya.
Akibat situasi tersebut, beberapa pengendara motor dilaporkan terjatuh. Namun seluruhnya selamat dan tidak mengalami cedera serius.
Salah seorang warga, Bowo, mengaku berada tidak jauh dari lokasi ketika kejadian berlangsung. Ia menyebut sempat melihat sejumlah pengendara terjatuh setelah mendadak mengerem karena kaget melihat ular berukuran besar itu.
“Tadi ada 2 atau 3 sepeda motor yang jatuh, mungkin kaget ada ular menyebrang dan mengerem mendadak. Orangnya tidak apa-apa,” kata Bowo.
Handoko menjelaskan ular yang diamankan merupakan jenis piton atau sanca kembang. Saat ini reptil tersebut untuk sementara ditempatkan di kantor Damkarmat BPBD Gunungkidul.
Biasanya, ular hasil evakuasi akan diserahkan kepada komunitas pecinta reptil atau warga yang memiliki izin dan kemampuan untuk merawat satwa tersebut.
BPBD Gunungkidul juga mengimbau masyarakat untuk segera melapor apabila menemukan satwa liar yang berpotensi membahayakan keselamatan warga agar dapat segera ditangani petugas. Untuk layanan kedaruratan, masyarakat dapat menghubungi Damkarmat BPBD Gunungkidul melalui nomor telepon maupun layanan WhatsApp yang tersedia. Seluruh pelayanan diberikan secara gratis tanpa dipungut biaya. [*] Disarikan dari sumber berita media daring
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.


















































